Mayang’s Birthday ^^ *Part satu*

 

kyaa~!! saengil chukahamnida our chingu Mayang Habibah Istiqomah ^^~ meskipun ulang tahunnya bukan kemarin, tapi kami harap dengan adanya kami, ulang tahun Mayang yang kelima belas ini tak akan pernah terlupakan ^^~

 

nah, kami -aku, unnie, novi dan rany- sengaja ngasih mayang surprise disini. yaa meskipun agak memalukan tapi demi sahabat ini lah ya hihi :DImage

nah, ini kami lagi mau ngasihin kuenya buat Mayang ^^~Image

cuacanya emang panas, tapi itu gak bikin kami buat berhenti ngasih mayang kejutan ^^~Image

 

Teen Top Profile

Image

 

The Member:

 Charisma Rapper

Image

Stage Name: C.A.P
Real name: Bang Min Soo (방민수)
Birthday: November 4, 1992
Position: Leader, Main Rapper
Height: 178cm
Weight: 61kg
Hobbies: Design, drawing and exercise
Speciality: Writing lyrics and rapping
Education: Seongname Information Industry High School

Power Voice

Image

Stage Name: Chunji
Real Name: Lee Chan Hee (이찬희)
Birthday: October 5, 1993
Position: Lead Vocalist, Visual
Height: 173cm
Weight: 53kg
Hobbies: Puzzles, reading
Speciality: Imitations
Education: Seongji Middle School

Mischievous Rapper

Image

Stage Name: L.Joe
Real Name: Lee Byung Hun (이병헌)
Birthday: November 23, 1993
Position: Lead Rapper, Visual
Height: 171cm
Weight: 50kg
Hobbies: Acting
Speciality: Piano, violin, music composition, English
Education: Korea Arts High School

Emotional Vocal

Image

Stage Name: Niel
Real Name: Ahn Daniel (안다니엘)
Birthday: August 16, 1994
Height: 177cm
Weight: 54kg
Hobbies: Music appreciation
Speciality: Football
Education: Heungjin High School

Lovely Boy

Image

Stage Name: Ricky
Real Name: Yoo Chang Hyun (유창현)
Birthday: February 27, 1995
Position: Vocalist, Lead Dancer
Height: 172cm
Weight: 55kg
Hobbies: Movies Appreciation, piano
Speciality: Acting
Education: Namgang Middle School

Dancing Boy

Image

Stage Name: Changjo
Real Name: Choi Jong Hyun (최종현)
Birthday: November 16, 1995
Position: Maknae, Vocalist, Main Dancer
Height: 177cm
Weight: 58kg
Hobbies: Choreography composition, music appreciation
Speciality: Self-defence
Education: ChunCheon Middle School

Can I Love Her? (Part 2)

can i love her prt2

Judul: Can I Love Her? (Part II)

Author: Delianiaza

Genre: Romance, School Life, Chapter

Cast: Kim Jong in, Kang Yoojin (OC), Jung Sungha, and other.

Twitter: @Odel_ia

Ini part 2 dari “Can I Love Her?” semoga kalian suka sama part ke-2 nya. Maaf jika salah menyebutkan Negara asal orangtua nya Kris J Hope you enjoy, guys ^^

Part 2

Memang sejak kejadian Yoojin di marahi Sungha kemarin, aku sudah bersimpati padanya. Dan setelah menabraknya kemarin, aku sadar. Aku menyukainya. Aku juga tak tahu kenapa perasaan ini bisa datang begitu cepat.

Mungkin aku hanya seseorang yang bisa menyukai Yoojin dari jauh.

 

Part II

“Jong? Kau tak apa? Jong?” ucap Kyungsoo menggoyang-goyangkan badan Jongin dan menyadarkannya dari lamunannya itu.

“ah ne? waeyo?” tanya Jongin yang masih terlihat kebingungan.

“kau tak apa? Apa kau sakit? Kau mau ku antar ke UKS saja?” tanya Kyungsoo lagi sementara Suho dan Chanyeol hanya menatap Jongin heran.

“tidak, aku baik-baik saja. Ayolah cepat, untuk apa kita terus-terusan berdiri disini? Perutku sudah tak tahan ingin diisi.” Jawab Jongin lalu pergi meninggalkan mereka yang masih berdiri diam disana. ‘Ck biarlah mereka menganggapku aneh seperti ini. Aku tak peduli’. Batinnya sambil meneruskan langkahnya.

“ada apa dengan dia? Bukannya dia yang sedari tadi berdiri mematung disini? Aigoo.” Rutuk Chanyeol yang terlihat jengkel atas sikap Jongin yang tiba-tiba berubah.

“dia terlihat aneh setelah melihat Sungha dan pacarnya berpelukan.” Ucap Suho sembari melihat punggung Jongin yang berjalan semakin jauh.

“tunggu! Kau bilang dia terlihat aneh? Kau masih ingat dengan cerita Jongin tadi pagi yang berkenalan dengan seorang gadis?” tanya Kyungsoo tiba-tiba dengan raut wajah serius.

“heem, tentu saja.” Jawab keduanya.

“dia bilang bahwa dia berkenalan dengan gadis yang bernama Kang Yoojin yang bersama Sungha kemarin, bukan? Ya! Apa kalian tidak menyadarinya? Itu gadis yang diceritakan Jongin tadi pagi. Baboya.” Jelasnya panjang lebar.

“lalu? Apa hubungannya dengan Jongin?” tanya Chanyeol.

“memang itu gadis yang bersama Sungha kemarin?” tanya Suho juga.

“ckck, kau tidak melihat wajah gadis itu kemarin Suho-ya?” tanya balik Kyungsoo pada Suho.

“aniyo.” Jawabnya dengan tampang polos.

“dia gadis itu!” ucap Kyungsoo jengkel. “dan hubungannya dengan Jongin adalah, sepertinya dia menyukai gadis itu. Coba kau ingat cerita dan tingkah Jongin tadi pagi, dia juga memuji gadis itu.” Tambahnya.

“benarkah dia gadis itu? Wah, ingatanmu bagus juga Soo (sebutan singkat untuk Kyungsoo). Haah, kukira hari ini hari yang indah bagi Jongin, ternyata tidak. Ckck.” Ucap Suho.

ah, matda! (ah, kau benar!) Aku ingat tadi pagi Jongin bilang bahwa gadis itu sangat cantik, kan?” ucap Chanyeol.

“haaah, baiklah. Sekarang kita harus cepat menyusul Jongin. Aku agak prihatin sama dia. Bagaimanapun juga, gadis itu adalah gadis yang pertama kali ia sukai. Kajja (ayo).” Sahut Kyungsoo penuh semangat.

Mereka pun pergi meninggalkan tempat yang sedari tadi mereka pijak dan pergi menyusul Jongin ke kantin sekolah.

*Meanwhile, Kris and Sehun*

“kau tak keberatan bukan jika ku ajak berkeliling melihat sekolah?” tanya Kris pada Sehun setelah mereka berdua keluar dari kelas mereka.

“aniyo, gwaenchana. Joh-a (aku suka). Malah aku yang merasa tak enak padamu.” Jawab Sehun yang masih terlihat canggung pada Kris.

“gwaenchana. Apa kau tak merasa lapar Sehun-ssi?” tanya Kris pada Sehun sambil terus berjalan menyusuri koridor sekolah.

“aniyo, aku masih kenyang. Kau lapar? Ah iya, tak usah memanggilku seformal itu. Panggil saja, Sehun.” Jawab Sehun tersenyum.

“ani ani.” Jawab Kris sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya. “baiklah, sesuai permintaanmu. Sehun.” Jawabnya lalu keduanya tertawa bersama meskipun ada beberapa siswa yang menatap aneh kepada mereka.

“jika kau tak keberatan, aku boleh menanyakan sesuatu kepadamu?” tanya Sehun tiba-tiba dengan raut wajah khawatir. Khawatir Kris akan tiba-tiba marah.

“silahkan. Apapun yang kau tanyakan akan kujawab.” Jawab Kris dengan yakin.

“err..kenapa namamu lebih seperti nama orang-orang China? Apa kau warga China namun pindah kesini?” tanya Sehun dengan lebih hati-hati takut menyakiti hati Kris.

“haha.” Kris tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan itu.

“waeyo? Apa aku salah?” tanya Sehun yang kini mulai panic.

“aniyo, semua orang yang baru mengenalku pasti akan bertanya seperti itu.” Jawabnya. “kau benar, aku memang warga China. Lebih tepatnya ibuku berasal dari China dan ayahku berasal dari Canada. Mereka pindah kesini sebelum aku lahir. Dan mereka memilih tinggal disini dengan tujuan mengikuti pekerjaan appaku.” Jelasnya panjang lebar.

“lalu, kenapa teman-temanmu memanggil namamu dengan sebutan ‘Kris’?” tanyanya penuh penasaran.

“entahlah, sejak kecil ayahku sering memanggilku dengan nama itu. Katanya, jika aku pindah ke Canada nanti, aku di suruh menggunakan nama itu agar keluarga dari ayahku yang disana bisa memanggil namaku dengan mudah. Mungkin Wu Yi Fan terlalu sulit untuk mereka. Hehe.” Jawabnya panjang lebar.

“tapi, apa kau bisa menggunakan bahasa China meskipun kau tidak lahir di China?” tanya Sehun lagi.

“tentu saja. Orang tuaku sejak kecil mengajarkan ku bahasa kebangsaan ku sendiri. dan jika dirumah, kami lebih sering menggunakan bahasa China atau bahasa Inggris dibanding bahasa Korea sendiri.” jelasnya lagi.

“ooh. Lalu apakah teman-temanmu ada yang merasa aneh sepertiku saat pertama kali bertemu denganmu?” Tanya Sehun yang rasa penasarannya semakin tinggi.

“benar. Tapi, lambat laun seiring berjalannya waktu mereka sudah menganggapku seperti warga Korea sendiri. terutama Kyungsoo, Jongin, Chanyeol, dan Suho. Mereka sudah menganggapku warga Korea asli. Bagiku, mereka sudah seperti keluarga.” Jawab Kris panjang lebar.

Sepertinya Kris sudah mulai terbuka pada Sehun tidak seperti kepada teman sekelasnya apalagi perempuan yang terkadang dia selalu bersikap acuh pada mereka.

“maaf jika aku banyak bertanya tentang kehidupan pribadimu daripada sekolah ini. Aku jadi merasa tak enak.” Ucap Sehun tertunduk tak enak.

“aniya, aku rasa kau berbeda dengan teman-teman sekelasku. Aku bahkan sudah menganggapmu seperti teman-teman dekatku.” Jawab Kris dengan sebuah senyuman yang terukir di bibir kecilnya itu.

jeongmal? (benarkah?)” tanya Sehun agak terkejut. Tak biasanya ia mendapatkan teman langsung ketika pindah ke sekolah barunya.

“tentu saja. Kalau boleh tau, kenapa kau bisa pindah ke sekolah ini?” tanya Kris mulai ingin tahu tentang Sehun.

“sama sepertimu, aku ikut pindah bersama keluargaku karena mengurus perusahaan kakekku yang ada di Seoul.” Jawab Sehun.

“ah begitu. Bagaimana dengan Busan? Aku belum pernah kesana sebelumnya.” Tanya Kris ingin tahu lebih lanjut tentang kota asal Sehun.

“aku tidak tahu pasti tentang kota Busan. Sebenarnya aku asli warga Seoul tapi tahun lalu aku harus ikut pindah bersama keluargaku ke Busan.” Jawab Sehun yang sekarang sudah duduk di salah satu bangku di koridor.

“pindah? Lalu apa kau tidak kesulitan berinteraksi dengan orang-orang Busan? Maksudku, aksen Busan dan Seoul kan berbeda.” Ucap Kris yang kini mengikuti Sehun duduk di kursi itu.

“aniyo, sebelumnya aku memang pernah tinggal disana.” Jawab Sehun lebih singkat. “mungkin kau bertanya-tanya. Mengapa aku sering pindah rumah, benarkan?” tanya Sehun.

“ah hehe benar, aku agak sedikit bingung dengan kau yang sering berpindah-pindah sekolah.” Ucap Kris agak canggung merasa tak enak pada Sehun.

“kau tak usah canggung. Sebelum-sebelumnya aku memang sering pindah antara Busan-Seoul. Tentu saja untuk mengurus perusahaan keluarga kami yang ada di Busan. Tapi untungnya sudah ada hyeong ku yang menggantikan disana jadi aku bisa kembali lagi ke Seoul dan appa ku yang mengambil alih perusaan disini.” Jawab Sehun panjang lebar.

“mian aku banyak bertanya tentang kehidupan pribadimu. Aku kira kau orang yang pendiam, ternyata..ah sudahlah lebih baik kita susul saja teman-temanku di kantin. Bagaimana?” usul Kris yang sudah semakin tak enak pada Sehun.

“baiklah kajja.”

*Jongin’s side*

Stop! Berhenti memikirkan gadis itu, Jong! Kau, sadarlah! Dia bukan siapa-siapamu! Sadar! Bangunlah Jong! Tapi, demi apapun aku tak bisa berhenti untuk memikirkan dia. Bagaimana dia bisa bersama lagi dengan si “Playbor cap Senar Gitar” itu, eoh? Kenapa pula mereka bisa berpelukan seperti itu? Jangan-jangan mereka sekarang sedang berciuman lagi. Aargh berhenti berpikiran yang tidak-tidak, Jong!

“Jong, mwoaneungoya? (apa yang kau lakukan?) cepat habiskan makananmu.” Ucap Chanyeol mebuyarkan lamunanku. “ah, ne.” ucapku malas.

ya, wae geurae? (hey, kau kenapa?) kau berbeda sekali dengan tadi pagi. Lihat, bahkan kau hanya memainkan makananmu saja bukannya kau makan. Aigoo.” Ucap Suho dengan mulut yang penuh dengan makanan. “kau tidak lapar? Jika makananmu ku makan, kau taka pa? daripada kau mainkan terus lebih baik ku makan saja. Hehe.” Tambahnya.

“eh, ambillah. Aku taka pa.” jawabku lalu menyerahkan semangkuk bibimbap pada Suho.

Tiba-tiba Kris datang bersama anak baru itu ke meja kami. Entah ada angina pa, dia terlihat begitu sumringah. Apa mungkin gara-gara anak baru itu? Jika benar, kenapa? Apakah anak baru itu membuat Kris jatuh hati padanya? Aish, berhenti berpikiran yang tidak-tidak, Jong!

“what’s up, man! Haha. Kalian sudah selesai makan?” sahut Kris pada kami semua ketika dia sudah datang dan mengajak high five kami semua.

“ani, ani. Duduklah. Kau sudah selesai membawa Sehun berkeliling?” tanya Suho pada Kris, masih dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“ya, ya! Hati-hati makananmu keluar, ckck. Aku sudah mengajaknya berkeliling. Oya, uri Jongin-ie kenapa? Ketika aku datang tadi, kulihat dia sedang menggeleng-gelengkan kepalanya. Apa kau sakit, Jongin-ah?” tanya Kris, kulihat dia sedikit melirik kearahku yang sedang menunduk.

“ah, aniyo. Aku baik-baik saja. Mungkin itu hanya perasaan kalian saja. Masalah menggeleng-gelengkan kepala tadi, aku hanya merasa ngantuk saja. Sudahlah, aku tak apa. Lihat, kasihan Sehun dia jadi kebingungan.” Ucapku cepat-cepat. Hampir saja aku ketahuan, fiuh.

“seperti biasa. Jika ada apa-apa kau selalu tak mau berbagi pada kami. padahal kami sahabatmu sejak sekolah menengah, Jong.” Ucap Kyungsoo kesal yang sedari tadi diam terus.

“kalian sudah bersahabat sejak sekolah menengah? Wah daebak!” sahut Sehun tiba-tiba sambil mengangkat kedua ibu jarinya. Sepertinya ia sangat takjub.

“ah, ne. maaf dari tadi kami hanya berbicara terus tanpa memikirkan keberadaanmu. Ah, aku jadi tak enak padamu, Sehun-ah. Duduklah.” Ucap Suho yang kini sudah menyelesaikan santapannya.

“ah kamsahamnida. aniyo, aku taka pa. aku malah senang melihatnya. Kalian begitu sangat akrab. Aku jadi ingin punya teman seperti kalian.” Jawab Sehun.

“yaaa, kau sudah kami anggap sebagai teman kami.” jawab Chanyeol tersenyum meyakinkan Sehun.

“jinjja? Ah gomapseuminda. Aku kira hanya Kris saja yang bersikap baik padaku. Ternyata kalian semua juga baik.” Ucap Sehun dengan bibir yang mengembang itu.

“aniya. Kau jangan salah paham dulu. Baiklah, aku pergi duluan, kalian nikmati dulu makanan kalian.”  Ucapku lalu berdiri dan pergi meninggalkan mereka semua.

*Yoojin’s side*

Ige mwoya? Sungha oppa memelukku? Apa aku sedang tidak bermimpi? Astaga, ini nyata? Aku rasa pipiku mulai terasa panas dan mungkin mulai memerah. Dan ketika Sungha oppa menarik pelukannya dariku dan matanya menatap intens ke arahku rasanya pipiku semakin memanas. Ya Tuhan, jika saja waktu dapat di hentikan saat ini.

“hei, pipimu merah. Aah, neomu Kwiyeowo (aah, sangat lucu).” Ucapnya tersenyum padaku. Ah aku tak bisa menahan rasa bahagia di dadaku. “apakah aku terlalu tampan sehingga kau tak bisa melepaskan tatapanmu padaku, eoh?” tanya nya lagi sedikit menggoda. Ternyata Sungha oppa banyak berubah.

“ne? kau bisa saja oppa. Jika kau memang tampan lalu kenapa?” tanyaku malu-malu. Sumpah ini pertama kalinya aku bertanya seperti ini pada Sungha oppa.

“kau beruntung karena memiliki pacar tampan dan sehebat diriku. Kau tahu? Banyak sekali gadis-gadis di luar sana yang ingin menjadi pacarku.” Jawabnya dengan bangga. Mulai lagi sifat membanggakan dirinya sendiri. tapi aku senang. Dia terlihat sangat lucu jika sudah bertingkah seperti ini.

“lalu kenapa oppa tak memacari mereka saja? Mereka pasti lebih cantik dan hebat dariku.” Ucapku tertunduk. Jika boleh jujur, aku agak sedih jika Sungha oppa sudah membicarakan gadis lain terlebih fans nya yang selalu ada untuknya bukan sepertiku.

“wow. Kau berubah sekarang ternyata.” Ucapnya ternsenyum padaku sembari mengacak-ngacak rambutku. “kau tahu? Aku bisa saja memacari mereka semua jika aku mau. Tapi kenyataanya aku tak mau. Karena yang kumau hanya kau.” Tambahnya sembari menunjuk diriku. Ah, aku harap Sungha oppa bisa seperti ini selamanya.

Dan obrolan kami pun berlanjut hingga bel masuk berbunyi. Kami bahkan melupakan orang-orang di sekitar kami yang menatap kami berdua heran. Mungkin mereka menganggap kami adalah pasangan yang labil. Memang labil, tapi itu dulu. Aku harap hubungan kami kedepannya bisa seperti ini.

“oppa, lain kali ajarkan aku main gitar. Kau tak keberatan bukan?” tanyaku sebelum masuk ke dalam kelas. Sungha oppa sengaja mengantarkanku sampai depan kelas. Bukankah itu keren? Haha.

“tentu saja. Kapan pun kau mau.” Ucapnya tersenyum dan hanya dibalas dengan anggukan riang oleh ku.

*Normal’s side*

Di sisi lain. Suho, Kris, Chanyeol, Kyungsoo dan Sehun masih sibuk dengan obrolan mereka dan tentunya dengan makanan mereka yang belum habis juga.

“Jongin kenapa? Ada apa dengan dia? Kenapa dia berbeda sekali dengan tadi pagi?” ucap Kris saat merasa Jongin sudah tak ada di sekitar kantin lagi.

“biasa. Masalah perempuan.”  Jawab Chanyeol enteng.

“aku rasa aku tahu cara mengatasinya.” Sahut Kyungsoo tenang dan tiba-tiba sambil melap mulutnya dengan sebuah tisu bak bangsawan yang baru selesai makan.

“bagaimana? Bagaimana?” koor semuanya.

“gampang. Kalian ingat jika gadis yang di sukai Jongin adalah anak kelas 11-D?” tanya Kyungsoo santai.

“tentu.” Koor semuanya kecuali Sehun yang masih agak kebingungan.

“dan kalian ingat jika adiknya Jongin juga bersekolah disini?” tanyanya lagi. Masih dengan gayanya yang santai.

“ah aku tahu! Aku tahu maksudmu!” sahut Suho sambil menjentikan jarinya. Sangat semangat.

“oke, begini caranya. Kita minta tolong sama adiknya Jongin. Kalian masih ingat bukan jika gadis itu adalah siswa 11-D? nah, setahuku adiknya Jongin juga berada di kelas yang sama dengan gadis itu.” Jelas Kyungsoo dengan semangat.

“tunggu! Bukankah itu adiknya Jongin?” tunjuk Chanyeol pada seorang gadis yang tengah berbincang dengan temannya tak jauh dari meja tempat mereka duduk.

“ah kau benar. Panggil dia!” pinta Kyungsoo pada Chanyeol.

“ha? Tidak kau saja lah.” Tunjuk Chanyeol pada Suho. “aniya! Kau saja.” Tunjuk Suho pada Kris. “naega wae? (kenapa aku?) kalian panggil saja sendiri.” jawabnya datar seperti biasa. “biar aku saja.” Tawar Sehun tersenyum.

“eh?” terlihat semuanya bingung ketika mendengar Sehun dengan senang hatinya menawarkan dirinya untuk memanggil adiknya Jongin. “siapa namanya?” tambah Sehun.

“Kim Jong-Min” koor semuanya.

“baiklah.” Ucapnya tersenyum. “Minnie-ya! Kim Jong-Min!” teriak Sehun memanggil nama adiknya Jongin.

“ya! Ya! Ya! Kenapa kau memanggilnya Minnie? Heoksi… (jangan-jangan)” ucap Chanyeol. “keurae (benar). haha choahyo (aku suka dia).” Jawab Sehun malu-malu.

“yaaa, kau harus bisa memperlakukan Jongin dengan baik. Jongin itu sangat selesktif tentang laki-laki yang mendekati adiknya itu.” Jawab Kyungsoo. “dia sangat sensitive.” Tambahnya sedikit berbisik dan membuat kami semua tertawa.

Terlihat Jong-Min sedang menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari seseorang yang tadi memanggil namanya.

“Minnie-ya! Yeogi, yeogi! Disini!” sahut Sehun lagi, kali ini sambil melambai-lambaikan tangannya ke atas dan tak lupa juga sambil tersenyum.

“waah, kau benar-benar yah. Baru kali ini aku melihat anak baru yang berani sepertimu.” Ucap Suho kemudian.

Jong-Min terlihat kebingungan namun akhirnya dia menghampiri mereka berlima.

“annyeonghaseyo, seonbaenim. Err..ada apa ya?” tanya Jong-Min ketika sudah sampai di meja mereka berlima.

“seonbae? Biasanya juga kau sering memanggil kami dengan sebutan oppa. Terlebih jika di hadapan Kris kau selalu memanggilnya dengan ‘oppa..oppa’. wlee.” Ucap Chanyeol tiba-tiba dan menjulurkan lidahnya pada Jong-Min. Mereka memang selalu bertengkar jika sedang bertamu ke rumahnya Jongin.

“itu kan di rumah. Beda lagi jika di sekolah.” Jawabnya lalu mengerucutkan bibirnya itu. “memangnya ada apa sonbae memanggilku?” tanyanya kali ini agak sedikit jutek.

“err..duduklah dulu. Begini, kau tahu oppa mu belum pernah menyukai siapapun selain cinta pertamanya saat sekolah menengah itu, bukan?” tanya Kyungsoo memulai pembicaraan.

“iii..yaa tapi kedengarannya sangat aneh jika Jongin oppa belum bisa melupakan cinta pertamanya. Itu kan sudah lama sekali.” Jawab Jong-Min sedikit menerawang.

“kau benar. Memang aneh jika Jongin belum bisa melupakannya, tapi sekarang dia sudah mulai membuka hatinya untuk orang lain.” Ucap Kris sambil memakan kimbabnya itu.

“maksud oppa?” tanya Jong-Min tak mengerti dengan apa yang barusan saja di katakan oleh Kris.

“ya..ya..ya.. kalian lihat? Bahkan gadis ini hanya memanggil “oppa” pada Kris saja. Cih.” Ucap Chanyeol berusaha mengejek Jong-Min dan mengucapkan kata ‘oppa’ seperti anak gadis yang manja.

“yaaa! Diam kau girin (jerapah)! Aku tak akan memintakan nomor teman-teman perempuanku lagi pada kalian terlebih padamu yang selalu terlihat so’ cool di depan teman-temanku!” bentak Jong-Min seraya menunjuk muka Chanyeol yang ada di hadapannya karena sudah tak bisa menahan amarahnya lagi pada Chanyeol.

“sudahlah Yeol, tidak bisakah untuk kali ini saja kalian tidak bertengkar? Kau ingin membantu Jongin, kan?” sahut Kris tiba-tiba menengahi pertengkaran antara Chanyeol dan Jong-Min dan hanya di jawab oleh keterdiaman mereka berdua. “dank au juga Jongmin-ah, jangan selalu kau tanggapi celotehan Chanyeol ini, arra?” tambahnya pada Jong-Min berusaha lebih lembut dan hanya di jawab oleh Jong-Min dengan anggukan lemah.

“yaaa…lihat bahk..” belum selesai Chanyeol berbicara mulutnya sudah di bekap oleh Suho. “berhentilah bersikap kekanak-kanakan, dengarkan saja apa yang sedang di rencanakan oleh Kyungsoo.” Ucap Suho berbisik pada Chanyeol dan menekankan setiap perkataannya.

“arra, arrayo!” jawab Chanyeol kesal setelah berusaha menyingkirkan tangan Suho yang menempel di mulut Chanyeol itu.

*Normal side*

‘Haaah *sigh* sekeras apapun aku melupakan dia tetap saja bayangan wajahnya selalu muncul di kepalaku. Babo babo babo, lupakan dia! Lebih baik aku tidur saja di kelas, mataku agak lelah karena menonton pertandingan  bola semalam.’  Batin Jongin dan tetap meneruskan langkahnya hingga menuju kelasnya yang lumayan jauh dari kantin.

Ia terus melangkah kan kakinya melewati koridor-koridor kelas sambil bersiul, berharap dengan siulannya itu ia bisa melupakan gadis itu. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti ketika seseorang di belakangnya menepuk pundak lelaki itu.

“excuse me, can I ask something to you?” tanya seseorang yang menepuknya yang ternyata adalah seorang perempuan.

‘Siapa dia? Apakah dia murid baru? Lagi? Astaga, apa sekolah ini kekurangan murid? Banyak sekali anak baru. Tapi, sepertinya gadis ini bukan warga Korea. Wajahnya tak terlihat seperti orang barat, wajah gadis itu Asia sekali. Kulitnya tak terlalu putih seputih orang Korea, putih agak kekuning-kuningan (kuning langsat maksudnya). Matanya bulat tak seperti orang Korea kebanyakan dan hidungnya mancung. Juga rambutnya yang hitam lebat dan panjang.’  Batin Jongin seraya melihat gadis yang ada di hadapannya itu dari ujung kaki sampai ujung rambutnya.

“hello? Sorry?” ucap gadis itu sambil melambai-lambaikan sebelah tangannya di depan wajah Jongin dan membuat lamunannya tersadar.

“ah, yes? There’s something I can help?” jawab Jongin kikuk. ‘untung aku bisa berbahasa Inggris, yaah meskipun sedikit. Terimakasih appa karena kau telah mengajarkan anakmu ini berbahasa Inggris sejak dini. Keke.’ Tambahnya dalam hati.

“can I ask something to you?” tanya gadis itu dengan bahasa Inggrisnya yang fasih.

“ah, of course.” Jawab Jongin singkat. “where’s the teacher’s room?” tanya gadis asing itu.

“oh, you just need to follow a straight path corridor. And there’s a T-junction, turn to the right. nah you can see there is an office. sorry, but can you speak Korean? (kau hanya perlu jalan lurus mengikuti koridor ini. Disana ada pertigaan, belok ke arah kanan. nah kau bisa melihat disana ada kantor. maaf, tapi bisakah kamu berbicara dalam bahasa Korea?)” jelas Jongin panjang lebar dengan aksen Inggrisnya yang hampir sempurna.

“oh, ‘kamsahamnida’. that’s all I can. By the way, your English is very good J (hanya itu yang saya bisa. ngomong-ngomong, bahasa Inggris mu sangat bagus)” jawabnya lalu membungkukan badannya dan pergi meninggalkan Jongin yang masih menatap kepergiannya.

“ckckck, akan sangat susah jika dia bersekolah disini. Meskipun sekolah ini sekolah internasional, masih saja ada siswa yang kurang fasih berbahasa inggris.” Ucap Jongin pada dirinya sendiri lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju kelasnya.

*Meanwhile in canteen*

“kau kenal dengan gadis yang bernama Kang Yoojin? Seperti apakah dia orangnya?” tanya Kyungsoo dengan mimic serius.

“tentu saja. Dia teman dekatku, wae?” jawab Jong-Min dengan wajah datar.

“asal kau tahu, oppa mu itu menyukai dia.” Sahut Chanyeol tiba-tiba dengan wajahnya yang sebisa mungkin di buat datar.

“mwo? Mworago? (apa katamu?) oppa tak bisa menyukai dia. Dia sudah memiliki pacar dan kalian juga pasti tahu siapa dia.” Jawabnya.

“tak bisakah kau membantu oppa mu, eoh? Apa kau tak sayang padanya?” tanya Suho mulai menaikan suaranya. “tahan, kau tak perlu bersikap segitunya terhadap Jong-Min, dia masih belum paham.” Kris menambahkan.

“memangnya apa yang sedang kalian rencanakan, eoh? Kalian bermaksud mendekatkan Jongin oppa dan Yoojin? Haaah, ani ani ani. Tak boleh, meskipun Yoojin teman dekatku aku tak akan mebiarkan kalian mendekatkan Jongin oppa dan dia. Aku tak ingin oppa menjadi perusak hubungan orang lain dan aku juga tak ingin menyakiti hati Yoojin. Selamat tinggal.” Jawab Jong-Min panjang lalu pergi meninggalkan mereka berlima.

“failed. Kita gagal, man.” Ucap Suho pasrah.

kokjongma (tidak usah khawatir). Aku akan berusaha membujuk dia agar dia bisa membantu Jongin.” Sahut Sehun tiba-tiba dan membuat mereka berempat melongo.

“baiklah. Kami percayakan padamu.” Ucap Kyungsoo dengan sedikit senyuman yang mengembang di bibirnya dan mereka pun kembali ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi.

*at Classroom*

“Jong-in dimana? Bukannya dia ada disini?” tanya Suho ketika sudah menjatuhkan pantatnya di atas kursinya.

“molla. Ah saem datang.” Sahut Kyungsoo.

“Morning, class. Today, we have a new student.” Sahut Mario, salah satu guru bahasa Inggris di sekolah ini.

“ah, sekarang pelajarang bahasa Inggris? Aish, aku lupa membawa tugasku. Eh, tadi apa yang dikatakannya? Dia selalu bicara dengan cepat.” Ucap Chanyeol berbisik pada Suho.

“ck, babo. Hari ini kita kedatang murid baru. Lagi.” Jawab Suho dengan penekanan pada kata ‘Lagi.’

“okay, Hana silahkan masuk.” Ucap saem mempersilahkan siswa yang bernama Hana itu masuk ke kelas. “nah, silahkan perkenalkan dirimu.” Tambahnya seraya merangkul pundak Hana.

“Annyeonghaseyo, my name is Hana Candrawati Ayu. I’m from Indonesia.” Ucap gadis yang bernama Hana itu memperkenalkan dirinya.

“err..saem.” sahut salah satu siswa sambil mengacungkan tangannya tinggi-tinggi.

“ne, Kyung-san. Ada apa?” tanya Mario pada siswa yang bertanya tadi. “apa hanya kelas kita yang sangat kekurangan siswanya? Hari ini saja sudah ada dua siswa baru yang masuk ke kelas kami.” jawab siswa yang bernama Kyung-san itu.

“I don’t know. Ini semua Kepala Sekolah yang mengatur J” jawab Mario lagi. “nah, baiklah Hana. Silahkan duduk. Ah, satu-satunya kursi yang kosong hanya di depan Kris. Kau tak apa jika duduk di barisan anak laki-laki?” tanya Mario pada Hana yang masih berdiri di sampingnya.

“aku taka pa J thanks.” Jawabnya lalu pergi ke tempat duduknya yang berada di depan Kris.

Selang beberapa waktu, ketika Mario sedang asik mengajar tiba-tiba terdengan suara pintu kelas di ketuk oleh seseorang.

“itu pasti Jongin.” Bisik Chanyeol pada Suho.

Dugaan Chanyeol ternyata benar, ketika Mario membuka pintu kelas terdapat Jongin sedang berdiri sambil mengatur napasnya yang tak beraturan.

“Jongin, why are you late? you know what time it is?” tanya Mario pada Jongin dengan raut wajah kesal yang di buat-buat.

“sorry mister. I had met a new student who asked about the teacher’s room where.” Jawab Jongin tertunduk.

“okay, I forgive you for this time.” Ucapnya lalu menyuruh Jongin masuk ke dalam kelas.

“thanks, mister.” Jawab Jongin lalu beerjalan menuju tempat duduknya. Tetapi ketika dia akan duduk di kursinya, dia terheran melihat gadis yang duduk di depan bangku Kris.

“tunggu, kau yang bertanya padaku tadi, bukan? Ya! Gara-gara kau aku jadi terlambat seperti ini!” bentak Jongin pada gadis yang bernama Hana itu.

“Jongin! What are you doing? Sit down!” bentak Mario pada Jongin karena membuat kegaduhan. “but, mister…” sela Jongin. “sit down!” bentak Mario lagi. Akhirnya Jongin menuruti perintah salah ssatu guru favoritnya itu sedangkan Hana hanya diam tertunduk merasa bersalah.

*2 jam kemudian*

“okay, sampai bertemu besok. Kelas di tutup.” Ucap Mario mengakhiri kelasnya lalu pergi meninggalkan kelas itu.

Dan semua siswa yang ada di dalam kelas itu pun berhamburan keluar tanpa ada yang mau berkenalan terlebih dahulu dengan Hana. Ah, kecuali Kris dan teman-temannya.

“oy anak baru, kau tak pulang?” tanya Jongin pada anak baru itu.

“ssh, kau bisa tidak berbicara lebih sopan? Kau sungguh berbeda dengat kau yang kutemui di koridor -__-“ jawab Hana kesal dan tetap sibuk membereskan buku-bukunya ke dalam tasnya tanpa melihat Jongin sama sekali.

“sudah..sudah. mau pulang bersama? Itu pun jika kau mau.” Tawar Kris pada Hana.

“ah, ani gwaenchana. Kalian duluan saja. Aku masih harus mengurus beberapa hal dengan wali kelas. Sampai jumpa besok, aku duluan.” Jawabnya lalu pergi meninggalkan Kris dan juga teman-temannya.

“wah, dia baik sekali dengan Kris, haha.” Kyungsoo sambil bertepuk tangan. “ Tapi, aku agak sedikit kasihan terhadapnya.” Tambahnya.

“kenapa kenapa kenapa?” ucap Chanyeol.

“tadi pagi, ketika Sehun masuk kelas dan mulai memperkenalkan dirinya pada kami semua, kulihat semua mata anak perempuan tertuju padanya.” Ucap Kyungsoo mulai menceritakan. “yaa..hajima.” tambah Sehun merasa tak enak hati.

“tapi, ketika gadis itu masuk dan mulai memperkenalkan dirinya, semua mata dikelas ini termasuk anak laki-laki nya tidak memperhatikannya. Kurasa hanya kita saja yang memperhatikannya. Aku agak khawatir dia tak akan mempunyai teman di sekolah ini.” Lanjut Kyungsoo.

“cih, jangan-jangan kau suka padanya, eo?” tanya Jongin tiba-tiba dengan raut wajah tak suka.

“aniyaa..bukan itu maksudku. Itu hanya spekulasiku saja, Jjong. Kau jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu.” Jawab Kyungsoo.

“dia benar, Jjong. Kau aneh sekali hari ini, tadi pagi kau terlihat senang sekali dan sekarang? Kau benar-benar labil, Jjong.” Ucap Kris seraya menepuk pundahnya Jongin. “kajja, kalian lapar kan? Aku traktir kalian teppeokki hari ini, kajja.” Tambah Kris lalu melangkah pergi meninggalkan kelasnya.

“jinjjaaa???” koor Suho, Chanyeol dan Sehun berbarengan lalu pergi menyusul Kris keluar dari kelas.

“kajja, kau juga lapar, bukan? Tak usah dipikirkan kata-kata Kris tadi.” Ucap Kyungsoo menenangkan seraya menepuk bahu Jongin dan mengiringnya keluar kelas.

*kedai teoppeokki*

“kyaaaa, Kris gege jeongmal gomawo. Akhirnya aku makan teoppeoki juga.” Ucap Chanyeol senang.

“yaa..tak usah berlebihan Yeol. Bukannya baru kemarin kau makan teoppeokki bersamaku, eo?” ucap Suho yang merasa risih dengan Chanyeol.

“waah, ini enak sekali :D terimakasih Kris.” Sahut Sehun. “memangnya kau belum mencoba teoppeokki sama sekali di Busan, Hun?” tanya Jongin bingung. “aku pernah membelinya. Namun, rasa teoppokki disini jauh lebih lezat :D” jawabnya semangat dan hanya di jawab sebuah anggukan oleh semuanya.

“keundae, kenapa Chanyeol memanggilmu ‘Kris ge’?” tanya Sehun penuh penasaran. “gege sama dengan hyung jika di China. (kalo gak salah, maaf kalo salah yaw :Dv)” jawab Kris.

Ketika semuanya sedang menikmati teoppeokki dan kimbab di kedai yang berada tak jauh dari sekolah mereka, hanya Jongin saja yang tak begitu senang dan pendiam. Penyebabnya adalah, sudah pasti anak gadis yang bernama Kang Yoojin itu.

Tadi tak sengaja dia melihat kearah kedai jjajangmyeon yang tak berada tak jauh dari kedai tempat mereka makan teoppeokki. Dan tanpa sengaja juga dia melihat Yoojin dan Sungha di kedai itu sedang makan dengan mesranya.

Kau tak akan percaya hal ini, mereka bahkan sampai suap-suapan. Haha. Terlihat sangat jelas di kemarahan di wajah Jongin. Tanpa pikir panjang pun akhirnya dia melangkah menuju kedai jjajangmyeon itu. Untuk apa? Jelas saja untuk menghajar si “Playboy cap Senar Gitar itu”.

Kebingungan sudah jelas terlihat di wajah teman-temannya. Setelah membayar apa yang mereka makan, mereka beranjak mengikuti Jongin pergi.

BUKK!

ya! Ige myoya? Mwoaneungoya? (ya! Apa-apaan ini? Apa yang kau lakukan?)” sahut Sungha marah atas sikap Jongin yang tiba-tiba memukul wajahnya.

“sunbaenim.” Ucap Yoojin tak percaya.

“Jjong, tahan, tahan. Wae geurae? (kau kenapa?)” ucap Kris menenangkan sambil berusaha menangkap badannya Jongin.

“lepaskan aku, Kris. Aku ingin mengahajar dia. Lepaskan!” teriak Jongin berusaha melepaskan tangan Kris yang menahan badannya.

“Sunbaenim. Ada apa? Kenapa dengan Jongin sunbaenim? Kenapa dia tiba-tiba menghajar Sungha oppa? Apa Sungha oppa punya salah pada Jongin sunbaenim?” tanya Yoojin bingung pada Suho, Sehun, Kyungsoo dan Chanyeol yang juga kebingungan. Sudah pasti Yoojin juga terlihat sangat khawatir.

“aku juga tak tahu. Kau tenanglah.” Ucap Suho berusaha menenangkan situasi.

“argh..sh.” erang Sungha. Terlihat darah segar mengalir disudut bibirnya akibat pukulan yang di berikan Jongin tadi.

“oppa..gwaenchana?” tanya Yoojin pada Sungha ketika melihat keadaan Sungha. “gwaenchana. Kajja, lebih baik kita pergi saja dari sini.” Jawab Sungha lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan Yoojin.

Dan ketika itu juga Suho, Sehun, Kris, Kyungsoo dan Chanyeol mulai mengintrogasi Jongin kenapa dia sampai bisa melakukan hal yang buruk. Tentunya bukan di tempat umum seperti tadi, melainkan di rumah Kris. Seperti biasa, setiap pulang sekolah mereka memang selalu menyempatkan untuk ke rumah Kris terlebih dahulu. Ibaratnya rumah Kris itu adalah basecamp mereka.

“Ya! Mwoaneungoya? Kenapa kau melakukan hal seperti tadi? Apalagi itu tempat umum. Apa kau lupa? Dulu kita pernah berjanji untuk tidak pernah melakukan tindakan seperti itu, bukan?” Kris mulai mengintrogasi Jongin ketika mereka semua sudah berada di kamarnya Kris.

Jongin hanya diam. Menunduk.

“Jjong, kenapa kau melakukan hal seperti ini? Apa kau lupa dengan janji kita?” Kyungsoo juga ikut bertanya.

“ani, aku tak lupa.” Jawab Jongin pelan, masih menunduk.

“akhirnya kau membuka suara juga. Sebenarnya apa yang terjadi, Jong?” tanya Chanyeol.

“tak ada apa-apa.” Jawab jongin singkat. Masih menunduk.

“singkat sekali jawabanmu, Jong. Dulu juga bukankah kita sudah berjanji, jika kita ada masalah sekecil apapu, sebesar apapun, kita akan selalu saling berbagi, bukan? Apakah kau lupa juga dengan hal itu?” tanya Suho sambil melipat tangan di depan dadanya yang bidang.

“huh, mana mungkin aku lupa.” Jawabnya dengan senyum pahit.

“lalu jika kau tak lupa, kenapa kau pendam semua itu, Jong?” tanya Kyungsoo, kali ini dengan nada yang lebih lembut. “JIKA AKU BAGI DENGAN KALIAN, APA KALIAN BISA MENGATASINYA, EO?” teriak Jongin berusaha mengeluarkan seluruh amarahnya dengan berteriak.

“kau pikir kami tak bisa?” tanya Kris. “dwaesseo (tak perlu), lupakanlah. Aku harap kalian melupakan kejadian hari ini.” Jawab Jongin lalu beranjak dari kursinya hendak pergi namun ditahan oleh Suho.

“kau pikir semua masalah akan hilang begitu saja? Apa kau akan lepas tanggung jawab begitu saja atas perbuatanmu tadi? Kau pikir orang-orang yang tadi melihat kita tak akan menilai buruk kita terlebih sekolah kita melihat perbuatan kau tadi? Apa kau pikir Sungha tak akan membalasnya, eo?” Suho berusaha untuk menyadarkan Jongin.

“dwaesseo.” Ucapnya lalu melepaskan tangan Suho yang menempel di lengannya dengan keras. “aku bisa melakukannya sendiri.” tambahnya lalu berjalan menuju arah pintu kamar tapi terhenti ketika dia mendengar Sehun membuka mulutnya.

“aku memang tak tahu apa-apa tentang hal ini, tentang persahabatan kalian yang kurasa sangat keren. Tapi, apa yang dikatakan oleh teman-temanmu memang benar. Kau sangat beruntung mempunyai teman seperti mereka, ah sahabat maksudku. Seharusnya kau harus bersyukur memiliki sahabat seperti mereka, mereka sangat peduli padamu.” Ucap Sehun, ada jeda beberapa detik sebelum dia melanjutkan.

“ketika aku masih di Busan, aku juga pernah mengalami hal sepertimu. Tapi bedanya, tak ada teman ataupun sahabat yang peduli padaku. Mereka hanya peduli dengan uangku. Dulu aku sempat di bully di sekolah, dan aku dulu yakin aku bisa mengatasinya sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun. Tapi ternyata aku salah, aku tak bisa mengatasinya sendirian sampai aku meminta untuk pindah ke Seoul. Asal kau tahu, sekecil atau sebesar apapun masalah yang kau punya, kau tak akan pernah bisa mengatasinya sendirian.” Ucap Sehun panjang lebar. Sementara yang lain, hanya melihat Sehun dengan terheran-heran.

“jika kau tak tahu apa-apa dan kau tak mau di bully lagi, lebih baik kau diam saja anak baru.” Ucap Jongin lalu pergi meninggalkan mereka semua.

ya! Geu saekkiya! (ya! Si brengsek itu)” ucap Chanyeol dan beranjak dari kursinya hendak pergi namun ditahan oleh Kyungsoo. “biarkan saja. Kita lihat, apa dia bisa menyelesaikannya sendirian tanpa bantuan kita.” Sahut Kyungsoo, Chanyeol pun kembali duduk di tempatnya semula.

Keheningan melanda mereka semua. 1 menit, 2 menit, 3 menit tak ada yang memulai pembicaraan. Mereka semua terdiam. Kau bisa rasakan, suasanya sangat canggung. Tiba-tiba Kris menghampiri Sehun yang duduk diatas tempat tidur Kris.

“aku sungguh minta maaf atas perbuatan Jongin padamu tadi, aku harap kau tak memasukkan kata-kata Jongin tada ke dalam hati. Dia memang selalu seperti itu jika dia sedang marah.” Ucap Kris setelah duduk disamping Sehun dan disambut anggukan setuju oleh Kyungsoo, Suho, dan Chanyeol.

“gwaenchana. Aku harap aku juga bisa menjadi bagian dari kalian dan bisa membantu Jongin mengatasi masalahnya J” jawab Sehun dengan senyumannya yang terukir di bibir mungilnya itu.

“kau sudah menjadi bagian kami semua.” Ucap Suho.

To Be Contonued~

Kyaaa :D akhirnya selesai juga Part II nya :D semoga kalian suka ^^~

Can I Love Her? (Part I)

Image

Judul: Can I Love Her?

Author: Delianiaza

Genre: Romance, School Life, Chapter

Cast: Kim Jong in, Kang Yoojin (OC), Jung Sungha, and other.

Twitter: @Odel_ia

Sebelumnya, perkenalkan nama saya deliani J maaf jika ff bikinan saya kurang puas atau gimana, maklum saya masih awam soalnya J oiya, saya pake nama Sungha Jung disini sebagai tokoh yang gak seneng sama Jongin. Tapi bukan berarti saya gak suka sama Sungha Jung ya, saya masukin nama dia karena saya suka hihi. Bagi yang belum tau, Sungha Jung itu gitaris muda asal korea J bisa di search ko hehe. Satu lagi, saya juga sengaja pake nama asli mereka kecuali Suho dan Kris. Gapapa kan? Hihi J Jangan lupa RCL ya ^^

Can I Love Her?

Part I

SIANG ITU aku dan teman-teman ku akan pergi ke kantin. Tak sengaja kami melewati sebuah bangku di dekat taman sekolah. Tak ada yang special memang, tapi orang yang duduk di bangku itu yang membuat perhatian kami tertuju padanya. Aneh saja, jaman sekarang apa masih ada perempuan yang masih mau dibodohi oleh kekasihnya sendiri? di marah-marahi? Jaman sekarang derajatnya perempuan itu sudah sama dengan laki-laki.

“ya! Kau sedang apa berdiri disana? Kau ingin menyaksikan film gratis itu? Hey, ayolah. Itu urusan mereka jangan ikut campur.” Sahut Suho salah satu temanku yang berada tidak jauh di tempatku berdiri menyaksikan pasangan itu ah lebih tepatnya laki-laki yang sedang membentak pacarnya sendiri.

“eo? Aniya.” Jawabku tersadar lalu berlari menyusul mereka yang sedang berdiri menunggu. “aku hanya heran saja dengan perempuan itu, mau saja dia di bentak-bentak oleh pacarnya. Ckck.” Tambahnya.

“aigoo, kalian ini seperti anak gadis saja. Berdiri di tengah jalan sambil bergosip. Lebih baik kalian rubah gender saja menjadi perempuan.” Ucap Chanyeol salah satu teman dekatku. Dia orangnya memang frontal. Tapi itu pun hanya dijadikan lelucon saja, untuk mencairkan Susana.

“Pletak! Kau sama saja dengan mereka, yeol. Kajja, perutku sudah berontak ingin diisi. 20 menit lagi bel masuk.” Sahut Kris menengahi, dia adalah salah satu teman dekatku yang paling dewasa di antara kami semua. Entah kenapa dia bisa seperti itu, mungkin karena dia yang paling tua diantara kami semua jadi dia merasa harus bertanggung jawab atas kami. Kami pun berlalu meninggalkan pasangan itu dan pergi ke kantin.

*Yoojin side*

AKU hanya bisa menundukan kepalaku mendengar semua ucapan Sungha oppa. Entah kenapa 2minggu terakhir ini dia selalu memarahiku. Aku tidak tahu letak kesalahanku di mana. Masalah kecil selalu saja dia besar-besarkan. Ya Tuhan, ada apa sebenarnya dengan Sungha oppa? Batin Yoojin.

oppa keumanhae! niga nahante eotteohke geureol su ini?(oppa hentikan! Bagaimana bisa kau lakukan ini padaku?) aku pacarmu sendiri oppa.” Ucapku memotong ucapan Sungha oppa yang sedang memarahiku gara-gara aku tidak membawakan bekal makan siangnya.

”ya! Kau sudah berani sekarang? Ck, siapa yang mengajari, eoh?” tanya Sungha oppa dengan nada melecehkan.

nege seobseobhada oppa (aku kecewa padamu oppa). Dulu oppa tidak seperti ini, tapi kenapa sekarang oppa menjadi begini? Oppa selalu saja memarahiku walaupun itu Cuma masalah kecil. Apa yang sebenarnya terjadi padamu oppa? Apa aku punya salah padamu, oppa?” jawabku sambil menangis. Aku tak peduli semua siswa yang sedang di taman ini melihat tingkah kami berdua.

“kau tidak menyadarinya? Hah, kau terlalu malu-malu. Aku tak suka. Aku kira kau akan berubah, tapi ternyata tidak. Sudahlah, lebih baik kita sudahi saja hubungan kita ini.” Jawabnya lalu pergi meninggalkanku yang masih terduduk menangis di bangku taman sekolah.

*Jongin’s side*

“ya, apa yang sedang kau pikirkan? Cepat habiskan makananmu, lima menit lagi bel masuk berbunyi.” Sahut Chanyeol tiba-tiba menyadarkan lamunanku.

“aku masih memikirkan gadis yang di taman tadi.” Jawabku sembari memasukkan makanan kedalam mulutku.

“aigoo, tak usah terlalu di pikirkan. Dia bukan siapa-siapamu. Lagi pula, kau tak ada hubungannya dengan pasangan itu, kan? Kau tak usah ikut campur dengan urusan pasangan itu jika kau tak mau kenapa-kenapa.” jawab Kyungsoo dengan raut wajah serius. Kyungsoo adalah teman satu bangku ku dan dia yang paling dekat denganku.

“memangnya kenapa? Ada apa dengan pasangan itu?” tanya Suho yang merasa tertarik dengan arah pembicaraan kami.

“kalian tidak tahu? Kalian benar-benar tidak tahu siapa laki-laki itu?” tanya balik Kyungsoo membuat semua penasaran.

“ya! Cepat katakan!” ucap Kris sembari menjitak kepala Kyungsoo yang ternyata tertarik dengan obrolan ini.

“hoho, kau tertarik Mr. Wu? Baiklah, dia Jung Sung-Ha atau biasa di sapa Sungha Jung. Dia gitaris muda yang sudah terkenal saat ini. Dan kalian tahu? Dia sangat di segani oleh semua anak laki-laki di sekolah ini. Karena apa? Karena dia tidak akan segan melawan siapa saja yang berani kepadanya, meskipun anak itu adalah paling pintar dalam hal bertarung karena dia punya banyak bodyguard yang siap melayaninya. Dan ayah dia adalah donator tertinggi di sekolah ini.” Jawab Kyungsoo panjang lebar dengan raut wajah seperti seorang gadis yang sedang bergosip ria dengan teman-temannya.

“dan jaeneun nallariya (dia itu playboy)” tambahnya sedikit berbisik.

jinjjaro? (benarkah?) apa yang kau maksud donator tertinggi itu tuan Jung Woojung?” tanya Yeol sedikit kaget.

“tentu saja. Memangnya siapa lagi?” jawab Kyungsoo.

“bukankah jika seorang laki-laki playboy itu wajar ya? Lihat saja Yeol, dia bahkan mempunyai 5 pacar sekaligus.” Sahut Jongin dengan wajah polosnya itu sambil mengarahkan dagunya kearah Chanyeol. Sedangkan Yeol hanya bisa diam saja mendengar namanya disebut itu. Karena itu memang kenyataannya.

“menurut anak-anak gadis, dia –Sungha– itu bukan playboy biasa. Dia hanya akan memacari seorang gadis yang benar-benar lugu dan lemah. Tapi tetap saja banyak gadis yang mendekati dia. Aigoo, apa mereka –para gadis– itu buta? Tidak bisakah kalian lihat kami yang lebih keren daripada lelaki itu? Aish.” Rutuk Kyungsoo.

“ya! Kau ini laki-laki apa perempuan? Jiwa tukang gosipmu itu semakin hari semakin bertambah besar. Aku kira kau hanya pandai memasak saja, ternyata pandai bergosip juga. Aigoo.” Sahut Suho kesal setelah memukul kepala Kyungsoo itu. Kyungsoo memang pandai bergosip, tapi tetap tak mengurangi ketampanannya itu.

KRING!!!

“sudah sudah! Kalian ini selalu saja mempermasalahkan Kyungsoo yang senang bergosip. Lebih baik kita ke kelas saja, bel masuk sudah berbunyi.” Lerai Kris sang penengah.

-jam pulang sekolah-

*Author’s side*

KINI tinggal Yoojin seorang yang ada di dalam kelas. Ia sedang membereskan buku-bukunya yang masih ada di atas mejanya. Yoojin pun bergegas meninggalkan kelasnya yang kini sudah kosong.

Ketika sedang berjalan di koridor sekolah yang sepi, tiba-tiba ada seseorang yang sedang berlari dengan cepat dan Yoojin tidak menyadarinya. Orang itu juga tidak menyadari jika ada Yoojin yang sedang berjalan lesu sambil menunduk itu. Dan akhirnya orang yang berlari itu pun menabrak Yoojin.

eo, jeosonghamnida. Gwaenchanayo? (oh, maaf. Kau tidak apa-apa?” tanya orang itu setelah membantu membereskan bukunya dan buku orang itu yang jatuh berserakan. Orang itu tak henti-hetinya membungkukkan badannya beberapa kali tanda meminta maaf.

aniyo, gwaenchanayo. (tidak, aku baik-baik saja) pernisi.” Jawabnya lalu pergi meninggalkan orang itu.

***

JONGIN berlari menyusuri koridor sekolah sendirian. Dia sengaja di tinggalkan oleh teman-temannya karena masih enak tertidur setelah jam pelajaran selesai. Mereka sudah berusaha membangunka Jongin, tapi tetap saja ia tak mau bangun dan akhirnya dia di tinggal pulang.

Saking buru-buru nya Jongin, ia tak sempat melihat jalan di depannya karena sibuk membetulkan tali tasnya yang tak mau betul juga sehingga ia menabrak seseorang yang sedang berjalan.

*Jongin’s Side*

BRUG!

Semua buku yang ada di dalam tas Jongin dan yang sedang di pegang oleh orang itu pun berserakan.

jeosonghamnida. Gwaenchanayo? (maaf. Kau tidak apa-apa?)” tanyaku setelah selesai membereskan buku milikku dan miliknya yang berserakan di lantai koridor sekolah.

anio.gwaenchanayo. (tidak, aku tidak apa-apa) permisi.” Jawabnya lalu pergi meninggalkanku. Tunggu! Bukannya itu gadis yang ada di taman tadi? Maksudku yang duduk di bangku taman bersama Sungha.

“jamkkanman yo. Ya! (tunggu sebentar. Hey!” panggilku pada gadis itu yang sudah berjalan cukup jauh di depanku.

ne? (iya?) kau memanggilku?” jawabnya setelah memutarkan badannya menghadapku. Aku pun berlari kecil ke tempat dia dimana berdiri.

“bukankah kau gadis yang duduk di taman bersama Sungha tadi?” tanyaku hati-hati agar tidak melukai perasaannya. Dia terdiam sejenak dan menunduk. Lalu menjawab. “ne. waeyo? (iya. Memangnya kenapa?)” jawabnya tersenyum. Senyum yang dipaksakan keluar.

eotteohge doelkkayo? (apa yang terjadi?) itu pun jika kau tak keberatan.” Tanyaku lebih hati-hati. Bisa saja kan dia tiba-tiba menamparku dan bilang ‘kau ini bukan siapa-siapa dan tidak ada hubungannya dengan hubungan kami jadi tidak usah ikut campur.’ Entah kenapa tiba-tiba aku jadi ingin tahu yang sebenarnya terjadi dalam hubungan mereka. Padalah aku tidak kenal gadis ini dan Sungha sebelumnya.

aniyo. Gwaenchanayo. (tidak, tidak apa-apa.) hubungan kami baik-baik saja. Yang kau lihat tadi hanya masalah kecil biasa yang terjadi di setiap pasangan kekasih.” Jawabnya sambil tersenyum manis. Kali ini benar-benar manis. Sepertinya dia pintar sekali menyembunyikan sesuatu.

aah..geurae. (aah…begitu). Kau kelas berapa? Kenapa baru pulang sekarang?” ucapku. Ah benar-benar ini, jiwa keingintahuanku yang sangat besar ini muncul lagi. Aish.

“aku kelas 11-D. kau sendiri?” tanyanya. Benar-benar singkat.

jinjja? (benarkah?) aku kelas 12-B. aku kira kau sekelas dengan Si Play- maksudku Sungha. Hehe.” Jawabku sedikit canggung. Hampir saja aku kelepasan menjaga ucapanku ini. Aigoo. ‘Jongin babo.’ Rutukku dalam hati.

aniyo. (tidak) baiklah, aku permisi seonbae. (senior)” ucapnya lalu membungkukkan badannya 90 derajat. Aigoo, aku kira hoobae (junior) yang seperti dia sudah tak ada. Ckck.

jamkkanman! (tunggu) kita pulang bersama. Kau tak keberatankan?” tawarku.

ne?aah..a..aniyo. gwaenchana. (iya? Aah..ti..tidak. tidak apa-apa).” Jawabnya sedikit kaget. Mungkin ini terlalu cepat untuk dekat dengannya. Tapi mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagiku untuk bisa menjauhkannya dari ‘Si Playboy cap Senar Gitar’ itu. Kekeke.

“tidak baik perempuan pulang sore sendirian, setidaknya ada seseorang yang menemaninya.” Ucapku. Kulihat raut wajahnya tambah berubah, sepertinya dia ketakutan. “tenanglah, aku tidak akan macam-macam padamu.” Tambahku.

Dia terdiam, kulihat dia menggerakkan kepalanya ke kanan dank e kiri bermaksud mencari seseorang mungkin. “aigoo kau tak usah takut. Kajja.” Ucapku lalu reflex memegang tangan gadis itu dan membawanya ke halte bus dekat sekolah.

-halte bus-

*Yoojin’s side*

Dugeun dugeun dugeun. Aigoo, kenapa tiba-tiba aku merasa gugup ketika dia mengenggam tanganku. Tapi bagaimanapun juga dia tak sopan terhadapku karena sudah memegang tanganku sembarangan. Aku bahkan tidak kenal dengan seonbae yang satu ini. Tapi entah kenapa, rasanya nyaman ketika dia menggenggam tanganku.

“aigoo, mianhae aku sudah lancang memegang tanganmu padahal kita baru kenal.” Ucap pria itu dan buru-buru melepaskan genggamannya dari tanganku.

“ne?” jawabku yang masih belum mengerti kenapa dia mengucapkan kata ‘kenal’ padahal kami belum mengetahui nama masing-masing.

“eo? Aigoo aku lupa memperkenalkan diriku. Aku Jongin. Kim Jongin. Tapi teman-temanku biasa memanggilku’kkamjong’ karena kulitku yang agak gelap ^^” ucapnya seraya tersenyum bangga memperkenalkan dirinya dan menyebut dirinya gelap.

“aku Kang Yoojin. Senang bertemu denganmu, seonbae.” Jawabku seraya membungkukkan badanku tanda menghormati yang lebih tua.

“kau tinggal dimana?” tanyanya.

“rumahku tidak jauh. Aku naik bus A. Ah, busku datang. Permisi.” Jawabku lalu membungkukkan badanku. Untung bus tujuanku cepat datang, kalau tidak mungkin aku sudah mati karena canggung.

“ah sayang sekali busku berbeda denganmu. Baiklah, sampai jumpa besok.” Katanya seraya tersenyum. Aku pun naik bus tujuanku.

-keesokan harinya-

*Author’s side*

PAGI ini Jongin berjalan menyusuri koridor sekolahnya dengan hati yang senang. Ia berjalan masuk menuju kelas nya sambil bersiul. Semua teman-temannya sedang berkumpul membicarakan Jongin yang pasti akan marah besar karena di tinggal pulang sendirian kemarin.

“hai teman-teman. Bagaimana kabar kalian? Pagi ini sangat cerah bukan?” sapa Jongin ceria sementara teman-temannya hanya memasang wajah ada-apa-dengan-dia.

“kau..kau tidak marah Jong?” takut-takut Chanyeol bertanya pada Jongin. Jika Jongin sudah marah, wah bahaya sekali.

“marah? Marah kenapa? Orang-orang berkata jika kita sering marah kita akan cepat tua.” Jawabnya tanpa sedikitpun menghilangkan wajah cerianya ini.

“ya Kkamjong! Apa kau sakit?” tanya Suho sembari memegang kening Jongin yang kemudian tangan itu di tepis oleh Jongin.

“kau ini apa-apaan, hyeong! Aku sehat-sehat saja.” Ucapnya dengan wajah ceria nya yang masih setia terpasang diwajahnya.

“lalu apa yang terjadi sehingga kau bisa seperti ini? Kau juga tak biasanya memanggil Suho dengan sebutan ‘hyeong’.” Tanya Kris. Jongin memang yang paling muda diantara mereka. Walau hanya berbeda satu tahun dengan teman-temannya.

“kalian masih ingat dengan gadis yang bersama Sungha di taman kemarin? Ternyata dia cantik sekali. Ya Tuhaaan.” Seru Jongin bahagia. Bibirnya sama sekali belum berhenti mengembang.

“masalah gadis ternyata.” Ujar Kyungsoo yang sedari tadi diam.

“kau bertemu dengan dia dimana?” tanya Chanyeol yang mulai tertarik dengan kisah asmaranya Jongin.

“kemarin aku bertemunya di sekolah lalu pulang bersama. Bukankah itu keren hyeong? Haha.” Jawab Jongin ceria.

“berhentilah memanggil kami ‘hyeong’ itu menggelikan, Jong.“ ujar Chanyeol. Jongin memang selalu memanggil teman-temannya dengan sebutan ‘heyong’ jika ia sedang senang saja atau hal-hal tertentu yang mengharuskannya memanggil mereka dengan sebutan ‘hyeong’

“kalian pulang bersama? Bagaimana bisa?” tanya Kyungsoo sementara Suho dan Kris hanya menjadi pendengar yang tenang saja.

“baiklah, Yeol. Kali ini aku tidak akan marah kepada kalian semua karena meninggalkanku sendirian kemarin. Aku ingin berterima kasih karena kalian telah meninggalkanku.” Jawab Jongin. “kemarin aku tak sengaja menabrak dia di koridor yang sedang berjalan ketika aku sedang berlari karena takut tertinggal dengan kalian. Dan dari kejadian itu lah aku tahu dia haha.” Tambahnya.

“siapa nama dia? Dan kelas mana dia?” tanya Suho yang ternyata mulai semakin tertarik.

“namanya Kang Yoojin. Dia anak kelas 11-D.” jawabnya pasti.

“mwo? Jadi dia hoobae kita?” tanya Kyungsoo.

“yeap.”

KRING!!

“aish kenapa belnya harus berbunyi sekarang?” rutuk Chanyeol.

***

“selamat pagi anak-anak.” Sapa Shin songsaengnim. Guru fisika terbaik di sekolah kami ini.

“selamat pagi songsaengnim.” Jawab seluruh siswa yang ada di dalam kelas.

“baiklah sekarang letakkan tugas kalian diatas meja masing-masing.” Ujar Shin songsaengnim.

“eo? Aigoo bagaimana ini? Aku belum mengerjakannya. Oy Jongin-ie, kau sudah mengerjakannya?” tanya Chanyeol yang tampak khawatir karena tugasnya belum di kerjakan.

“tentu saja. Semalam aku sangat semangat sekali mengerjakan tugas ini ^^” jawab Jongin sembari memperlihatkan buku tugasnya.

“ya ya ya. Aku pinjam buku tugas mu sebentar ya.” Ucap Chanyeol langsung merebut buku itu dari tangan Jongin.

“nado.” Ucap Suho yang duduk di sebelah Chanyeol.

“ckck baiklah tapi kalian harus cepat sebelum Shin songsaengnim datang ke meja ku untuk memeriksa tugas. Kalian sudah mengerjakannya?” tanya Jongin pada Kris dan Kyungsoo.

“aku mengerjakannya di tempat lesku kemarin hehe.” Jawab Kyungsoo.

“tentu saja.” Jawab Kris. Mana mungkin seorang Kris Wu tidak mengerjakan tugas yang di beri songsaengnim apalagi ini tugas fisika, salah satu pelajaran akademik favoritnya selain kimia dan matematika. Ckck.

            Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk. Mungkin hanya petugas kesiswaan yang mendata kehadiran siswa pikir semua anak di kelas. Tapi dugaan mereka salah.

“eo, kau Oh Sehun? Mari masuk.” Ucap Shin songsaengnim yang terdengar ramah.

“sehun? Nugunya? (siapa?)” terdengar beberapa siswa yang bertanya-tanya pada teman-temannya.

“nah anak-anak, kita kedatangan siswa baru hari ini. Sehun-ah, silahkan perkenalkan dirimu.” Ucap Shin songsaengnim.

“annyeonghaseyo. Jeoneun Oh Sehun ibnida. Bangapseumnida. (nama saya Oh Sehun, senang bertemu dengan kalian.) mohon bimbingannya.” Ucapnya seraya membungkungkkan badannya yang tinggi itu.

“ya, di lebih tinggi dari mu Jong.” Bisik Kyungsoo pada Jongin yang duduk di sebelahnya. “ya, kau! Awas saja jika kau memintaku mengajarkanmu bermain bola, aku tak akan mau.” Jawab Jongin pura-pura marah yang hanya di jawab oleh sebuah tawaan oleh Kyungsoo.

“nah Sehun-ah, kau mau duduk dimana? Disini ada dua bangku yang kosong. Di paling ujung kanan kau bisa duduk dengan Tae-Hwan atau kau ingin duduk di paling ujung kiri dengan Kris?” tawar Shin songsaengnim pada Sehun.

“oy, kau duduk denganku saja! Jika kau duduk dengan Kris kau akan tidak aman. Teman-temannya sangat aneh, asal kau tahu.” Sahut Tae-Hwan tiba-tiba membuat seluruh siswa menatap padanya.

“ya! Kita tidak seperti apa yang dia bicarakan.” Timpal Chanyeol tak mau kalah.

“sudah-sudah. Kalian ini, apa kalian tidak malu bertengkar di depan siswa perempuan? Apalagi disini ada siswa baru yang harus kalian beri contoh.” Ucap Shin saem menengahi. “baiklah, sekarang kau boleh duduk. Tinggal kau pilih ingin duduk dimana.”

“ne, kamsahabnida songsaengnim.” Ucap Sehun seraya membungkukkan badannya lalu berjalan menuju tempat duduk. Dan dia memilih duduk dengan Kris.

annyeong,Sehun ibnida. Neo? (hai, namaku Sehun. Kau?)” ucap Sehun pada Kris sembari menyodorkan tangannya pada Kris bermaksud untuk berkenalan.

nae ireumeun Wu Yi Fan. (namaku Wu Yi Fan). Jawab Kris ketika membalas jabatan tangan Sehun. Setelah jabatan tangan mereka terlepas, Sehun masih terlihat kebingungan. Mungkin dia bingung dengan nama Kris yang lebih condong ke nama orang-orang China.

Beberapa jam kemudian bel tanda istirahat berdering.

“hari ini, sampai disini dulu. Kita lanjutkan saja di pertemuan yang akan datang.” Ucap songsaengnim.

“ne, songsaengnim.” Jawab semua siswa.

Setelah songsaengnim meninggalkan kelas, banyak atau hampir semua siswi mendatangi meja Sehun. Mereka tak hanya ingin berkenalan dengan laki-laki itu, tapi juga tertarik akan ketampanannya.

“Sehun-ah, perkenalkan namaku Hyujin, Kim Hyujin.” Ucap salah satu gadis yang paling dekat dengan Sehun.

“ya ya! Biarkan dia istirahat dan menikmati sekolah ini dahulu.” Ucap Yeol tiba-tiba dan membubarkan kerumunan gadis itu.

“oy jerapah! Memangnya kau manager dia apa?” tanya salah satu gadis yang kebetulan berdiri disamping Yeol. Yeol memang selalu dipanggil jerapah oleh teman-teman sekelasnya karena tinggi badannya yang tinggi itu.

“ani, lalu kau! Memangnya kau siapa dia? Lihat! Dia bahkan sampai berkeringat karena kerumunan kalian.” Balas Yeol tak mau kalah.

“ck sudah-sudah. Kalian ini bukannya memberi contoh yang baik pada murid baru. Baiklah, kau akan kuantar berkeliling sekolah ini selama waktu istirahat.” Ucap Kris memisahkan antara gadis-gadis yang ingin berkenalan dengan Sehun dengan Yeol.

“kau, kau, kau, dan kau. Kalian pergilah ke kantin. Aku yakin perut kalian sudah memberontak minta diisi.” Ucapnya pada Yeol, Kyungsoo, Suho dan Jongin lalu pergi membawa Sehun meninggalkan kelas.

“ya! Kau jerapah! Kau mau bawa kemana Sehun kami?” sahut anak gadis lainnya yang memanggil Kris dengan sebutan “Jerapah” juga.

*Yoojin’s Side*

Sekarang sudah waktunya istirahat makan siang. Biasanya aku dan Sungha oppa selalu menghabiskan waktu istirahat kami di taman. Tentunya dengan bekal yang selalu kubawakan padanya. Tapi berbeda sekarang, setelah kejadian kemarin mungkin Sungha oppa sudah tak memperdulikanku lagi. Aku merasa bersalah padanya. Ya Tuhan! Aku tak boleh menangis.

“Yoojin-ah, kau mau ke kantin, tidak?” tanya Min-ah teman sebangku ku. “Yoojin-ah, kau tidak apa-apa?” tanyanya lagi kali ini sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“ne? ani, kau duluan saja.” Jawabku yang tersadar dari lamunanku.

“kau tidak apa-apa?” tanyanya sekali lagi.

ani, gwaenchanayo. (tidak, aku tidak apa-apa). Kau duluan saja.” Jawabku dengan senyum tipis yang kupasang.

Tiba-tiba ada seseorang yang berjalan kea rah mejaku. Siapa dia? Sepertinya dia bukan anak kelas 11. Tunggu, bukankah dia salah satu temannya Sungha oppa? Astaga, ada apa dia datang ke kelasku?

“kau Yoojin, kan?” tanyanya.

“ne, seobanim.” Jawabku agak kaget.

“err..kau ditunggu Sungha ditaman. Di bangku taman tempat biasa kau duduk bersamanya. Secepatnya.” Ucapnya lalu pergi meninggalkan kelasku.

Beruntung sekali semua siswa yang ada di kelas ini sedang tak ada di kelas semua. Jika ada, pasti sekarang mereka sedang menatapku dengan tatapan penuh tanya.

Aku pun segera pergi ke taman sekolah untuk menemui Sungha oppa. Ada apa sebenarnya Sungha oppa mencariku? Apa aku punya salah lain padanya? Ada ataupun tidak, maksud apapun yang akan disampaikan Sungha oppa, aku harus segera meminta maaf padanya atas kejadian kemarin.

Sesampainya ditaman, kulihat ada Sungha oppa yang sudah duduk di bangku taman tempat biasa. Kulihat, dia sedang memegang sesuatu dan pandangannya mengarah ke bawah. Menunduk.

“oppa.” Ucapku setelah tiba dihadapannya.

eo wasseo. (kau sudah datang). Kukira kau tak akan datang mengingat apa yang telah kuperbuat padamu kemarin. Duduklah, ada yang ingin ku bicarakan padaku.” Jawabnya. Dia agak terlihat berbeda hari ini.

“o..oppa, mianhae. Aku minta maaf atas kejadian kemarin. Karena kesalahanku lupa membawakanmu bekal, kau jadi marah padaku.” Ucapku tertunduk. Ari mataku sudah berada di ujung mataku. Aku tak boleh menangis.

“ani.” Ucapnya lalu mengenggam kedua tanganku yang bebas dengan kedua tangannya yang sebelumnya memegang sebuah benda. “aku yang salah, aku yang terlalu kekanakan. Maafkan aku Yoojin-ah. Aku sadar, aku sangat membutuhkanmu.” Tambahnya sembari menatap mataku lekat-lekat. Kutatap juga matanya sembari mencari kebohongan yang ada di matanya, tetapi nihil. Kurasa dia tulus kali ini.

“ne, oppa.” Jawabku tersenyum lalu dia memelukku erat. Hangat.

“uljima, kecantikanmu akan memudar jika kau menangis.” Ucapnya dengan tetap memelukku erat.

*Jongin’s side*

Dasar gadis-gadis aneh, baru lihat laki-laki setampan Sehun saja sudah seperti singa yang kelaparan, ckck. Untung ada Kris yang membawa Sehun pergi, jika tidak, Sehun sudah habis oleh gadis-gadis itu.

Krrrk. Ah perutku. Lapar.

“ya! Cepat kita ke kantin, perutku sudah memberontak sedari tadi.” Ucapku memotong pembicaraan Yeol, Suho dan Kyungsoo.

“baiklah, baiklah.” Jawab Kyungsoo.

Kami pun pergi meninggalkan kelas dan pergi menuju kantin sekolah. Ketika melewati taman sekolah, kulihat Yoojin –gadis yang kuajak berkenalan kemarin– sedang duduk dibangku taman bersama Sungha. Apa mereka berpacaran lagi? Aah Maldo andwae (tidak mungkin).

“ya Jong! Bukankah itu gadis yang dimarahi oleh Sungha kemarin?’ tanya Suho sembari menunjuk dua sejoli itu.

“hmm mungkin.” Jawabku tak acuh.

“ya lihat! Mereka berpelukan!” ucap Yeol sambil menunjuk Sungha dan Yoojin dengan suara lumayan keras.

“ya babo! Turunkan tanganmu dan pelankan suaramu. Lihat, orang-orang jadi menatap kearah kita.” Ucap Kyungsoo tepat di dekat daun telinga Yeol dengan suara rendah.

Aku yang mendengar bahwa mereka sedang berpelukan hanya bisa berdiri mematung tanpa berani melihat kearah mereka. Shock. Ya, sangat kaget sekali. Bagaimana tidak, kemarin mereka bertengkar hebat, masa sekarang mereka bisa berpelukan? Tapi, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Lagi pula, aku bukan siapa-siapanya mereka.

Memang sejak kejadian Yoojin di marahi Sungha kemarin, aku sudah bersimpati padanya. Dan setelah menabraknya kemarin, aku sadar. Aku menyukainya.

Mungkin hanya seseorang yang bisa menyukai Yoojin dari jauh.

To Be Continued

Hayo loh, gimana nih? Apakah Jongin akan diam saja? Apakah teman-temannya akan diam saja dan tak membantu Jongin yang sedang patah hati? Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada Yoojin dan Sungha? Apakah ada maksud tersendiri dari sikap Sungha yang tiba-tiba berubah?

Kita liat aja nanti, oke J jangan lupa RCL nya ya ^^ annyeong!!

SS5 INA

Image

Hello hello, I’m back ^^~ fiuh 3hari lagi adalah hari yang paling bersejarah buatku dan juga anak-anak kelas 3 SMP lainnya. siapkah kalian buat UN? huuh, siap gak siap harus siap dong ya :D dan juga ahrus siap juga buat say goodbye sama temen-temen juga guru-guru :”(

Nah, kali ini aku bawa kabar baru nih buat ELF Indonesia. eng ing eng…SS5 bakalan digelar di INDONESIA~!! woohoo siapa yang gak pengen liat our Superman coba? wah, aku juga sebagai ELF INA pengen banget liat our Superman. Tapi sedihnya, kita gak bakal bisa liat our King of Selca alias Yesung di SS5 INA nanti :”( chingudeul pasti udah tau alasannya, padahal aku pengen banget denger dia nyanyiin lagunya Grey Paper (OST. That WInter, The Wind Blows) di SS5 INA nanti, huuh. Nah, kabarnya SS5 INA bakalan diadain di tempat yang sama dengan SS4 yaitu di MEIS Ancol dan bakalan digelar pada tanggal 1 dan 2 Juni 2013. Kabarnya juga, di hari kedua konser atau pada tanggal 2 Juni adalah ulang tahun ke-7 nya ELF dan bakalan di rayain disana bareng Super Junior~!! Daebak bukan? woaah aku juga pengen nonton itu konser, tapi gimana yah? Bulan Juni pasti lagi sibuk-sibuknya ngurus masuk SMA, eh tapi ini awal Juni kan ya? hihi xD tapi mungkin kendalanya adalah IZIN dari orang tua. Huuh :”(

Pasti bakalan banyak banget ELF yang beli tiket di hari kedua tuh. Yah, mudah-mudahan aja aku diizinin terus ada dana nya juga, hihi. Do’ain chingudeul ^^~

Oiya, aku juga minta do’anya ya, mudah-mudahan kami semua maksudnya anak-anak kelas 9 yang mau UN di beri kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakannya. oke deh, see you soon, guys ^^~!!

EXO Profile

Image

EXO-K Member’s Profile:

SUHO

Image

Birth Name: Kim Joon Myun Stage Name: Su Ho
Date of Birth: May 22. 1991
Height: 176 cm
Blood Type: AB
Position: Leader, Lead Vocalist
Facts: He’s also known as the second Choi Siwon

Fans club : Aquatics

BAEKHYUN

Image

Birth Name: Byun Baek Hyun

Stage Name: Baek Hyun

Date of Birth: May 6, 1992
Position : Main Vocalist
Height: 178cm

fans club : Shiners

CHANYEOL

Image

Birth Name: Park Chan Yeol

Stage Name: Chan Yeol
Date of Birth: November 27, 1992
Height: 185 cm
Position: Main Rapper, Vocalist

Blood Type: A
Facts: He was appeared in SNSD’s Genie MV (Japanese Version). He plays the guitar, bass and drum.
Fans club : Pyromaniacs
D.O
Image
Birth Name: Do Kyung Soo
Stage Name: D.O.
Date of Birth: January 12, 1993
Position: Lead Vocalist
Height: 173cm
Fans club : Earthlings
KAI
Image
Birth Name: Kim Jong In
Stage Name: Kai
Date of Birth: January 14, 1994
Position: Main Dancer, Vocalist, Lead Rapper
Height: 182 cm
Blood Type: A
Nationality: Korean
Family: Father, Mother, 2 Older Sisters
Skills: Ballet, jazz, hip hop, popping, locking dances
Facts: Appeared in HaHaHa song CF with DBSK/TVXQ. He’s a friend of SHINee’s Taemin as mentioned in SHINee World.
Fans club : Teleporters
SEHUN
Image
Birth Name: Oh Se Hoon
Stage Name: Se Hun
Date of Birth: April 12, 1994
Position: Lead Dancer, Rapper, Maknae
Height: 181 cm
Skills: Dancing
Facts: He’s a former ulzzang
Fans club : WhirlWinds
EXO-M Member’s Profile:
KRIS
Image
Birth Name: Wu Fan

Stage Name: Kris

Super Power (Badge): Flight (Dragon)

Nickname: Cowboy, Dduijang

Date of Birth: November 6, 1990

Height: 187 cm

Blood Type: O

Nationality: Chinese-Canadian

Position: Main Rapper, Leader, Sub-Vocalist

Specialties: Languages (English, Mandarin, Cantonese, Korean), basketball

Hometown: Vancouver, Canada

Fun Facts:

- He enjoys reading books particularly self-improvement and inspirational.

- He’s very social and can talk to anyone.

- Other trainees and team members of EXO think of him as a big brother.

- He joined SM by Global Auditions in Canada in 2007.

- Kris looks better in person than on camera, but he never undergo plastic surgery.

- He shares room with Xiumin and Luhan in Korea.

- He shares room with Chen in China.

- Kris sometimes speaks when he sleep, he speaks in English, Korean and sometimes even Cantonese.

- He knows magic tricks.

- His ideal type of woman is kind, knows how to cook, filial and can take care of people.

- He was supposed to be in EXO-K, but due to SM has a large share in the China market, he joined EXO-M.

- He is the “Fashion King” of EXO-M.

- He looks really cool, but the fact is, he is an innocent, obedient and naive boy.

Fans Club : Dragon

XIUMIN

Image

Birth Name: Kim Min Seok

Stage Name: Xiu Min

Chinese Name: Jin Min Shuo

Super Power (Badge): Frost (Snowflake)

Nickname: Lil’ Fattie (Little Fattie), Bao Zi (Little Bun)

Date of Birth: March 26, 1990

Position: Lead Vocalist, Lead Dancer

Height: 173 cm

Nationality: Korean

Specialties: Taekwondo, kendo

Fun Facts:

- He was cast into SM Entertainment after winning second place in the S.M. Everysing Contest.

- He has a chubby face and a cute grin.

- The next member that known with martial arts besides Tao.

- He shares room with Kris and Luhan in Korea.

- He shares room with Tao in China.

- He is the neatest, strongest and cleanest member in EXO-M.

- His ideal type of woman is hug-able and can give comfort to others.

Fans Club : Snow Flakes

LUHAN

Image

Birth Name: Lu Han

Stage Name: Luhan

Super Power (Badge): Telekinesis

Nickname: Marilyn Monroe, Cute Little Prince

Date of Birth: April 20, 1990

Blood Type: O

Height: 178 cm

Blood Type: O

Nationality: Chinese

Position: Lead Vocalist, Lead Dancer, Face of The Group

Hometown: Beijing Haidian, China

Specialties: Soccer, Rubix cube

Education: Seoul Institute of the Arts majoring – Applied Music

Fun Facts:

- He shares room with Lay in China.

- He shares room with Xiumin and Kris in Korea.

- His ideal type of woman is demure and quiet.

- He joined SM in 2008 when he went overseas to Korea to study (attend Yonsei University as an exchange student), and one day when he shopping in Myeongdong he got spotted by SM official representative.

- He doesn’t like others on his bed, he’ll kick them off if anyone gets on.

- Officially recruited into SM at the 2010 SM Casting System.

- He is easy-going person (usually trainees from China are bullied, but Lu Han is an exception).

- He likes clothes that are simple.

- His interests are animation, art, video games, computers, water sports, nature sports, basketball, baseball, football, music, concerts/clubs, television, animals, travel, singing and Rubix Cube.

Fans club : Telekinetics

LAY

Image

Birth Name: Zhang Yi Xing

Stage Name: Lay

Super Power (Badge): Heal (Unicorn)

Nickname: Xing Tuo

Date of Birth: October 7, 1991

Height: 177 cm

Weight: 60 kg

Position: Main Dancer, Vocalist

Blood Type: A

Nationality: Chinese

Hometown: Changsha, Hunan, China

Education: Hunan Normal University High School

Specialties: Guitar, dancing, piano

Fun Facts:

- Appeared in 2005 3rd place Star Academy (Hunan Economic TV).

- He briefly worked for SHINee in their concert tour as Jonghyun’s dance replacement in 2010.

- He was supposed to be EXO-M’s leader but it was changed to Kris.

- He shares room with Chen in Korea.

- He shares room Luhan in China.

- He is an all-rounder.

- He loves tidbits and likes eating junk foods.

- He’s rather naughty, but he’s really funny at times too.

- His ideal type of woman is cute and filial.

- He is really forgetful.

- He is the cooking “umma” in EXO-M, even when there’s nothing to do, he will cook.

Fans Club : Healers

CHEN

Image

Birth Name: Kim Jong Dae

Stage Name: Chen

Chinese Name: Jin Zhong Da

Super Power (Badge): Lightning (Scorpion)

Nickname: Orange

Date of Birth: September 21, 1992

Position: Main Vocalist

Height: 173 cm

Nationality: Korean

Specialty: Singing, piano

Fun Facts:

- He shares room with Lay in Korea.

- He shares room with Kris in China.

- His main specialty is singing high-notes.

- His ideal type of woman is like a noona, those that would take care of him.

- He has a powerful voice.

- He gives an impression of gentleness.

- He was cast into SM Entertainment through the SM Casting System in 2011.

Fans Club : Sparks

TAO

Image

Birth Name: Huang Zi Tao

Stage Name: Tao

Super Power (Badge): Time Control (Hourglass)

Nickname: Peach, Kung Fu Panda

English Name: Edison Huang

Date of Birth: May 2, 1993

Nationality: Chinese

Height: 183 cm

Position: Lead Rapper, Vocalist, Maknae

Hometown: Qingdao, China

Specialty: Martial arts

Fun Facts:

- He loves blue color, Western food, basketball and black cat.

- His favorite music is hip hop and R&B.

- He’s very conservative person.

- He shares room with Xiumin in China.

- The member with the most aegyo.

- His ideal type of woman is pretty, has a nice body and a nice personality.

- Since he got to debut in less than a year being a trainee, he is often bullied by the Korean trainees.

- He has won placed first for many wushu and rap competitions.

- In Korea, he shares room with the manager because at the beginning Tao’s Korean wasn’t that good so he needed to learn more Korean and communicate.

- He is very emotional and sensitive guy.

Fans club : Cronics

Romantic Words on K-Drama

Miracle is another name for hardwork (keajaiban adalah nama lain untuk kerja keras) - Kang Tae Joon (To The Beautiful You)

Mungkin karna aku menyukaimu, jadi sangat sulit bagiku saat aku melihatmu bersamanya #RooftopPrince

Tidak melihatmu membuatku merasa aneh. Tapi melihatmu membuatku merasa marah (The Thorn Birds)

Hati seseorang bukan terbuat dari kertas yang gampang dibuang dan disingkirkan dalam sekejap (Princess Hours)

Masa depan itu sudah tertulis di langit – Arashi (Beautiful Day)

Aku ingin merasakan cinta sejati. Bertemu dengan nya, menikah dan hidup bahagia. Itulah harapanku. – (Glory Jane)

Keajaiban bukan lah sesuatu yang harus kau tunggu, tapi keajaiban adalah sesuatu yang harus kau buat. – (King Of Drama)

Tiap orang memiliki kenangan dalam hidupnya, tidak peduli seberapa keras mereka mencoba.Kenangan tidak akan terhapus begitu saja – (Nice Guy)

Pria dan wanita pada dasarnya sama. Cinta pertama mereka adalah orang yang paling spesial bagi mereka. – (Love Rain)

Cinta pertama ataupun cinta tak berbalas, setidaknya pasti memiliki kenangan bukan ? -Enrique #FlowerBoyNextDoor

Jaman sekarang, tanpa uang, pendidikan dan koneksi itu sulit untuk bertahan hidup (City Hunter)

Pernahkah kau memikirkanku 5 menit saja? (Secret Garden)


Jangan menyukai apa yg ia sukai tapi buatlah ia menyukai apa yg kita sukai (Bad Boy)

Jatuh cinta padamu haya membutuhkan waktu 3 detik, tapi untuk mengakhirinya dibutuhkan lebih dari itu (Love Rain)

Kau bisa dewasa jika kau mengalamin rintangan (God of Study)