Another Love Story (Part 5)

 

Cast:    -Sungha Jung

            -Megan Lee

            -And Others

Genre: Romance, School Life, Love Story

Disclaimer: Fanfiction ini murni berasal dari kepala saya. So, don’t be plagtiatrism 😀 bisa juga di baca di www.delianiahmad.wordpress.com J

 aduh, maaf agak lama nge-post nya. aku agak sibuk semenjak kelas 9 -__- ceritanya masih nyambung lagi ke part selanjutnya ko 🙂 tapi aku gak janji bakalan post-in nya cepet ya ^^ soalnya dua minggu lagi aku UN ): minta do’anya ya yeoreobun ^^

#FlashBack

Keesekoan harinya…

            Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi tapi aku masih belum siap-siap berangkat. Aku masih sibuk dengan aktifitasku di kamar mandi. Saking asiknya sampai lupa kalau sekarang sudah jam 8 pagi. Aku pun cepat-cepat keluar kamarku dan menggati pakaianku menjadi seragam sekolahku.

            Setelah itu, aku cepat-cepat turun dan pamit kepada eomma dan appa.

“eomma, aku berangkat~!” ucapku sedikit berteriak sambil setengah berlari.

“jagi-ya~! Kau tidak akan sarapan?” tanya eomma

“ani eomma, aku sudah telat. Aku berangkat~!” ucapku terburu-buru.

            Aku pun berlari menuju pintu gerbang rumahku. Tadinya aku ingin ikut bersama mobil appa, tapi appa ternyata sudah berangkat duluan, haish. Tapi, kulihat di depan gerbang rumahku ada seorang namja yg sdang berdiri menghadap kearah jalan. “nuguya?” ucapku tanpa sadar.

“oh wasseo, cepat naik.” Ucapnya datar.

“nae? Ya! Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanyaku sedikit berteriak.

“ck, palliwa~!” ucapnya berteriak.

#FlashBack End

#Sungha Pov

“oppaaaaaaaaaaa” teriak Sooha dari lantai bawah. “palliwa, aku sudah terlambat ke sekolah ><” sambungnya lagi.

            Suara Sooha membahana ke seluruh rumah. Tumben sekali dia sudah mengajakku berangkat pagi-pagi, padahal ini baru jam setengah 7 ck dasar bocah aneh.

“nae, nae, tunggu sebentar chagie, oppa ingin sarapan dulu, nae? (;” ucapku sambil menuruni anak tangga.

“andwae oppa, kau tidak boleh sarapan u,u” kata Sooha.

“ya! Waeyo? Aku lapar, kau mau oppamu yang tampan ini pingsan di sekolah, huh?” tanyaku berusaha mengontrol emosiku. Aku yakin, dia pasti sedang menginginkan sesuatu.

“itu urusanmu oppa, aku kan tidak satu sekolah denganmu, weeeek :p” jawabnya lagi.

“ya! Kau mau aku cubit, huh?” ucapku lepas kendali.

“sudah-sudah, ini eomma bikinin bekal untukmu. Kau bisa memakannya di dalam mobil J” ucap eomma tiba-tiba sambil memberikanku sekotak roti isi.

“eooommaaa, aku kan sudah besar. Sudahlah biar aku makan saat istirahat saja.” Jawabku sambil sedikit merengek.

“tidak apa-apa, untuk hari ini saja, nae J apa kau tidak kasihan pada eomma, huh?” tanya eomma lembut.

“haish, baiklah. Eomma aku berangkat dulu. Bocah bawel, kajja.” Ucapku sambil menunduk ke arah eomma.

“eomma, aku berangkat. Annyeong J” ucap Sooha manis.

“nae, hati-hati ya. Sungha-ya, kau jangan terlalu cepat membawa mobilnya nae.” Teriak eomma dari dalam rumah dan hanya di jawab olehku dengan sebuah anggukan. Tidak sopan memang hehe.

            Aku dan Sooha pun masuk ke dalam mobil sport milikku. Sooha duduk di kursi penumpang sebelahku sementara aku duduk di belakang stir mobil. Sebelum aku menyalakan mesin mobil, tiba-tiba Sooha berbicara kepadaku.

“oppa, bisakah kau mengabulkan permintaanku? Kali ini sajaa.” Ucapnya sambil mengaitkan kedua tangannya seperti hendak berdo’a.

“ck, kau mau meminta apa lagi? Jangan meminta yang aneh-aneh -__-“ jawabku.

“hihi. Err bisakah sebelum berangkat kita pergi ke rumahnya Meggy eonnie dulu?” tanyanya.

“mwo? Untuk apa?” tanyaku balik.

“err, kita berangkat bersama dengannya ya oppa. Kasihan, setiap hari dia selalu menunggu bus hingga beberapa menit. Waktu itu sangat berharga bukan oppa? J” jawabnya sok manis, hhh.

“andwae wlee.” Ucapku.

“oppa! Nappeun nom, aku akan adukan pada eomma dan appa.” Ucapnya sambil memukul lengan kananku.

“ya! Appo, baiklah, untuk hari ini aja -__-“ jawabku.

“jinjja? Whoa gomawoyo oppa, chu.” Teriaknya kegirangan sambil mencium pipi sebelah kananku -_- kebiasan.

“naeee”

            Aku pun menyalakan mesin mobilku dan meninggalkan rumah. Selama di perjalanan kami sama sekali tidak berbicara. Sooha sibuk dengan earphone nya dan tertidur? Dasar anak itu, lebih baik aku makan saja lah. Tidak ada salahnya kan makan sambil menyetir mobil? Kekeke

            Sesampainya di rumah Meggy, aku pun segera memakirkan mobilku di depan rumahnya. Kulirik rumahnya didalam mobil. Sepertinya dia anak konglomerat. Lihat saja, rumah mewah dengan taman dan air mancur di tengah tamannya itu. Mobil ada dua yang di luar belum lagi mungkin yang ada di dalam garasinya. Ckck. Tapi kenapa anak ini seperti yang biasa-biasa saja ya? Berangkat dan pulang selalu menggunakan bus. Padahal mobil banyak, kenapa dia tidak membawa mobil saja ke sekolah.

“eeng, oppa kita sudah sampai di sekolah?” pertanyaan Sooha membuyarkan lamunanku.

“ne? ah aniy, kita sudah sampai di rumah Meggy-ssi.” Jawabku.

“eo? Jinjja? Kalo begitu, oppa tunggu di luar mobil saja, agar Meggy eonnie bisa tahu kalo ini mobil oppa hihi.” Pintanya padaku.

“hm ne arasseoyo”

            Aku hanya bisa mengangguk dan mengikuti apa yang dikatakan Sooha. Jika tidak, whoa terlalu mengerikan untuk dibayangkan haha. 5 menit, 10 menit. Apa dia sudah berangkat?

“ya Sooha, kita pergi saja sekarang. Mungkin dia sudah berangkat.” Ucapku sambil memutarkan badan menghadap sisi mobil sebelah kiri.

“andwae oppa. Kita tunggu saja sebentar lagi. 5 menit. Eottae?” pinta Sooha.

“baiklah baiklah. Hanya 5 menit. 5 menit. Tidak boleh lebih.” Jawabku

“ne uri oppa wlee.” Cibir Sooha sambil memeletkan lidahnya.

“aish.”

#5 menit kemudian

“eoh wasseo. Cepat masuk.” Ucapku datar ketika melihat Meggy sudah berdiri di depan rumahnya.

“nae? Ya! Apa yang sedang kau lakukan disini?” bentaknya.

“ck palliwa. Kau lihat, Sooha sampai tertidur karena menunggumu.” Ucapku sambil menunjuk Sooha yang sedang tertidur. Ck dasar bocah.

“eo? Tapi aku kan tidak meminta kalian berdua menungguku.” Balasnya. Dasar keras kepala.

“dasar bawel.”

“hah? Apa kau bilang? Balasnya lagi tak mau kalah.

“aku bilang kau bawel, waeyo? Masalah buat aku, eoh?” jawabku tak mau kalah.

“aish, dasar plagiat.”

“eo? Kau bilang apa? Aku plagiat? Aish, cepat masuk.” Ucapku sambil menariknya masuk kedalam mobil.

#di dalam mobil

            Hening. Tak ada yang memulai pembicaraan. Sooha masih terlelap. Aku focus mengemudi sedangkan dia. Entahlah, aku tak peduli. Tiba-tiba ponselku berbunyi. ‘tumben sekali ada yang menelponku pagi-pagi’ batinku.

“yobseo.” Ucapku pada seseorang di telpon.

“….”

“ne, aku sendiri. ini dengan siapa?”

“…..”

“Tamy?  Jo Tamy maksudmu?”

“…..”

“aah, kenapa kau baru menghubungiku sekarang. Bogoshipoyo.”

“…..”

“jinjja? Baiklah aku akan menjemputmu sekarang. Tunggu aku, ne J” ucapku mengakhiri pembicaraan.

“err..maaf, aku turun disini saja. Aku akan naik bus saja ke sekolah dengan begitu kalian bisa pergi ke bandara.” Ucap gadis itu tiba-tiba.

“eh? Tidak usah, akan aku antarkan dulu kau ke sekolah.” Jawabku merasa tak enak padanya.

“lalu bagaimana denganmu? Kau tidak akan ke sekolah?” tanya nya lagi.

“untuk hari ini mungkin tidak, lagi pula aku malas dengan pelajaran Shin songsaengnim.” Jawabku.

“ya! Kau ini bagaimana? Hari ini kan kita harus latihan untuk festival.” Ucapnya keras.

“kau membentakku? Kau mau aku turunkan di sini saja? Lagi pula disini jauh dari halte bus.” Jawabku enteng.

“ne? baiklah terserah kau saja. Kali ini aku akan menurutimu, jika tidak aku bisa terlambat masuk sekolah.” Ucapnya lagi dan di jawab olehku dengan senyum kemenangan, haha.

Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami berdua. Bagaimana dengan Sooha? Jangan ditanya, dia sekarang sedang asik bermain game di tablet kesayangannya itu, ckck.

“ah itu Taeyang, aku turun disini saja. Aku bisa ke sekolah bersama Taeyang.” Ucapnya. Hampir saja aku terlonjak kaget akibat ucapnnya yang tiba-tiba itu.

“mwo? Taeyang? Han Tae Yang?” tanyaku padanya. “aku tak melihatnya.” Ucapku lagi.

“itu, di halte bus depan. Tadi aku melihatnya, ah dia terhalangi oleh laki-laki disampingnya yang memakai coat warna hijau army.” Jawabnya sambil menunjuk-nunjuk ke dapan.

“baiklah. Turunlah.” Ucapku singkat.

“ah ne, neomu neomu kamsahamnida ^^” ucapnya lalu turun dari mobilku dan menghampiri Taeyang.

            Jujur aku agak berat hati. Dia boleh saja pergi ke sekolah dengan laki-laki lain tapi jangan dengan Taeyang. Kenapa selalu Taeyang? Aaargh..tunggu, ada apa denganku? Aish.

 

~To Be Continued~

Image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s