Another Love Story (Part 3)

Cast: Sungha Jung, Megan Lee, DooJoon (fiksi), Ji Eun (fi (fiksi), Hyura (fiksi) , Taeyang (fiksi)

Genre: Romance, Sad, School Life, Love Story

Disclaimer: ini ff MURNI dari fikiran saya sendiri, jangan ada yg copas tanpa bilang-bilang lebih dulu. Harap komen dan like jika kalian suka dan jika kalian anggap ini ff abal ato jelek gak di like ato komen jg gpp kok, makasih atas partisipasinya. Don’t be Siders (Silent riders) please komen, baik itu kritikan ato bukan tapi mohon komen, aku pengen tau gimana reaksi kalian sama ff aku ini, apa jelek ato engganya, makasih.

#Flashback

“ya! Kenapa kau diam saja huh? Apa kau bisu?” bentaknya seraya menjambak rambutku

“aah..aah eonnie, sakit” rinihku

“rasakan ini! Siapa suruh berani melawanku haha” ucapnya sambil mengecangkan jambakannya pada rambutku.

Tiba-tiba…

#Flashback off

#Taeyang Pov

            Hari ini adalah hari pertamaku sekolah di SMA baruku sebagai kelas XI. Aku pindahan dari Daegu Art High School. Oya, namaku Taeyang, Han Tae Yang. Di sekolah baruku ini kebetulan aku sekelas dengan yang namanya Sungha itu, dia salah satu murid terkenal di sekolah ini. Menurut penilaianku, dia sepertinya orang yang acuh terhadap semua murid perempuan, bahkan dia tidak sopan terhadap guru di sekolah ini.

            Sore ini rencananya aku akan melihat-lihat sekolah ini, sendirian. Hari pertama pun aku belum menemukan seorang teman, fiuh payah.      Pertama aku akan menyusuri koridor ruangan kesenian. Di sepanjang koridor banyak sekali lukisan-lukisan dan karya lain hasil murid sekolah ini.

Tapi, ketika aku sedang menikmati sebuah lukisan disamping pintu ruang kesenian, aku mendengar sesuatu. Seperti rintihan seorang wanita dan suara cempreng khas anak perempuan. Aku coba dekatkan telingaku di dekat pintu. Tapi rintihan suara itu semakin terdengar, sepertinya terjadi sesuatu didalam ruangan itu. Ya, aku harus melihatnya

BRAKK

Aku kaget melihat pemandangan yang sdang terjadi di depan hadapanku ini. Seorang anak perempuan yang aku yakin dia sedang di Bully oleh tiga orang dihadapannya. Aku yakin, perempuan yang sedang menjambak rambutnya itu adalah ketua dari geng mereka.

“Ya! Apa yang sedang kau lakukan huh?” tanyaku pada si ‘Ketua’ geng itu.

“ya! Siapa kau? Jangan ikut campur atau kau akan dalam  masalah!” jawab perempuan itu. ‘Wah bener, ni cewek ngajak ribut’ batinku kemudian.

“memangnya kau siapa, huh? Aku tidak akan takut!” tantangku

“kau belum tahu, huh? Haha aku ini anak dari pemilik yayasan ini!” jawabnya angkuh

“cih, sombong sekali kau ini haha. Mau kau anak pemilik yayasan kek, anak presiden kek, aku tidak akan takut. Dasar pengecut, berani bawa nama orangtua. Cih, cemen!” ucapku tak kalah angkuh.

“Ya! Kau ini! Kau ini siapa, huh? Jangan sok berkuasa di sekolah ini!” jawabnya

“ya! Lepaskan gadis itu!”

“tidak akan! Merrong week” jawabnya sambil memperkencang jambakannya pada gadis itu. Dia sudah benar-benar kelewata. Aku harus melakukan sesuatu kepadanya.

Aku pun berjalan mendekatinya yang tadinya aku berdiri diambang pintu sekarang sudah dihadapannya.

“eon..eonnie..sakit..” rintih gadis itu.

“Ya! Lepaskan dia! Dan kalian berdua, apa kalian tidak lelah selalu di suruh-suruh oleh gadis ini, huh?” tanyaku pada kedua teman gadis itu. Yang ditanya malah menundukkan kepalanya dalam-dalam, payah.

“Apa kau tidak punya telinga gadis manja? LEPASKAN DIA!” teriakku di telinganya

“Shirreo—tidak mau—“ jawab gadis itu tak mau kalah

“aish jinjja” bisikku. Aku pun segera menarik tangan gadis itu dan membawanya keluar, kulihat tangannya sangat merah akibat genggaman keras gadis menjengkelkan itu. Sepertinya didalam dia sedang memarahi dayang-dayangnya itu haha.

#Author Pov

            Taeyang pun menarik tangan Meggy yang sedang di genggam kuat oleh Hyura dan segera membawanya keluar dari ruangan kesenian itu. Sementara Hyura di dalam sedang memarahi teman-temannya yang hanya bisa diam saja dan tidak membela dirinya.

“YA! Kalian ini bagaimana, huh? Kenapa tadi hanya diam saja bukannya membelaku?” tanya Hyura keras sampai terdengar keseluruh ruangan.

“mi..mianhae Hyura-ssi, k..kami takut” jawab salah seorang temannya yang bernama Boram

“apa? Maaf? Ya! Apa kau tidak pernah merasakan bagaimana dipermalukan didepan orang yang kita benci, huh? Apa kalian pernah merasa? Atau kalian sudah bosan menjadi temanku, huh?” bentak Hyura lagi

“mianhae Hyura-ssi, lain kali kami pasti tidak akan berdiam diri seperti patung lagi. Ka..kami masih ingin menjadi teman kamu ko Hyura-ssi.” Jawab temannya lagi yang bernama Hyomin

“heuh, kali ini aku maafkan kalian. Yasudah, kita pulang saja, aku sudah muak dengan kejadian hari ini.” Perintahnya kepada dua orang “dayang”nya dan berlalu meninggalkan ruangan kesenian.

~Taman sekolah

“kau tidak apa-apa? Duduklah.” Tanya Taeyang pada Meggy. Tetapi yang ditanya malah berdiam diri saja dan menunduk. Mungkin dia menangis.

“duduklah, kau tenangkan duru dirimu, disini sepi kok dan aku yakin semua murid pasti sudah pada pulang.” Ucap Taeyang lagi dan mendudukkan Meggy di salah satu bangku taman yang ada disana.

—-hening beberapa menit—–

“apa kau sudah merasa baikan?” tanya Taeyang memulai pembicaraan. Meggy hanya bisa menganggukkan kepalanya.

“haish kau ini, aku tau kau pasti merasa tertekan kan? Tapi, sebaiknya kau tidak usah tanggapi ocehan gadis aneh itu. Lama-lama dia juga pasti capek sendiri” ucapnya lagi. *oia ada satu hal yang aku lupa, Taeyang disini agak cerewet yah hehe*

—hening beberapa detik—

“emm..gomawo sudah membantuku” ucap Meggy memulai pembicaraan yang sempat terpotong.

“akhirnya kau membuka mulutmu juga, fiuh. Kau sudah merasa baikan?” tanya Taeyang.

“n..nae”

“oia, namamu siapa? Kelas berapa?” tanyanya lagi

“Me..Megan Lee imnida, aku kelas X-1” jawab Meggy seadanya.

“oh rupanya kau Hoobae-ku yah haha” jawabnya terbahak

“nae? Tapi aku belum pernah melihat oppa sebelumnya” ucap Meggy dengan muka polos

“nae, memang aku murid pindahan dan aku baru pindah dari sini”

“oh pantas saja aku belum pernah melihatmu oppa, tapi sepertinya kau orang yang menyenangkan oppa”

“haha, jinjja? Aku memang begini adanya haha” ucapnya.

“nae, kau orang yang ceria oppa. Emm, apa kau mau berteman denganku oppa? Anggap saja ini sebagai tanda terimakasih ku kepadamu” pinta Meggy

“jadi kau berteman denganku karena hanya ingin membalas budiku?” tanyanya sambil memajukan sedikir mulutnya seperti entuk keurucut.

“aah aniyeo oppa haha kau lucu sekali haha” jawab Meggy.

“jinjja? Haha baiklah aku ingin menjadi temanmu ^^~”  jawab Taeyang. Sepertinya Meggy sangat senang bertemu orang seperti Taeyang. Seperti semua masalahnya dengan Hyura dan Sungha.

Setelah mengobrol beberapa saat dengan Taeyang, sepertinya Meggy cocok dengan Taeyang. Bukan berarti cocok dalam menjalin hubungan, tetapi cocok untuk menjalin persahabatan. Taeyang orangnya mudah akrab sama halnya dengan Meggy. Saking asiknya Meggy mengobrol dengan Taeyang, dia sampai lupa kalau dia punya janji dengan Sungha dan kedua gurunya.

“ah oppa, aku lupa aku harus ke ruangan kesenian lagi sekarang.” Ucap Meggy tiba-tiba.

“nae? Ya kau ini, untuk apalagi kau kesana? Kau ingin disiksa lagi sama nenek sihir itu, huh?” tanya Taeyang kesal

“aniyeo oppa, aku ada janji dengan songsaenim dan Sungha oppa”

“Sungha Jung maksudmu? Ada perlu apa?” tanyanya yang sekarang lebih halus.

“kau akan tau sendiri nanti oppa, aku pergi ya. Annyeong!” ucap Meggy lalu pergi berlari meninggalkan Taeyang yang masih terduduk sendiri di bangku taman itu.

“ya! Megan Lee! Aish jinjja”

~Ruang Kesenian

#Sungha Pov

            Kenapa sepi sekali disini? Tumben-tumbennya si gadis aneh itu belum datang, biasanya dia yang paling rajin datang awal. Daripada aku terus-terusan menunggu mereka diluar sini mendingan aku masuk saja kedalam dan mencoba lagi memainkan I’m In Love nya Narsha.

—beberapa menit kemudian—

“aish jinjja! Ini membosankan, kemana mereka semua ini? Kenapa belum datang? Aargh” teriakku.

“hosh hosh annyeonghaseyo! Jeosonghamnida aku terlambat!” ucap seseorang dari arah pintu masuk yang ternyata si gadis aneh itu.

“ya! Kenapa kau terlambat, huh?” tanyaku

“ah mi..mianhae oppa tadi aku ada keperluan sebentar”. Jawabnya.

“aish, terus Mr. Kim dan Miss Sarah kemana?”

“aa..aku tidak tahu oppa, lebih baik kita tunggu saja”

“yasudah, cepat masuk lalu tutup pintunya!” perintahku

—hening beberapa saat—

#Author Pov

“o..oppa..” ucap Meggy tiba-tiba saat Sungha sedang enak-enaknya memainkan gitarnya.

“wae?” jawabnya ketus.

“err..ke..kenapa kau selalu bersikap dingin kepada semua perempuan?” tanya Meggy memberanikan diri. Sebenarnya Meggy sudah sangat penasaran  ingin tahu kenapa Sungha selalu bersikap dingin kepada semua perempuan.

“bukan urusanmu” jawabnya kembali ketus.

“ya oppa! Bisa tidak kau sopan sedikit terhadap perempuan, huh?” tanya Meggy

“ya! Ada apa denganmu huh? Kenapa tiba-tiba melunjak begini?” tanya Sungha balik.

Meggy seperti itu karena tadi saat dia mengobrol dengan Taeyang ditaman tadi dia sedikit bercerita tentang dirinya jika ia sedang menyukai seseorang tetapi orang itu malah bersikap dingin dan tidak menyadarinya. Taeyang juga sempat memberi saran jika dia harus berani menghadapi laki-laki seperti itu dan tidak hanya diam saja.

“kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku oppa? Apa kau juga bersikap dingin pada ibu mu, huh?” tanya Meggy makin berapi-api.

“ya Megan Lee! Ada apa denganmu, huh?” tanya Sungha yang semakin keheranan

“oppa! Aku lelah dengan sikapmu ini. Aku tidak mau penampila kita nanti di festival kacau karena sikapmu ini.”

“ya! Apa hubungannya dengan sikapku, huh? Marhae! Marhaebwa!” pinta Sungha

“ya oppa! Jika sikapmu ini terus dipertahankan, aku tidak mau berkolaborasi dengan laki-laki yang tidak punya perasaan!”

“ya! Apa maksudmu dengan Laki-Laki-Yang-Tidak-Punya-Perasaan, huh?” tanyanya dengan suara tinggi.

“ekhem..ekhem..” ucap seseorang, sontak mereka berdua pun membalikkan badan mereka ke asal suara itu.

“aa..so..songsaenim, jeosonghamnida.” Ucap mereka berdua yang kemudian berdiri dan membungkukkan badan mereka. ­—note: Miss Sarah dan Mr. Kim sering di panggil juga songsaenim—

            Memang sejak mereka berdua bertengkar, Miss Sarah dan Mr. Kim sudah berada di depan ruangan kesenian menyaksikan mereka berdua bertengkar. Tetapi mereka berdua tetap tidak menyadari kehadiran Miss Sarah dan Mr. Kim.

“Ige mwoya? Kenapa kalian bertengkar?” tanya Miss Sarah

“ah..aniyeo Miss, lebih baik kita mulai saja latihannya.” Jawab Meggy.

“baiklah, ini latihan pertama kalian, jadi yang serius yah.” Ucap Miss Sarah

“nae, algesseumnida Miss.” Jawab Meggy dan Sungha berbarengan.

—satu jam kemudian—

“baiklah, latihan hari ini sampai disini dulu, sampai bertemu dilatihan berikutnya.” Ucap Mr. Kim

“kalian boleh pulang sekarang.” Tambah Miss Sarah.

“nae, annyeong Miss Sarah, Mister Kim.” Ucap Meggy dan Sungha.

—halte bus—

#Meggy Pov

            Huuh andai aku bisa membawa mobil sendiri seperti Sungha oppa dan Hyura eonnie juga yang lainnya, pasti aku sekarang sudah ada dirumah. Kenapa juga Appa masih tidak mengizinkanku membawa mobil sendiri. Aku kan sudah SMA, huh sebal.

“Neon nappeun nom, appa!” teriakku, sontak semua orang yang ada di halte bus menatapku heran.

“aa, jeosonghamnida, jeosonghamnida.” Ucapku sambil menundukkan badan.

Tiba-tiba ada seseorang menepuk pundakku, dan seseorang itu adalah…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s