Can I Love Her? (Part I)

Image

Judul: Can I Love Her?

Author: Delianiaza

Genre: Romance, School Life, Chapter

Cast: Kim Jong in, Kang Yoojin (OC), Jung Sungha, and other.

Twitter: @Odel_ia

Sebelumnya, perkenalkan nama saya deliani J maaf jika ff bikinan saya kurang puas atau gimana, maklum saya masih awam soalnya J oiya, saya pake nama Sungha Jung disini sebagai tokoh yang gak seneng sama Jongin. Tapi bukan berarti saya gak suka sama Sungha Jung ya, saya masukin nama dia karena saya suka hihi. Bagi yang belum tau, Sungha Jung itu gitaris muda asal korea J bisa di search ko hehe. Satu lagi, saya juga sengaja pake nama asli mereka kecuali Suho dan Kris. Gapapa kan? Hihi J Jangan lupa RCL ya ^^

Can I Love Her?

Part I

SIANG ITU aku dan teman-teman ku akan pergi ke kantin. Tak sengaja kami melewati sebuah bangku di dekat taman sekolah. Tak ada yang special memang, tapi orang yang duduk di bangku itu yang membuat perhatian kami tertuju padanya. Aneh saja, jaman sekarang apa masih ada perempuan yang masih mau dibodohi oleh kekasihnya sendiri? di marah-marahi? Jaman sekarang derajatnya perempuan itu sudah sama dengan laki-laki.

“ya! Kau sedang apa berdiri disana? Kau ingin menyaksikan film gratis itu? Hey, ayolah. Itu urusan mereka jangan ikut campur.” Sahut Suho salah satu temanku yang berada tidak jauh di tempatku berdiri menyaksikan pasangan itu ah lebih tepatnya laki-laki yang sedang membentak pacarnya sendiri.

“eo? Aniya.” Jawabku tersadar lalu berlari menyusul mereka yang sedang berdiri menunggu. “aku hanya heran saja dengan perempuan itu, mau saja dia di bentak-bentak oleh pacarnya. Ckck.” Tambahnya.

“aigoo, kalian ini seperti anak gadis saja. Berdiri di tengah jalan sambil bergosip. Lebih baik kalian rubah gender saja menjadi perempuan.” Ucap Chanyeol salah satu teman dekatku. Dia orangnya memang frontal. Tapi itu pun hanya dijadikan lelucon saja, untuk mencairkan Susana.

“Pletak! Kau sama saja dengan mereka, yeol. Kajja, perutku sudah berontak ingin diisi. 20 menit lagi bel masuk.” Sahut Kris menengahi, dia adalah salah satu teman dekatku yang paling dewasa di antara kami semua. Entah kenapa dia bisa seperti itu, mungkin karena dia yang paling tua diantara kami semua jadi dia merasa harus bertanggung jawab atas kami. Kami pun berlalu meninggalkan pasangan itu dan pergi ke kantin.

*Yoojin side*

AKU hanya bisa menundukan kepalaku mendengar semua ucapan Sungha oppa. Entah kenapa 2minggu terakhir ini dia selalu memarahiku. Aku tidak tahu letak kesalahanku di mana. Masalah kecil selalu saja dia besar-besarkan. Ya Tuhan, ada apa sebenarnya dengan Sungha oppa? Batin Yoojin.

oppa keumanhae! niga nahante eotteohke geureol su ini?(oppa hentikan! Bagaimana bisa kau lakukan ini padaku?) aku pacarmu sendiri oppa.” Ucapku memotong ucapan Sungha oppa yang sedang memarahiku gara-gara aku tidak membawakan bekal makan siangnya.

”ya! Kau sudah berani sekarang? Ck, siapa yang mengajari, eoh?” tanya Sungha oppa dengan nada melecehkan.

nege seobseobhada oppa (aku kecewa padamu oppa). Dulu oppa tidak seperti ini, tapi kenapa sekarang oppa menjadi begini? Oppa selalu saja memarahiku walaupun itu Cuma masalah kecil. Apa yang sebenarnya terjadi padamu oppa? Apa aku punya salah padamu, oppa?” jawabku sambil menangis. Aku tak peduli semua siswa yang sedang di taman ini melihat tingkah kami berdua.

“kau tidak menyadarinya? Hah, kau terlalu malu-malu. Aku tak suka. Aku kira kau akan berubah, tapi ternyata tidak. Sudahlah, lebih baik kita sudahi saja hubungan kita ini.” Jawabnya lalu pergi meninggalkanku yang masih terduduk menangis di bangku taman sekolah.

*Jongin’s side*

“ya, apa yang sedang kau pikirkan? Cepat habiskan makananmu, lima menit lagi bel masuk berbunyi.” Sahut Chanyeol tiba-tiba menyadarkan lamunanku.

“aku masih memikirkan gadis yang di taman tadi.” Jawabku sembari memasukkan makanan kedalam mulutku.

“aigoo, tak usah terlalu di pikirkan. Dia bukan siapa-siapamu. Lagi pula, kau tak ada hubungannya dengan pasangan itu, kan? Kau tak usah ikut campur dengan urusan pasangan itu jika kau tak mau kenapa-kenapa.” jawab Kyungsoo dengan raut wajah serius. Kyungsoo adalah teman satu bangku ku dan dia yang paling dekat denganku.

“memangnya kenapa? Ada apa dengan pasangan itu?” tanya Suho yang merasa tertarik dengan arah pembicaraan kami.

“kalian tidak tahu? Kalian benar-benar tidak tahu siapa laki-laki itu?” tanya balik Kyungsoo membuat semua penasaran.

“ya! Cepat katakan!” ucap Kris sembari menjitak kepala Kyungsoo yang ternyata tertarik dengan obrolan ini.

“hoho, kau tertarik Mr. Wu? Baiklah, dia Jung Sung-Ha atau biasa di sapa Sungha Jung. Dia gitaris muda yang sudah terkenal saat ini. Dan kalian tahu? Dia sangat di segani oleh semua anak laki-laki di sekolah ini. Karena apa? Karena dia tidak akan segan melawan siapa saja yang berani kepadanya, meskipun anak itu adalah paling pintar dalam hal bertarung karena dia punya banyak bodyguard yang siap melayaninya. Dan ayah dia adalah donator tertinggi di sekolah ini.” Jawab Kyungsoo panjang lebar dengan raut wajah seperti seorang gadis yang sedang bergosip ria dengan teman-temannya.

“dan jaeneun nallariya (dia itu playboy)” tambahnya sedikit berbisik.

jinjjaro? (benarkah?) apa yang kau maksud donator tertinggi itu tuan Jung Woojung?” tanya Yeol sedikit kaget.

“tentu saja. Memangnya siapa lagi?” jawab Kyungsoo.

“bukankah jika seorang laki-laki playboy itu wajar ya? Lihat saja Yeol, dia bahkan mempunyai 5 pacar sekaligus.” Sahut Jongin dengan wajah polosnya itu sambil mengarahkan dagunya kearah Chanyeol. Sedangkan Yeol hanya bisa diam saja mendengar namanya disebut itu. Karena itu memang kenyataannya.

“menurut anak-anak gadis, dia –Sungha– itu bukan playboy biasa. Dia hanya akan memacari seorang gadis yang benar-benar lugu dan lemah. Tapi tetap saja banyak gadis yang mendekati dia. Aigoo, apa mereka –para gadis– itu buta? Tidak bisakah kalian lihat kami yang lebih keren daripada lelaki itu? Aish.” Rutuk Kyungsoo.

“ya! Kau ini laki-laki apa perempuan? Jiwa tukang gosipmu itu semakin hari semakin bertambah besar. Aku kira kau hanya pandai memasak saja, ternyata pandai bergosip juga. Aigoo.” Sahut Suho kesal setelah memukul kepala Kyungsoo itu. Kyungsoo memang pandai bergosip, tapi tetap tak mengurangi ketampanannya itu.

KRING!!!

“sudah sudah! Kalian ini selalu saja mempermasalahkan Kyungsoo yang senang bergosip. Lebih baik kita ke kelas saja, bel masuk sudah berbunyi.” Lerai Kris sang penengah.

-jam pulang sekolah-

*Author’s side*

KINI tinggal Yoojin seorang yang ada di dalam kelas. Ia sedang membereskan buku-bukunya yang masih ada di atas mejanya. Yoojin pun bergegas meninggalkan kelasnya yang kini sudah kosong.

Ketika sedang berjalan di koridor sekolah yang sepi, tiba-tiba ada seseorang yang sedang berlari dengan cepat dan Yoojin tidak menyadarinya. Orang itu juga tidak menyadari jika ada Yoojin yang sedang berjalan lesu sambil menunduk itu. Dan akhirnya orang yang berlari itu pun menabrak Yoojin.

eo, jeosonghamnida. Gwaenchanayo? (oh, maaf. Kau tidak apa-apa?” tanya orang itu setelah membantu membereskan bukunya dan buku orang itu yang jatuh berserakan. Orang itu tak henti-hetinya membungkukkan badannya beberapa kali tanda meminta maaf.

aniyo, gwaenchanayo. (tidak, aku baik-baik saja) pernisi.” Jawabnya lalu pergi meninggalkan orang itu.

***

JONGIN berlari menyusuri koridor sekolah sendirian. Dia sengaja di tinggalkan oleh teman-temannya karena masih enak tertidur setelah jam pelajaran selesai. Mereka sudah berusaha membangunka Jongin, tapi tetap saja ia tak mau bangun dan akhirnya dia di tinggal pulang.

Saking buru-buru nya Jongin, ia tak sempat melihat jalan di depannya karena sibuk membetulkan tali tasnya yang tak mau betul juga sehingga ia menabrak seseorang yang sedang berjalan.

*Jongin’s Side*

BRUG!

Semua buku yang ada di dalam tas Jongin dan yang sedang di pegang oleh orang itu pun berserakan.

jeosonghamnida. Gwaenchanayo? (maaf. Kau tidak apa-apa?)” tanyaku setelah selesai membereskan buku milikku dan miliknya yang berserakan di lantai koridor sekolah.

anio.gwaenchanayo. (tidak, aku tidak apa-apa) permisi.” Jawabnya lalu pergi meninggalkanku. Tunggu! Bukannya itu gadis yang ada di taman tadi? Maksudku yang duduk di bangku taman bersama Sungha.

“jamkkanman yo. Ya! (tunggu sebentar. Hey!” panggilku pada gadis itu yang sudah berjalan cukup jauh di depanku.

ne? (iya?) kau memanggilku?” jawabnya setelah memutarkan badannya menghadapku. Aku pun berlari kecil ke tempat dia dimana berdiri.

“bukankah kau gadis yang duduk di taman bersama Sungha tadi?” tanyaku hati-hati agar tidak melukai perasaannya. Dia terdiam sejenak dan menunduk. Lalu menjawab. “ne. waeyo? (iya. Memangnya kenapa?)” jawabnya tersenyum. Senyum yang dipaksakan keluar.

eotteohge doelkkayo? (apa yang terjadi?) itu pun jika kau tak keberatan.” Tanyaku lebih hati-hati. Bisa saja kan dia tiba-tiba menamparku dan bilang ‘kau ini bukan siapa-siapa dan tidak ada hubungannya dengan hubungan kami jadi tidak usah ikut campur.’ Entah kenapa tiba-tiba aku jadi ingin tahu yang sebenarnya terjadi dalam hubungan mereka. Padalah aku tidak kenal gadis ini dan Sungha sebelumnya.

aniyo. Gwaenchanayo. (tidak, tidak apa-apa.) hubungan kami baik-baik saja. Yang kau lihat tadi hanya masalah kecil biasa yang terjadi di setiap pasangan kekasih.” Jawabnya sambil tersenyum manis. Kali ini benar-benar manis. Sepertinya dia pintar sekali menyembunyikan sesuatu.

aah..geurae. (aah…begitu). Kau kelas berapa? Kenapa baru pulang sekarang?” ucapku. Ah benar-benar ini, jiwa keingintahuanku yang sangat besar ini muncul lagi. Aish.

“aku kelas 11-D. kau sendiri?” tanyanya. Benar-benar singkat.

jinjja? (benarkah?) aku kelas 12-B. aku kira kau sekelas dengan Si Play- maksudku Sungha. Hehe.” Jawabku sedikit canggung. Hampir saja aku kelepasan menjaga ucapanku ini. Aigoo. ‘Jongin babo.’ Rutukku dalam hati.

aniyo. (tidak) baiklah, aku permisi seonbae. (senior)” ucapnya lalu membungkukkan badannya 90 derajat. Aigoo, aku kira hoobae (junior) yang seperti dia sudah tak ada. Ckck.

jamkkanman! (tunggu) kita pulang bersama. Kau tak keberatankan?” tawarku.

ne?aah..a..aniyo. gwaenchana. (iya? Aah..ti..tidak. tidak apa-apa).” Jawabnya sedikit kaget. Mungkin ini terlalu cepat untuk dekat dengannya. Tapi mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagiku untuk bisa menjauhkannya dari ‘Si Playboy cap Senar Gitar’ itu. Kekeke.

“tidak baik perempuan pulang sore sendirian, setidaknya ada seseorang yang menemaninya.” Ucapku. Kulihat raut wajahnya tambah berubah, sepertinya dia ketakutan. “tenanglah, aku tidak akan macam-macam padamu.” Tambahku.

Dia terdiam, kulihat dia menggerakkan kepalanya ke kanan dank e kiri bermaksud mencari seseorang mungkin. “aigoo kau tak usah takut. Kajja.” Ucapku lalu reflex memegang tangan gadis itu dan membawanya ke halte bus dekat sekolah.

-halte bus-

*Yoojin’s side*

Dugeun dugeun dugeun. Aigoo, kenapa tiba-tiba aku merasa gugup ketika dia mengenggam tanganku. Tapi bagaimanapun juga dia tak sopan terhadapku karena sudah memegang tanganku sembarangan. Aku bahkan tidak kenal dengan seonbae yang satu ini. Tapi entah kenapa, rasanya nyaman ketika dia menggenggam tanganku.

“aigoo, mianhae aku sudah lancang memegang tanganmu padahal kita baru kenal.” Ucap pria itu dan buru-buru melepaskan genggamannya dari tanganku.

“ne?” jawabku yang masih belum mengerti kenapa dia mengucapkan kata ‘kenal’ padahal kami belum mengetahui nama masing-masing.

“eo? Aigoo aku lupa memperkenalkan diriku. Aku Jongin. Kim Jongin. Tapi teman-temanku biasa memanggilku’kkamjong’ karena kulitku yang agak gelap ^^” ucapnya seraya tersenyum bangga memperkenalkan dirinya dan menyebut dirinya gelap.

“aku Kang Yoojin. Senang bertemu denganmu, seonbae.” Jawabku seraya membungkukkan badanku tanda menghormati yang lebih tua.

“kau tinggal dimana?” tanyanya.

“rumahku tidak jauh. Aku naik bus A. Ah, busku datang. Permisi.” Jawabku lalu membungkukkan badanku. Untung bus tujuanku cepat datang, kalau tidak mungkin aku sudah mati karena canggung.

“ah sayang sekali busku berbeda denganmu. Baiklah, sampai jumpa besok.” Katanya seraya tersenyum. Aku pun naik bus tujuanku.

-keesokan harinya-

*Author’s side*

PAGI ini Jongin berjalan menyusuri koridor sekolahnya dengan hati yang senang. Ia berjalan masuk menuju kelas nya sambil bersiul. Semua teman-temannya sedang berkumpul membicarakan Jongin yang pasti akan marah besar karena di tinggal pulang sendirian kemarin.

“hai teman-teman. Bagaimana kabar kalian? Pagi ini sangat cerah bukan?” sapa Jongin ceria sementara teman-temannya hanya memasang wajah ada-apa-dengan-dia.

“kau..kau tidak marah Jong?” takut-takut Chanyeol bertanya pada Jongin. Jika Jongin sudah marah, wah bahaya sekali.

“marah? Marah kenapa? Orang-orang berkata jika kita sering marah kita akan cepat tua.” Jawabnya tanpa sedikitpun menghilangkan wajah cerianya ini.

“ya Kkamjong! Apa kau sakit?” tanya Suho sembari memegang kening Jongin yang kemudian tangan itu di tepis oleh Jongin.

“kau ini apa-apaan, hyeong! Aku sehat-sehat saja.” Ucapnya dengan wajah ceria nya yang masih setia terpasang diwajahnya.

“lalu apa yang terjadi sehingga kau bisa seperti ini? Kau juga tak biasanya memanggil Suho dengan sebutan ‘hyeong’.” Tanya Kris. Jongin memang yang paling muda diantara mereka. Walau hanya berbeda satu tahun dengan teman-temannya.

“kalian masih ingat dengan gadis yang bersama Sungha di taman kemarin? Ternyata dia cantik sekali. Ya Tuhaaan.” Seru Jongin bahagia. Bibirnya sama sekali belum berhenti mengembang.

“masalah gadis ternyata.” Ujar Kyungsoo yang sedari tadi diam.

“kau bertemu dengan dia dimana?” tanya Chanyeol yang mulai tertarik dengan kisah asmaranya Jongin.

“kemarin aku bertemunya di sekolah lalu pulang bersama. Bukankah itu keren hyeong? Haha.” Jawab Jongin ceria.

“berhentilah memanggil kami ‘hyeong’ itu menggelikan, Jong.“ ujar Chanyeol. Jongin memang selalu memanggil teman-temannya dengan sebutan ‘heyong’ jika ia sedang senang saja atau hal-hal tertentu yang mengharuskannya memanggil mereka dengan sebutan ‘hyeong’

“kalian pulang bersama? Bagaimana bisa?” tanya Kyungsoo sementara Suho dan Kris hanya menjadi pendengar yang tenang saja.

“baiklah, Yeol. Kali ini aku tidak akan marah kepada kalian semua karena meninggalkanku sendirian kemarin. Aku ingin berterima kasih karena kalian telah meninggalkanku.” Jawab Jongin. “kemarin aku tak sengaja menabrak dia di koridor yang sedang berjalan ketika aku sedang berlari karena takut tertinggal dengan kalian. Dan dari kejadian itu lah aku tahu dia haha.” Tambahnya.

“siapa nama dia? Dan kelas mana dia?” tanya Suho yang ternyata mulai semakin tertarik.

“namanya Kang Yoojin. Dia anak kelas 11-D.” jawabnya pasti.

“mwo? Jadi dia hoobae kita?” tanya Kyungsoo.

“yeap.”

KRING!!

“aish kenapa belnya harus berbunyi sekarang?” rutuk Chanyeol.

***

“selamat pagi anak-anak.” Sapa Shin songsaengnim. Guru fisika terbaik di sekolah kami ini.

“selamat pagi songsaengnim.” Jawab seluruh siswa yang ada di dalam kelas.

“baiklah sekarang letakkan tugas kalian diatas meja masing-masing.” Ujar Shin songsaengnim.

“eo? Aigoo bagaimana ini? Aku belum mengerjakannya. Oy Jongin-ie, kau sudah mengerjakannya?” tanya Chanyeol yang tampak khawatir karena tugasnya belum di kerjakan.

“tentu saja. Semalam aku sangat semangat sekali mengerjakan tugas ini ^^” jawab Jongin sembari memperlihatkan buku tugasnya.

“ya ya ya. Aku pinjam buku tugas mu sebentar ya.” Ucap Chanyeol langsung merebut buku itu dari tangan Jongin.

“nado.” Ucap Suho yang duduk di sebelah Chanyeol.

“ckck baiklah tapi kalian harus cepat sebelum Shin songsaengnim datang ke meja ku untuk memeriksa tugas. Kalian sudah mengerjakannya?” tanya Jongin pada Kris dan Kyungsoo.

“aku mengerjakannya di tempat lesku kemarin hehe.” Jawab Kyungsoo.

“tentu saja.” Jawab Kris. Mana mungkin seorang Kris Wu tidak mengerjakan tugas yang di beri songsaengnim apalagi ini tugas fisika, salah satu pelajaran akademik favoritnya selain kimia dan matematika. Ckck.

            Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk. Mungkin hanya petugas kesiswaan yang mendata kehadiran siswa pikir semua anak di kelas. Tapi dugaan mereka salah.

“eo, kau Oh Sehun? Mari masuk.” Ucap Shin songsaengnim yang terdengar ramah.

“sehun? Nugunya? (siapa?)” terdengar beberapa siswa yang bertanya-tanya pada teman-temannya.

“nah anak-anak, kita kedatangan siswa baru hari ini. Sehun-ah, silahkan perkenalkan dirimu.” Ucap Shin songsaengnim.

“annyeonghaseyo. Jeoneun Oh Sehun ibnida. Bangapseumnida. (nama saya Oh Sehun, senang bertemu dengan kalian.) mohon bimbingannya.” Ucapnya seraya membungkungkkan badannya yang tinggi itu.

“ya, di lebih tinggi dari mu Jong.” Bisik Kyungsoo pada Jongin yang duduk di sebelahnya. “ya, kau! Awas saja jika kau memintaku mengajarkanmu bermain bola, aku tak akan mau.” Jawab Jongin pura-pura marah yang hanya di jawab oleh sebuah tawaan oleh Kyungsoo.

“nah Sehun-ah, kau mau duduk dimana? Disini ada dua bangku yang kosong. Di paling ujung kanan kau bisa duduk dengan Tae-Hwan atau kau ingin duduk di paling ujung kiri dengan Kris?” tawar Shin songsaengnim pada Sehun.

“oy, kau duduk denganku saja! Jika kau duduk dengan Kris kau akan tidak aman. Teman-temannya sangat aneh, asal kau tahu.” Sahut Tae-Hwan tiba-tiba membuat seluruh siswa menatap padanya.

“ya! Kita tidak seperti apa yang dia bicarakan.” Timpal Chanyeol tak mau kalah.

“sudah-sudah. Kalian ini, apa kalian tidak malu bertengkar di depan siswa perempuan? Apalagi disini ada siswa baru yang harus kalian beri contoh.” Ucap Shin saem menengahi. “baiklah, sekarang kau boleh duduk. Tinggal kau pilih ingin duduk dimana.”

“ne, kamsahabnida songsaengnim.” Ucap Sehun seraya membungkukkan badannya lalu berjalan menuju tempat duduk. Dan dia memilih duduk dengan Kris.

annyeong,Sehun ibnida. Neo? (hai, namaku Sehun. Kau?)” ucap Sehun pada Kris sembari menyodorkan tangannya pada Kris bermaksud untuk berkenalan.

nae ireumeun Wu Yi Fan. (namaku Wu Yi Fan). Jawab Kris ketika membalas jabatan tangan Sehun. Setelah jabatan tangan mereka terlepas, Sehun masih terlihat kebingungan. Mungkin dia bingung dengan nama Kris yang lebih condong ke nama orang-orang China.

Beberapa jam kemudian bel tanda istirahat berdering.

“hari ini, sampai disini dulu. Kita lanjutkan saja di pertemuan yang akan datang.” Ucap songsaengnim.

“ne, songsaengnim.” Jawab semua siswa.

Setelah songsaengnim meninggalkan kelas, banyak atau hampir semua siswi mendatangi meja Sehun. Mereka tak hanya ingin berkenalan dengan laki-laki itu, tapi juga tertarik akan ketampanannya.

“Sehun-ah, perkenalkan namaku Hyujin, Kim Hyujin.” Ucap salah satu gadis yang paling dekat dengan Sehun.

“ya ya! Biarkan dia istirahat dan menikmati sekolah ini dahulu.” Ucap Yeol tiba-tiba dan membubarkan kerumunan gadis itu.

“oy jerapah! Memangnya kau manager dia apa?” tanya salah satu gadis yang kebetulan berdiri disamping Yeol. Yeol memang selalu dipanggil jerapah oleh teman-teman sekelasnya karena tinggi badannya yang tinggi itu.

“ani, lalu kau! Memangnya kau siapa dia? Lihat! Dia bahkan sampai berkeringat karena kerumunan kalian.” Balas Yeol tak mau kalah.

“ck sudah-sudah. Kalian ini bukannya memberi contoh yang baik pada murid baru. Baiklah, kau akan kuantar berkeliling sekolah ini selama waktu istirahat.” Ucap Kris memisahkan antara gadis-gadis yang ingin berkenalan dengan Sehun dengan Yeol.

“kau, kau, kau, dan kau. Kalian pergilah ke kantin. Aku yakin perut kalian sudah memberontak minta diisi.” Ucapnya pada Yeol, Kyungsoo, Suho dan Jongin lalu pergi membawa Sehun meninggalkan kelas.

“ya! Kau jerapah! Kau mau bawa kemana Sehun kami?” sahut anak gadis lainnya yang memanggil Kris dengan sebutan “Jerapah” juga.

*Yoojin’s Side*

Sekarang sudah waktunya istirahat makan siang. Biasanya aku dan Sungha oppa selalu menghabiskan waktu istirahat kami di taman. Tentunya dengan bekal yang selalu kubawakan padanya. Tapi berbeda sekarang, setelah kejadian kemarin mungkin Sungha oppa sudah tak memperdulikanku lagi. Aku merasa bersalah padanya. Ya Tuhan! Aku tak boleh menangis.

“Yoojin-ah, kau mau ke kantin, tidak?” tanya Min-ah teman sebangku ku. “Yoojin-ah, kau tidak apa-apa?” tanyanya lagi kali ini sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“ne? ani, kau duluan saja.” Jawabku yang tersadar dari lamunanku.

“kau tidak apa-apa?” tanyanya sekali lagi.

ani, gwaenchanayo. (tidak, aku tidak apa-apa). Kau duluan saja.” Jawabku dengan senyum tipis yang kupasang.

Tiba-tiba ada seseorang yang berjalan kea rah mejaku. Siapa dia? Sepertinya dia bukan anak kelas 11. Tunggu, bukankah dia salah satu temannya Sungha oppa? Astaga, ada apa dia datang ke kelasku?

“kau Yoojin, kan?” tanyanya.

“ne, seobanim.” Jawabku agak kaget.

“err..kau ditunggu Sungha ditaman. Di bangku taman tempat biasa kau duduk bersamanya. Secepatnya.” Ucapnya lalu pergi meninggalkan kelasku.

Beruntung sekali semua siswa yang ada di kelas ini sedang tak ada di kelas semua. Jika ada, pasti sekarang mereka sedang menatapku dengan tatapan penuh tanya.

Aku pun segera pergi ke taman sekolah untuk menemui Sungha oppa. Ada apa sebenarnya Sungha oppa mencariku? Apa aku punya salah lain padanya? Ada ataupun tidak, maksud apapun yang akan disampaikan Sungha oppa, aku harus segera meminta maaf padanya atas kejadian kemarin.

Sesampainya ditaman, kulihat ada Sungha oppa yang sudah duduk di bangku taman tempat biasa. Kulihat, dia sedang memegang sesuatu dan pandangannya mengarah ke bawah. Menunduk.

“oppa.” Ucapku setelah tiba dihadapannya.

eo wasseo. (kau sudah datang). Kukira kau tak akan datang mengingat apa yang telah kuperbuat padamu kemarin. Duduklah, ada yang ingin ku bicarakan padaku.” Jawabnya. Dia agak terlihat berbeda hari ini.

“o..oppa, mianhae. Aku minta maaf atas kejadian kemarin. Karena kesalahanku lupa membawakanmu bekal, kau jadi marah padaku.” Ucapku tertunduk. Ari mataku sudah berada di ujung mataku. Aku tak boleh menangis.

“ani.” Ucapnya lalu mengenggam kedua tanganku yang bebas dengan kedua tangannya yang sebelumnya memegang sebuah benda. “aku yang salah, aku yang terlalu kekanakan. Maafkan aku Yoojin-ah. Aku sadar, aku sangat membutuhkanmu.” Tambahnya sembari menatap mataku lekat-lekat. Kutatap juga matanya sembari mencari kebohongan yang ada di matanya, tetapi nihil. Kurasa dia tulus kali ini.

“ne, oppa.” Jawabku tersenyum lalu dia memelukku erat. Hangat.

“uljima, kecantikanmu akan memudar jika kau menangis.” Ucapnya dengan tetap memelukku erat.

*Jongin’s side*

Dasar gadis-gadis aneh, baru lihat laki-laki setampan Sehun saja sudah seperti singa yang kelaparan, ckck. Untung ada Kris yang membawa Sehun pergi, jika tidak, Sehun sudah habis oleh gadis-gadis itu.

Krrrk. Ah perutku. Lapar.

“ya! Cepat kita ke kantin, perutku sudah memberontak sedari tadi.” Ucapku memotong pembicaraan Yeol, Suho dan Kyungsoo.

“baiklah, baiklah.” Jawab Kyungsoo.

Kami pun pergi meninggalkan kelas dan pergi menuju kantin sekolah. Ketika melewati taman sekolah, kulihat Yoojin –gadis yang kuajak berkenalan kemarin– sedang duduk dibangku taman bersama Sungha. Apa mereka berpacaran lagi? Aah Maldo andwae (tidak mungkin).

“ya Jong! Bukankah itu gadis yang dimarahi oleh Sungha kemarin?’ tanya Suho sembari menunjuk dua sejoli itu.

“hmm mungkin.” Jawabku tak acuh.

“ya lihat! Mereka berpelukan!” ucap Yeol sambil menunjuk Sungha dan Yoojin dengan suara lumayan keras.

“ya babo! Turunkan tanganmu dan pelankan suaramu. Lihat, orang-orang jadi menatap kearah kita.” Ucap Kyungsoo tepat di dekat daun telinga Yeol dengan suara rendah.

Aku yang mendengar bahwa mereka sedang berpelukan hanya bisa berdiri mematung tanpa berani melihat kearah mereka. Shock. Ya, sangat kaget sekali. Bagaimana tidak, kemarin mereka bertengkar hebat, masa sekarang mereka bisa berpelukan? Tapi, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Lagi pula, aku bukan siapa-siapanya mereka.

Memang sejak kejadian Yoojin di marahi Sungha kemarin, aku sudah bersimpati padanya. Dan setelah menabraknya kemarin, aku sadar. Aku menyukainya.

Mungkin hanya seseorang yang bisa menyukai Yoojin dari jauh.

To Be Continued

Hayo loh, gimana nih? Apakah Jongin akan diam saja? Apakah teman-temannya akan diam saja dan tak membantu Jongin yang sedang patah hati? Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada Yoojin dan Sungha? Apakah ada maksud tersendiri dari sikap Sungha yang tiba-tiba berubah?

Kita liat aja nanti, oke J jangan lupa RCL nya ya ^^ annyeong!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s