Another Love Story (Part 1)

Cast                 :  -Megan Lee

-Sungha Jung

-And the others

Genre               :    -Romance,  Sad,  Love Story

Disclaimer       :      Mian  kalo  banyak  typo ato  kesalahan  lainnya J Cast milik Tuhan dan ImageLekeluarganya  masing-masing 🙂 aku Cuma minjem doang 😀

Aku gamau basa basi lagi, langsung aja ya guys, mian kalo jelek ato gak suka maklum masih amatir hehe 😀

#Meggy POV

Hai,  perkenalkan namaku  Megan Lee, aku siswa kelas X di SMA terrnama di Seoul. Teman-temanku biasa memanggilku dengan nama Meggy. Aku memang murid yang tidak terlalu terkenal di sekolah ini, tapi aku mempunyai kemampuan menyanyi yang baik dan aku termasuk anggota dari Paduan Suara di sekolah ini.

Ada satu hal yang yang mungkin tidak diketahui oleh orang banyak dan hanya di ketahui oleh teman-teman terdekatku saja. Yup, itu benar kalau aku memamg menyukai Sungha oppa. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan nama itu. Dia adalah gitaris berbakat kebanggaan negeri ku ini. Bahkan dia sudah terkenal sampai mancanegara.

Dia atau orang-orang sering memanggilnya Sungha itu terkenal dengan sifat dinginnya terhadap perempuan. Dia hanya dekat dengan teman-teman lelakinya saja. Dia juga seorang sunbae-ku, jadi aku harus putar otak buat ngedeketin dia kkk~ bukan aku saja yang menyukai dia, banyak sekali anak perempuan yang menyukainya, suatu hari pernah ada seorang anak perempuan yg secara terang-terangan memberinya sebatang coklat tapi dengan lancang dia menolaknya, apa yang seperti itu pantas disebut baik?

#Author Pov

~Sungha’s House~

“eomma, aku berangkat” ucap seorang lelaki dengan suara khasnya yang berat.

“apa kau tidak ingin sarapan dulu? Eomma sudah buatkan roti lapis untukmu” jawab sang ibu itu.

“mian eomma, aku buru-buru sekali, aku ada keperluan mendadak disekolah, oia tolong sampaikan kepada Min-Ah kalo aku berangkat duluan. Aku pergi eomma” ucap lelaki itu.

“Nae, kau hati-hati ya nak” jawab ibu itu sambil melambaikan tangannya.

Lelaki itu adalah Jung Sung Ha atau lebih akrab dipanggil Sungha Jung, dia sengaja berangkat lebih awal dan beralasan ada urusan karena dia tak ingin mengantarkan adiknya itu. Min-Ah itu adik perempuan dia satu-satunya. Alasan dia tidak mau mengantarkannya bukan karena dia tak menyayanginya melainkan dia malas kalau sudah berhadapan dengan teman-teman adiknya itu yang cerewet.

~Meggy’s House~

“oh kau sudah bangun rupanya, ayo sarapan dulu, Eomma sudah siapkan telur mata sapi kesukaanmu sayang” ucap sang ibu ramah.

“nae eomma” ucap meggy ceria, “eomma, aku boleh meminta sesuatu?” sambungnya ketika sudah duduk di meja makan yang berhadapan dengan ibunya.

“nae jagi, katakanlah”

“eomma, aku ingin menjadi penyanyi” ucap Meggy

“nae? Eo, kau kan baru kelas X jagi, kau sebaiknya belajarlah yang giat dulu” jawab sang ibu bijak, rupanya permintaan anaknya tadi membuatnya sedikit kaget.

“baiklah eomma” jawab Meggy lesu.

*SKIP*

@School

“Annyeong Meggy ^^ kau kenapa? Sepertinya kau sedang tidak semangat hari ini” sapa Ji Eun pada Meggy.

“Ah annyeong Ji Eun-ssi, aku tidak apa-apa, kau tidak usah khawatir”

“baiklah, apakah kau sudah berbicara pada Eomma mu tentang keinginan mu untuk menjadi penyanyi?” tanya Ji-Eun.

“tadi pagi aku sudah mengatakannya pada eomma ku, tapi seprtinya eomma ku belum memberiku izin” jawab Meggy tak semangat

“kenapa kau tidak coba pada appa mu itu?”

“kau kan tahu, appa ku sedang berada di luar negeri dan dia tidak bisa dihubungi untuk saat ini”

“ah benar juga”

*SKIP-istirahat*

#Author  Pov

“ya DongJoon-ah! Ayo cepat kita ke kantin, perutku sudah tak sabar mendapatkan makanan!” teriak sungha di telinga DongJoon sahabatnya. Begitulah sungha, selalu tidak sabaran.

“nae nae nae sebentar, aku sedang menyalin dulu, kau duluan saja Sungha-ah”

“hhh arasseo -,-“

~Kantin~

“Aish, tumben sekali ni kantin rame, biasanya gak terlalu rame” keluh Sungha

Tiba-tiba saja Hyura datang menghampirinya yang tengah berdiri sendiri seperti orang kebingungan. Hyura itu murid paling terkenal di sekolah ini, tidak ada satu orang pun yang tidak mengenalnya. Dia merupakan anak dari ketua yayasan sekolah ini, pantas jika dia berkuasa dan banyak di segani oleh semua murid, kecuali sungha.

“annyeong oppa, tumben kau sendiri? Dimana temanmu yang satu itu?” tanya Hyura heran.

“bukan urusanmu” jawab sungha dingin.

“ya, oppa! Kenapa kau selalu dingin kepada semua perempuan?” tanya Hyura kembali, kali ini dia menaikan satu tingkat nvolume suaranya.

“sudah kubilang bukan urusanmu, sudah sana kau pergi!” bentak sungha lagi lalu pergi meninggalkan kantin. Tanpa Hyura sadari, semua murid yang berada di kantin sekarang sedang menatapnya dengan heran.

“apa kalian lihat-lihat, huh?” tanya Hyura ketus. Hyura pun pergi meninggalkan kantin itu.

@Meggy’s Class

“Meggy, ayo kita kantin, aku sudah lapar” pinta Ji-Eun

“ah mian Ji Eun-ssi, aku harus menemui Miss Sarah dan  Mr. Kim di ruang kesenian” jawab Meggy sekenanya. Miss Sarah dan Mr. Ricko adalah guru music di sekolah ini.

“Baiklah, aku pergi sendiri, annyeong”

“sekali lagi mian Ji Eun-ssi”

“Nae, gwanchanayeo J”

#Meggy  Pov

Aku jadi merasa bersalah pada Ji-Eun, tapi aku juga harus menemui dua guru kesayanganku itu. Sudahlah taka pa, paling juga dia marah hanya sebentar. Kulirik jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 10.05 waktu setempat. Ah aku harus cepat-cepat jika tak ingin dimarahi oleh mereka. Aku pun berlari meninggalkan kelas dan tiba-tiba…

BRUKK

“aww” rintihku sambil memegangi lututku yang kesakitan

“ya! Apa kau tidak punya mata, huh?” bentak laki-laki itu. Ah aku rasa aku mengenali suara laki-laki itu. Aku pun mendongakan kepalaku agar aku bisa lebih jelas melihat laki-laki itu.

“jeosonghamnida oppa, aku buru-buru” kataku sambil membungkukkan badanku

“cih, aku tidak butuh kata maafmu, sana minggir” bentak dia sambil menendang bukuku yang berjatuhan di lantai dan berlalu. Ku lihat semua murid yang sedang berada di koridor menatapku dengan rasa iba.

Aku pun bangkit dan kembali berjalan sambil menundukkan kepalaku karena malu. Aku yakin, da seperti itu karena merasa jengkel oleh ulahku yang tak sengaja menabraknya.

Tak memakan waktu lama aku pun sampai di depan ruang kesenian. Perlahan kubuka gagang pintu ruangan itu. Ku lihat Miss Sarah dan Mr. Kim sedang menyelasaikan sebuah lagu.

“ah kau sudah datang Meggy, kenapa kau  terlambat sekali?” tanya Miss Sarah

“Jeosonghamnida Miss, tadi aku harus menyelasaikan beberapa tugas dari songsaenim” jawabku asal.

“ah gwaenchanayo, cepat kemarilah ada yang ingin kami bicarakan denganmu” pinta Mr. Kim

“nae, kamsahamnida Miss, Mr”

Aku pun masuk dan memilih duduk di sebelah Miss Sarah. Mereka berdua memang guru music sekolah ini, tapi mereka mempunyai tugas masing-masing. Miss Sarah mengajar semua murid tentang olah vocal sedangkan Mr. Kim mengajar semua murid tentang music insrtumental. Aku memang bukan murid kesayangannya Mr. Kim, tapi beliau sangat baik kepadaku.

“nah, sebentar lagi kan akan dilaksanakan festival musim semi di Seoul. Kami memintamu kesini karena kami ingin kau bernyanyi untuk perwakilan sekolah kami di festival tersebut” kata Miss Sarah memulai pembicaraan

“tapi Miss, aku takut eomma ku akan melarangku untuk bernyanyi di festival tersebut” keluhku

“soal eomma mu kau tenang saja Meggy, Miss yakin eomma mu pasti akan mengizinkanmu untuk bernyanyi karena ini permintaan sekolah”

“dan jika eomma mu melarangmu, kami yang akan meminta izin kepada eomma mu agar kau bisa bernyanyi di festival itu” tambah Mr. Kim

“Jinjjayo? Baiklah jika itu kemauan Miss dan Mr” jawabku senang. Sungguh, mereka berdua memang guru yang sangat baik.

“tapi kau tidak akan bernyanyi sendirian Meggy” ucap Mr. Kim kembali

“lantas, aku akan bernyanyi dengan siapa Mister?” tanyaku penasaran

“haha kau tidak usah cemas Meggy, dia tidak akan bernyanyi bersamamu melainkan menemanimu diatas panggung?” ucap Miss Sarah menambahkan dengan penekan pada kalimat ‘menemanimu’.

“aku masih belum mengerti Miss, Mister” jawabku sembari memasang wajah seolah meminta penjelasan

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dan yang datang adalah…

“Kau memanggilku mister?” tanyanya dengan suara beratnya yang  khas

“eo wasseo, nae aku memang memanggilmu, kenapa kau lama sekali?” tanya Mr. Kim

“ah jeosonghamnida mister, tadi ada seorang yeoja yang menabrakku saat aku akan kembali ke kelas untuk mengambil buku-buku ku” jawabnya sambil melihatku sinis dan penekanan pada kalimat ‘yeoja’ dan ‘menabrak’

“gwaenchanayeo sungha-ssi. Oia, miss akan memperkenalkanmu pada hoobae mu ini, ayo Meggy” pinta miss.

“nae miss, annyeonghasseyeo sunbae-nim, jeoneun Megan Lee imnida” ucapku sambil membungkuk seraya memperkenalkan diriku

“Jung Sung Ha imnida” balasnya singkat

Huh, kalau dia bukan sunbae ku dan bukan permintaan kedua guru ku ini, aku tidak akan mau bernyanyi didampingi dia. Tapi di sisi lain, ini juga kesempatan untukku agar lebih dekat dengan dia, yeay kkk~

“nah, kami memanggilmu karena ada yang ingin kami bicarakan denganmu sungha-ssi” ucap Mister.

“nae, katakanlah Mister” Sungha oppa selain dingin dia juga kadang tidak terlalu sopan kepada guru, walaupun begitu semua guru sangat menyukainya. Mereka begitu karena prestasi Sungha oppa yang sangat bagus.

“begini, kau tau kan kalau sebentar lagi aka nada acara festival musim semi di Seoul?” tanya Miss

“nae, aku tahu itu Miss, lantas apa yang harus lakukan untuk festival itu?”

“kami ingin kau menemani Meggy bernyanyi di atas panggung itu” tambah Mr. Kim

“MWO???”

#Sungha Pov

“Annyeonghasseyeo sunbae-nim, jeoneun Megan Lee imnida” ucap yeoja itu yang ternyata baru ku ketahui bernama Megan Lee atau yang sering dipanggil Miss Sarah Meggy.

“Jung Sung Ha imnida” jawabku ketus

“nah, kami memanggilmu kesini karena ada yang ingin kami bicarakan denganmu SUngha-ssi” ucap Mister memulai pembicaraan.

“Nae, katakanlah Mister” jawabku ketus. Aku bingung dengan semua guru yang ada disini, mereka sudah tahu jika setiap kali ditanya oleh mereka pasti aku akan menjawabnya dengan malas atau ketus, tapi tetap saja mereka menyukai ku.

“begini, sebentar lagi kan akan ada festival musim semi di Seoul” ucap Miss Sarah

“lantas kalian ingin aku berbuat apa?” tanyaku malas-malasan.

“kami ingin kau menemani Meggy bernyanyi diatas panggung” tambah Mr. Kim dan penekanan dalam kalimat ‘menemani’

“MWO???”

“haha kau tidak usah kaget Sungha-ssi. Bukannya kau sudah sering tampil di atas panggung?” tanya Miss Saraha tiba-tiba

“tapi Miss, aku TIDAK BISA BERNYANYI” ucap ku berapi-api dan penekanan dalam kalimat ‘tidak-bisa-bernyanyi’

“kau santai saja lah nak, kami tidak akan menyuruhmu bernyanyi tapi kami ingin kau mengiri Meggy bernyanyi dengan iringan gitarmu” jelas Mr. Kim

“tapi kenapa harus dengan yeoja aneh ini Mister?” tanya ku sebal sedangkan yeoja aneh itu hanya bisa menunduk saja, cih

“itu sudah keputusan kami dan keputusan ketua yayasan kita semua Mr. Lee Jae Dong” jawab Miss Sarah dengan penuh kesabaran.

“sudah sudah, ini sudah jadi keputusan kita bersama dan tidak bisa di ganggu gugat. Pertemuan kita kali ini sampai disini dulu karena sebentar lagi kalian harus masuk kelas. Dan kita akan bertemu lagi hari Rabu untuk latihan perdana kita. Semua setuju?” tanya Mr. Kim memastikan

“Nae” jawabku serempak bersama dengan yeoja aneh itu dan Miss Sarah.

“sekarang kalian berdua boleh meninggalkan ruangan ini” pinta Miss Sarah

“Nae, annyeonghasseyeo Miss, Mister” ucap kami bersamaan, cih

#Author Pov

“Ya! Kenapa hari ini aku sial sekali. Sudah tidak sempat makan siang, bertabrakan dengan yeoja aneh seperti dia dan sekarang Miss Sarah dan Mister Kim menyuruhku untuk sepanggung dengan dia, cih” keluh Sungha

“mianhae oppa. Mian atas semua kesalahanku tadi sehingga membuatmu menjadi sial hari ini” ucap Meggy sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.

“sudahlah, aku tidak ingin melihat muka mu” Sungha pun pergi berbelok menuju daerah kelas XI

“aah Tuhan sabarkanlah hambaMu ini, semoga dia tidak melakukan hal yang bodoh saat festival nanti” keluhku di sepanjang koridor menuju daerah kelas X.

~Sungha’s Class~

“yo, darimana saja kau? Aku cari kau di kantin tidak ada, dari ujung sekolah sebelah timur sampai ujung sekolah sebelah barat aku cari-cari tapi kau tidak ada” keluh Dong Joon

“ya ya ya! Kau tidak usah melebih lebihkan aku tau kau daritadi hanya makan di kantin dan mendekati anak-anak perempuan” jawab Sungha. Teman Sungha yang satu itu memang terkenal playboy dan selalu melebih-lebihkan suatu masalah.

“lantas, kau darimana selama istirahat tadi?” tanyanya penasaran

“aku tadi habis dari ruang kesenian”

“menemui Mister Kim dan Miss Sarah?” tebaknya

“iya” jawabnya singkat

“dasar Si Raja Kutub, temannya sendiri juga jadi korban sifat dinginnya dia cih”

Sungha lebih memilih diam daripada menanggapi ocehan sahabatnya itu. Jika ditanggapi, urusannya bisa nyerempet kemana saja. Entah itu masalah perempuan, masalah makanan, sampai masalah ibunya pun pasti akan dia ceritakan. Tak lama kemudian masuklah seorang guru kedalam kelasnya sehingga mampu membuat ocehan Dong Joon berhenti ‘sesaat’.

~Meggy’s Class~

‘untung saja aku tidak terlambat masuk kelas’ batin Meggy. Meggy pun melangkahkan kakinya masuk kedalam kelas dan duduk di bangkunya yang bersebelahan dengan Ji Eun.

“Ji Eun-ssi, mianhae soal yang tadi, kau tidak marah kan?” tanya ku hati-hati pada Ji Eun

“haha sudahlah Meggy tidak apa-apa, lagian aku bisa pergi ke kantin bersama teman yang lain” jawab Ji Eun santai

“Jinjjayo?” tanya Meggy tak percaya

“tentu saja Meggy sayang” Meggy pun lalu memeluk sahabat nya itu

“tadi kudengar kau ada masalah ya sama Sungha oppa?” tanya Ji Eun penuh selidik

“nae, tidak apa-apa ko. Aku Cuma tidak sengaja menabraknya saja”

“apa? Kau menabrak dia ketika dia sedang berjalan? Ya! Orang tidak bersalah kenapa kau tabrak?”

“aku tidak sengaja Ji Eun-ssi, sungguh” ucapku sungguh-sungguh

“syukurlah, kalau sampai terdengar oleh Hyura semuanya bisa gawat” ucap Ji Eun berapi-api

“sudahlah jangan di perpanjang” jawab Meggy

*SKIP pulang sekolah*

BRAKK tiba-tiba saja sebuah tangan menggebrak meja Meggy. Si empunya meja pun terkaget-kaget tak terkecuali semua murid yang ada di kelas tersebut.

“kau apakan Sungha oppa ku, huh?” tanyanya penuh selidik. Yap, dia adalah Lee Hyu Ra anak pemilik dari yayasan ini.

“aku tidak melakukan apapun kepada Sungha oppa, eonnie”

“BOHONG, kau tadi sengaja kan menabrak Sungha oppa?” tanyanya lagi

“sungguh aku tidak sengaja eonnie, aku tidak berbohong” aku Meggy

“awas saja kalau kau berbohong, kau akan berhadapan denganku gadis kampung!” ucapnya lagi sambil menekankan pada kalimat “gadis-kampung”

Hyura dan ‘dayang-dayang’nya pun pergi meninggalkan kelas Meggy. Sungguh tadi adalah hal yang paling menakutkan yang pernah di alami Meggy. Lebih menakutkan dari sifat dinginnya Sungha.

“gwaenchanayeo?” tanya Ji Eun memastikan

“nan gwaenchana” jawab Meggy lalu pergi meninggalkan Ji Eun dan semua teman sekelasnya yang masih kebingungan atas sikap yang dilakukan oleh Hyura dan teman-temannya itu.

Meggy pun pergi meninggalkan sekolahnya. Dia tak habis pikir dengan apa yang telah di lakukan oleh Hyura dan teman-temannya terhdapanya. Itu sama saja dengan tindakan ‘Bullying’. Dia bisa saja melaporkannya kepada pihak kesiswaan yang ada di sekolah itu. Tapia pa daya, saat ini dia sedang berhadapan dengan seorang anak pemilik yayasan sekolah ini.

Meggy pun berjalan gontai menuju halte bus. Tak seperti biasanya halte ini sepi. Meggy masih memikirkan tentang kejadiannya tadi di kelas, dia masih takut jika suatu saat nant Hyura dan teman-temannya akan melakukan tindakan yang lebih jauh dari ini.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan halte bus itu, Meggy memang berasal dari keluarga berada, namun Meggy tidak sesombong Hyura. Meggy sudah tau siapa yang ada di dalam mobil tersebut. Dia adalah kakak satu-satunya Meggy, Lee Hyo Rin. Hyorin pun membukakan kaca mobilnya agar bisa melihat jelas Meggy.

“ayo cepat masuk, eomma sudah menunggu kita di rumah. Katanya aka nada acara pertemuan istri dan keluarga dari sahabat-sahabat lama appa” ucap Hyorin setengah berteriak di dalam mobil.

“eo, kenapa begitu mendadak eonnie?”

“sudahlah cepat naik!”

“nae eonnie”

*SKIP*

#Meggy Pov

Aku pun sudah siap dengan gaun warna putih selututku dan eonnie dengan gaung merah mudanya yang lucu. Kami berdua pun langsung turun menemui eomma dan appa kami. Ternyata dibawah sudah banyak sahabat appa yang datang. Tapi, ada sesuatu yang membuatku penasaran. Sepertinya aku mengenali siapa lelaki yang sedang berada di tengah keluarganya itu. Dia seperti Sungha oppa, tapi tidak mungkin appa mengenali kedua orangtuanya. Setahuku kedua orangtuanya adalah pemain music instrumental berbakat bukan pengusaha atau apapun yang berbau urusan perkantoran.

“Meggy, Hyorin, kalian tunggu disana bersama anak-anak dari sahabat appa ya. Pesta anak-anak berbeda dengan pesta orang dewasa kkk~” ucap appa ku sedikit bercanda

“ya appa! Aku sudah dewasa” komplen Hyorin eonnie

“sudahlah eonnie, kajja” ajakku kemudian

~Taman Belakang~

Pesta untuk anak-anak memang sengaja di adakan di taman belakang rumah kami agar terkesan lebih terbuka. Kurasakan tenggorokanku yang mulai kering dan merasa haus.

“eonnie, aku ambil minuman sebentar ne”pintaku

“nae, ambilkan untukku satu ya Meggy”

“nae eonni” ucapku sambil berlalu.

Aku pun mengambil minum di tempat minum yang sudah di sediakan. Ketika aku akan mengambil minum, tiba-tiba…

“Sungha oppa..”

To Be Continued

Makin gak nyambung kan? Jelek kan? Gimana menurut kalian? Jika kalian suka, dengan amat sangat memohon tolong tinggalkan jejak kalian, baik itu like ataupun sebuah komentar. Tapi lebih baik dua-duanya sih kekeke~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s