Mayang’s Birthday ^^ *Part satu*

 

kyaa~!! saengil chukahamnida our chingu Mayang Habibah Istiqomah ^^~ meskipun ulang tahunnya bukan kemarin, tapi kami harap dengan adanya kami, ulang tahun Mayang yang kelima belas ini tak akan pernah terlupakan ^^~

 

nah, kami -aku, unnie, novi dan rany- sengaja ngasih mayang surprise disini. yaa meskipun agak memalukan tapi demi sahabat ini lah ya hihi 😀Image

nah, ini kami lagi mau ngasihin kuenya buat Mayang ^^~Image

cuacanya emang panas, tapi itu gak bikin kami buat berhenti ngasih mayang kejutan ^^~Image

 

Iklan

Teen Top Profile

Image

 

The Member:

 Charisma Rapper

Image

Stage Name: C.A.P
Real name: Bang Min Soo (방민수)
Birthday: November 4, 1992
Position: Leader, Main Rapper
Height: 178cm
Weight: 61kg
Hobbies: Design, drawing and exercise
Speciality: Writing lyrics and rapping
Education: Seongname Information Industry High School

Power Voice

Image

Stage Name: Chunji
Real Name: Lee Chan Hee (이찬희)
Birthday: October 5, 1993
Position: Lead Vocalist, Visual
Height: 173cm
Weight: 53kg
Hobbies: Puzzles, reading
Speciality: Imitations
Education: Seongji Middle School

Mischievous Rapper

Image

Stage Name: L.Joe
Real Name: Lee Byung Hun (이병헌)
Birthday: November 23, 1993
Position: Lead Rapper, Visual
Height: 171cm
Weight: 50kg
Hobbies: Acting
Speciality: Piano, violin, music composition, English
Education: Korea Arts High School

Emotional Vocal

Image

Stage Name: Niel
Real Name: Ahn Daniel (안다니엘)
Birthday: August 16, 1994
Height: 177cm
Weight: 54kg
Hobbies: Music appreciation
Speciality: Football
Education: Heungjin High School

Lovely Boy

Image

Stage Name: Ricky
Real Name: Yoo Chang Hyun (유창현)
Birthday: February 27, 1995
Position: Vocalist, Lead Dancer
Height: 172cm
Weight: 55kg
Hobbies: Movies Appreciation, piano
Speciality: Acting
Education: Namgang Middle School

Dancing Boy

Image

Stage Name: Changjo
Real Name: Choi Jong Hyun (최종현)
Birthday: November 16, 1995
Position: Maknae, Vocalist, Main Dancer
Height: 177cm
Weight: 58kg
Hobbies: Choreography composition, music appreciation
Speciality: Self-defence
Education: ChunCheon Middle School

Can I Love Her? (Part 2)

can i love her prt2

Judul: Can I Love Her? (Part II)

Author: Delianiaza

Genre: Romance, School Life, Chapter

Cast: Kim Jong in, Kang Yoojin (OC), Jung Sungha, and other.

Twitter: @Odel_ia

Ini part 2 dari “Can I Love Her?” semoga kalian suka sama part ke-2 nya. Maaf jika salah menyebutkan Negara asal orangtua nya Kris J Hope you enjoy, guys ^^

Part 2

Memang sejak kejadian Yoojin di marahi Sungha kemarin, aku sudah bersimpati padanya. Dan setelah menabraknya kemarin, aku sadar. Aku menyukainya. Aku juga tak tahu kenapa perasaan ini bisa datang begitu cepat.

Mungkin aku hanya seseorang yang bisa menyukai Yoojin dari jauh.

 

Part II

“Jong? Kau tak apa? Jong?” ucap Kyungsoo menggoyang-goyangkan badan Jongin dan menyadarkannya dari lamunannya itu.

“ah ne? waeyo?” tanya Jongin yang masih terlihat kebingungan.

“kau tak apa? Apa kau sakit? Kau mau ku antar ke UKS saja?” tanya Kyungsoo lagi sementara Suho dan Chanyeol hanya menatap Jongin heran.

“tidak, aku baik-baik saja. Ayolah cepat, untuk apa kita terus-terusan berdiri disini? Perutku sudah tak tahan ingin diisi.” Jawab Jongin lalu pergi meninggalkan mereka yang masih berdiri diam disana. ‘Ck biarlah mereka menganggapku aneh seperti ini. Aku tak peduli’. Batinnya sambil meneruskan langkahnya.

“ada apa dengan dia? Bukannya dia yang sedari tadi berdiri mematung disini? Aigoo.” Rutuk Chanyeol yang terlihat jengkel atas sikap Jongin yang tiba-tiba berubah.

“dia terlihat aneh setelah melihat Sungha dan pacarnya berpelukan.” Ucap Suho sembari melihat punggung Jongin yang berjalan semakin jauh.

“tunggu! Kau bilang dia terlihat aneh? Kau masih ingat dengan cerita Jongin tadi pagi yang berkenalan dengan seorang gadis?” tanya Kyungsoo tiba-tiba dengan raut wajah serius.

“heem, tentu saja.” Jawab keduanya.

“dia bilang bahwa dia berkenalan dengan gadis yang bernama Kang Yoojin yang bersama Sungha kemarin, bukan? Ya! Apa kalian tidak menyadarinya? Itu gadis yang diceritakan Jongin tadi pagi. Baboya.” Jelasnya panjang lebar.

“lalu? Apa hubungannya dengan Jongin?” tanya Chanyeol.

“memang itu gadis yang bersama Sungha kemarin?” tanya Suho juga.

“ckck, kau tidak melihat wajah gadis itu kemarin Suho-ya?” tanya balik Kyungsoo pada Suho.

“aniyo.” Jawabnya dengan tampang polos.

“dia gadis itu!” ucap Kyungsoo jengkel. “dan hubungannya dengan Jongin adalah, sepertinya dia menyukai gadis itu. Coba kau ingat cerita dan tingkah Jongin tadi pagi, dia juga memuji gadis itu.” Tambahnya.

“benarkah dia gadis itu? Wah, ingatanmu bagus juga Soo (sebutan singkat untuk Kyungsoo). Haah, kukira hari ini hari yang indah bagi Jongin, ternyata tidak. Ckck.” Ucap Suho.

ah, matda! (ah, kau benar!) Aku ingat tadi pagi Jongin bilang bahwa gadis itu sangat cantik, kan?” ucap Chanyeol.

“haaah, baiklah. Sekarang kita harus cepat menyusul Jongin. Aku agak prihatin sama dia. Bagaimanapun juga, gadis itu adalah gadis yang pertama kali ia sukai. Kajja (ayo).” Sahut Kyungsoo penuh semangat.

Mereka pun pergi meninggalkan tempat yang sedari tadi mereka pijak dan pergi menyusul Jongin ke kantin sekolah.

*Meanwhile, Kris and Sehun*

“kau tak keberatan bukan jika ku ajak berkeliling melihat sekolah?” tanya Kris pada Sehun setelah mereka berdua keluar dari kelas mereka.

“aniyo, gwaenchana. Joh-a (aku suka). Malah aku yang merasa tak enak padamu.” Jawab Sehun yang masih terlihat canggung pada Kris.

“gwaenchana. Apa kau tak merasa lapar Sehun-ssi?” tanya Kris pada Sehun sambil terus berjalan menyusuri koridor sekolah.

“aniyo, aku masih kenyang. Kau lapar? Ah iya, tak usah memanggilku seformal itu. Panggil saja, Sehun.” Jawab Sehun tersenyum.

“ani ani.” Jawab Kris sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya. “baiklah, sesuai permintaanmu. Sehun.” Jawabnya lalu keduanya tertawa bersama meskipun ada beberapa siswa yang menatap aneh kepada mereka.

“jika kau tak keberatan, aku boleh menanyakan sesuatu kepadamu?” tanya Sehun tiba-tiba dengan raut wajah khawatir. Khawatir Kris akan tiba-tiba marah.

“silahkan. Apapun yang kau tanyakan akan kujawab.” Jawab Kris dengan yakin.

“err..kenapa namamu lebih seperti nama orang-orang China? Apa kau warga China namun pindah kesini?” tanya Sehun dengan lebih hati-hati takut menyakiti hati Kris.

“haha.” Kris tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan itu.

“waeyo? Apa aku salah?” tanya Sehun yang kini mulai panic.

“aniyo, semua orang yang baru mengenalku pasti akan bertanya seperti itu.” Jawabnya. “kau benar, aku memang warga China. Lebih tepatnya ibuku berasal dari China dan ayahku berasal dari Canada. Mereka pindah kesini sebelum aku lahir. Dan mereka memilih tinggal disini dengan tujuan mengikuti pekerjaan appaku.” Jelasnya panjang lebar.

“lalu, kenapa teman-temanmu memanggil namamu dengan sebutan ‘Kris’?” tanyanya penuh penasaran.

“entahlah, sejak kecil ayahku sering memanggilku dengan nama itu. Katanya, jika aku pindah ke Canada nanti, aku di suruh menggunakan nama itu agar keluarga dari ayahku yang disana bisa memanggil namaku dengan mudah. Mungkin Wu Yi Fan terlalu sulit untuk mereka. Hehe.” Jawabnya panjang lebar.

“tapi, apa kau bisa menggunakan bahasa China meskipun kau tidak lahir di China?” tanya Sehun lagi.

“tentu saja. Orang tuaku sejak kecil mengajarkan ku bahasa kebangsaan ku sendiri. dan jika dirumah, kami lebih sering menggunakan bahasa China atau bahasa Inggris dibanding bahasa Korea sendiri.” jelasnya lagi.

“ooh. Lalu apakah teman-temanmu ada yang merasa aneh sepertiku saat pertama kali bertemu denganmu?” Tanya Sehun yang rasa penasarannya semakin tinggi.

“benar. Tapi, lambat laun seiring berjalannya waktu mereka sudah menganggapku seperti warga Korea sendiri. terutama Kyungsoo, Jongin, Chanyeol, dan Suho. Mereka sudah menganggapku warga Korea asli. Bagiku, mereka sudah seperti keluarga.” Jawab Kris panjang lebar.

Sepertinya Kris sudah mulai terbuka pada Sehun tidak seperti kepada teman sekelasnya apalagi perempuan yang terkadang dia selalu bersikap acuh pada mereka.

“maaf jika aku banyak bertanya tentang kehidupan pribadimu daripada sekolah ini. Aku jadi merasa tak enak.” Ucap Sehun tertunduk tak enak.

“aniya, aku rasa kau berbeda dengan teman-teman sekelasku. Aku bahkan sudah menganggapmu seperti teman-teman dekatku.” Jawab Kris dengan sebuah senyuman yang terukir di bibir kecilnya itu.

jeongmal? (benarkah?)” tanya Sehun agak terkejut. Tak biasanya ia mendapatkan teman langsung ketika pindah ke sekolah barunya.

“tentu saja. Kalau boleh tau, kenapa kau bisa pindah ke sekolah ini?” tanya Kris mulai ingin tahu tentang Sehun.

“sama sepertimu, aku ikut pindah bersama keluargaku karena mengurus perusahaan kakekku yang ada di Seoul.” Jawab Sehun.

“ah begitu. Bagaimana dengan Busan? Aku belum pernah kesana sebelumnya.” Tanya Kris ingin tahu lebih lanjut tentang kota asal Sehun.

“aku tidak tahu pasti tentang kota Busan. Sebenarnya aku asli warga Seoul tapi tahun lalu aku harus ikut pindah bersama keluargaku ke Busan.” Jawab Sehun yang sekarang sudah duduk di salah satu bangku di koridor.

“pindah? Lalu apa kau tidak kesulitan berinteraksi dengan orang-orang Busan? Maksudku, aksen Busan dan Seoul kan berbeda.” Ucap Kris yang kini mengikuti Sehun duduk di kursi itu.

“aniyo, sebelumnya aku memang pernah tinggal disana.” Jawab Sehun lebih singkat. “mungkin kau bertanya-tanya. Mengapa aku sering pindah rumah, benarkan?” tanya Sehun.

“ah hehe benar, aku agak sedikit bingung dengan kau yang sering berpindah-pindah sekolah.” Ucap Kris agak canggung merasa tak enak pada Sehun.

“kau tak usah canggung. Sebelum-sebelumnya aku memang sering pindah antara Busan-Seoul. Tentu saja untuk mengurus perusahaan keluarga kami yang ada di Busan. Tapi untungnya sudah ada hyeong ku yang menggantikan disana jadi aku bisa kembali lagi ke Seoul dan appa ku yang mengambil alih perusaan disini.” Jawab Sehun panjang lebar.

“mian aku banyak bertanya tentang kehidupan pribadimu. Aku kira kau orang yang pendiam, ternyata..ah sudahlah lebih baik kita susul saja teman-temanku di kantin. Bagaimana?” usul Kris yang sudah semakin tak enak pada Sehun.

“baiklah kajja.”

*Jongin’s side*

Stop! Berhenti memikirkan gadis itu, Jong! Kau, sadarlah! Dia bukan siapa-siapamu! Sadar! Bangunlah Jong! Tapi, demi apapun aku tak bisa berhenti untuk memikirkan dia. Bagaimana dia bisa bersama lagi dengan si “Playbor cap Senar Gitar” itu, eoh? Kenapa pula mereka bisa berpelukan seperti itu? Jangan-jangan mereka sekarang sedang berciuman lagi. Aargh berhenti berpikiran yang tidak-tidak, Jong!

“Jong, mwoaneungoya? (apa yang kau lakukan?) cepat habiskan makananmu.” Ucap Chanyeol mebuyarkan lamunanku. “ah, ne.” ucapku malas.

ya, wae geurae? (hey, kau kenapa?) kau berbeda sekali dengan tadi pagi. Lihat, bahkan kau hanya memainkan makananmu saja bukannya kau makan. Aigoo.” Ucap Suho dengan mulut yang penuh dengan makanan. “kau tidak lapar? Jika makananmu ku makan, kau taka pa? daripada kau mainkan terus lebih baik ku makan saja. Hehe.” Tambahnya.

“eh, ambillah. Aku taka pa.” jawabku lalu menyerahkan semangkuk bibimbap pada Suho.

Tiba-tiba Kris datang bersama anak baru itu ke meja kami. Entah ada angina pa, dia terlihat begitu sumringah. Apa mungkin gara-gara anak baru itu? Jika benar, kenapa? Apakah anak baru itu membuat Kris jatuh hati padanya? Aish, berhenti berpikiran yang tidak-tidak, Jong!

“what’s up, man! Haha. Kalian sudah selesai makan?” sahut Kris pada kami semua ketika dia sudah datang dan mengajak high five kami semua.

“ani, ani. Duduklah. Kau sudah selesai membawa Sehun berkeliling?” tanya Suho pada Kris, masih dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“ya, ya! Hati-hati makananmu keluar, ckck. Aku sudah mengajaknya berkeliling. Oya, uri Jongin-ie kenapa? Ketika aku datang tadi, kulihat dia sedang menggeleng-gelengkan kepalanya. Apa kau sakit, Jongin-ah?” tanya Kris, kulihat dia sedikit melirik kearahku yang sedang menunduk.

“ah, aniyo. Aku baik-baik saja. Mungkin itu hanya perasaan kalian saja. Masalah menggeleng-gelengkan kepala tadi, aku hanya merasa ngantuk saja. Sudahlah, aku tak apa. Lihat, kasihan Sehun dia jadi kebingungan.” Ucapku cepat-cepat. Hampir saja aku ketahuan, fiuh.

“seperti biasa. Jika ada apa-apa kau selalu tak mau berbagi pada kami. padahal kami sahabatmu sejak sekolah menengah, Jong.” Ucap Kyungsoo kesal yang sedari tadi diam terus.

“kalian sudah bersahabat sejak sekolah menengah? Wah daebak!” sahut Sehun tiba-tiba sambil mengangkat kedua ibu jarinya. Sepertinya ia sangat takjub.

“ah, ne. maaf dari tadi kami hanya berbicara terus tanpa memikirkan keberadaanmu. Ah, aku jadi tak enak padamu, Sehun-ah. Duduklah.” Ucap Suho yang kini sudah menyelesaikan santapannya.

“ah kamsahamnida. aniyo, aku taka pa. aku malah senang melihatnya. Kalian begitu sangat akrab. Aku jadi ingin punya teman seperti kalian.” Jawab Sehun.

“yaaa, kau sudah kami anggap sebagai teman kami.” jawab Chanyeol tersenyum meyakinkan Sehun.

“jinjja? Ah gomapseuminda. Aku kira hanya Kris saja yang bersikap baik padaku. Ternyata kalian semua juga baik.” Ucap Sehun dengan bibir yang mengembang itu.

“aniya. Kau jangan salah paham dulu. Baiklah, aku pergi duluan, kalian nikmati dulu makanan kalian.”  Ucapku lalu berdiri dan pergi meninggalkan mereka semua.

*Yoojin’s side*

Ige mwoya? Sungha oppa memelukku? Apa aku sedang tidak bermimpi? Astaga, ini nyata? Aku rasa pipiku mulai terasa panas dan mungkin mulai memerah. Dan ketika Sungha oppa menarik pelukannya dariku dan matanya menatap intens ke arahku rasanya pipiku semakin memanas. Ya Tuhan, jika saja waktu dapat di hentikan saat ini.

“hei, pipimu merah. Aah, neomu Kwiyeowo (aah, sangat lucu).” Ucapnya tersenyum padaku. Ah aku tak bisa menahan rasa bahagia di dadaku. “apakah aku terlalu tampan sehingga kau tak bisa melepaskan tatapanmu padaku, eoh?” tanya nya lagi sedikit menggoda. Ternyata Sungha oppa banyak berubah.

“ne? kau bisa saja oppa. Jika kau memang tampan lalu kenapa?” tanyaku malu-malu. Sumpah ini pertama kalinya aku bertanya seperti ini pada Sungha oppa.

“kau beruntung karena memiliki pacar tampan dan sehebat diriku. Kau tahu? Banyak sekali gadis-gadis di luar sana yang ingin menjadi pacarku.” Jawabnya dengan bangga. Mulai lagi sifat membanggakan dirinya sendiri. tapi aku senang. Dia terlihat sangat lucu jika sudah bertingkah seperti ini.

“lalu kenapa oppa tak memacari mereka saja? Mereka pasti lebih cantik dan hebat dariku.” Ucapku tertunduk. Jika boleh jujur, aku agak sedih jika Sungha oppa sudah membicarakan gadis lain terlebih fans nya yang selalu ada untuknya bukan sepertiku.

“wow. Kau berubah sekarang ternyata.” Ucapnya ternsenyum padaku sembari mengacak-ngacak rambutku. “kau tahu? Aku bisa saja memacari mereka semua jika aku mau. Tapi kenyataanya aku tak mau. Karena yang kumau hanya kau.” Tambahnya sembari menunjuk diriku. Ah, aku harap Sungha oppa bisa seperti ini selamanya.

Dan obrolan kami pun berlanjut hingga bel masuk berbunyi. Kami bahkan melupakan orang-orang di sekitar kami yang menatap kami berdua heran. Mungkin mereka menganggap kami adalah pasangan yang labil. Memang labil, tapi itu dulu. Aku harap hubungan kami kedepannya bisa seperti ini.

“oppa, lain kali ajarkan aku main gitar. Kau tak keberatan bukan?” tanyaku sebelum masuk ke dalam kelas. Sungha oppa sengaja mengantarkanku sampai depan kelas. Bukankah itu keren? Haha.

“tentu saja. Kapan pun kau mau.” Ucapnya tersenyum dan hanya dibalas dengan anggukan riang oleh ku.

*Normal’s side*

Di sisi lain. Suho, Kris, Chanyeol, Kyungsoo dan Sehun masih sibuk dengan obrolan mereka dan tentunya dengan makanan mereka yang belum habis juga.

“Jongin kenapa? Ada apa dengan dia? Kenapa dia berbeda sekali dengan tadi pagi?” ucap Kris saat merasa Jongin sudah tak ada di sekitar kantin lagi.

“biasa. Masalah perempuan.”  Jawab Chanyeol enteng.

“aku rasa aku tahu cara mengatasinya.” Sahut Kyungsoo tenang dan tiba-tiba sambil melap mulutnya dengan sebuah tisu bak bangsawan yang baru selesai makan.

“bagaimana? Bagaimana?” koor semuanya.

“gampang. Kalian ingat jika gadis yang di sukai Jongin adalah anak kelas 11-D?” tanya Kyungsoo santai.

“tentu.” Koor semuanya kecuali Sehun yang masih agak kebingungan.

“dan kalian ingat jika adiknya Jongin juga bersekolah disini?” tanyanya lagi. Masih dengan gayanya yang santai.

“ah aku tahu! Aku tahu maksudmu!” sahut Suho sambil menjentikan jarinya. Sangat semangat.

“oke, begini caranya. Kita minta tolong sama adiknya Jongin. Kalian masih ingat bukan jika gadis itu adalah siswa 11-D? nah, setahuku adiknya Jongin juga berada di kelas yang sama dengan gadis itu.” Jelas Kyungsoo dengan semangat.

“tunggu! Bukankah itu adiknya Jongin?” tunjuk Chanyeol pada seorang gadis yang tengah berbincang dengan temannya tak jauh dari meja tempat mereka duduk.

“ah kau benar. Panggil dia!” pinta Kyungsoo pada Chanyeol.

“ha? Tidak kau saja lah.” Tunjuk Chanyeol pada Suho. “aniya! Kau saja.” Tunjuk Suho pada Kris. “naega wae? (kenapa aku?) kalian panggil saja sendiri.” jawabnya datar seperti biasa. “biar aku saja.” Tawar Sehun tersenyum.

“eh?” terlihat semuanya bingung ketika mendengar Sehun dengan senang hatinya menawarkan dirinya untuk memanggil adiknya Jongin. “siapa namanya?” tambah Sehun.

“Kim Jong-Min” koor semuanya.

“baiklah.” Ucapnya tersenyum. “Minnie-ya! Kim Jong-Min!” teriak Sehun memanggil nama adiknya Jongin.

“ya! Ya! Ya! Kenapa kau memanggilnya Minnie? Heoksi… (jangan-jangan)” ucap Chanyeol. “keurae (benar). haha choahyo (aku suka dia).” Jawab Sehun malu-malu.

“yaaa, kau harus bisa memperlakukan Jongin dengan baik. Jongin itu sangat selesktif tentang laki-laki yang mendekati adiknya itu.” Jawab Kyungsoo. “dia sangat sensitive.” Tambahnya sedikit berbisik dan membuat kami semua tertawa.

Terlihat Jong-Min sedang menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencari seseorang yang tadi memanggil namanya.

“Minnie-ya! Yeogi, yeogi! Disini!” sahut Sehun lagi, kali ini sambil melambai-lambaikan tangannya ke atas dan tak lupa juga sambil tersenyum.

“waah, kau benar-benar yah. Baru kali ini aku melihat anak baru yang berani sepertimu.” Ucap Suho kemudian.

Jong-Min terlihat kebingungan namun akhirnya dia menghampiri mereka berlima.

“annyeonghaseyo, seonbaenim. Err..ada apa ya?” tanya Jong-Min ketika sudah sampai di meja mereka berlima.

“seonbae? Biasanya juga kau sering memanggil kami dengan sebutan oppa. Terlebih jika di hadapan Kris kau selalu memanggilnya dengan ‘oppa..oppa’. wlee.” Ucap Chanyeol tiba-tiba dan menjulurkan lidahnya pada Jong-Min. Mereka memang selalu bertengkar jika sedang bertamu ke rumahnya Jongin.

“itu kan di rumah. Beda lagi jika di sekolah.” Jawabnya lalu mengerucutkan bibirnya itu. “memangnya ada apa sonbae memanggilku?” tanyanya kali ini agak sedikit jutek.

“err..duduklah dulu. Begini, kau tahu oppa mu belum pernah menyukai siapapun selain cinta pertamanya saat sekolah menengah itu, bukan?” tanya Kyungsoo memulai pembicaraan.

“iii..yaa tapi kedengarannya sangat aneh jika Jongin oppa belum bisa melupakan cinta pertamanya. Itu kan sudah lama sekali.” Jawab Jong-Min sedikit menerawang.

“kau benar. Memang aneh jika Jongin belum bisa melupakannya, tapi sekarang dia sudah mulai membuka hatinya untuk orang lain.” Ucap Kris sambil memakan kimbabnya itu.

“maksud oppa?” tanya Jong-Min tak mengerti dengan apa yang barusan saja di katakan oleh Kris.

“ya..ya..ya.. kalian lihat? Bahkan gadis ini hanya memanggil “oppa” pada Kris saja. Cih.” Ucap Chanyeol berusaha mengejek Jong-Min dan mengucapkan kata ‘oppa’ seperti anak gadis yang manja.

“yaaa! Diam kau girin (jerapah)! Aku tak akan memintakan nomor teman-teman perempuanku lagi pada kalian terlebih padamu yang selalu terlihat so’ cool di depan teman-temanku!” bentak Jong-Min seraya menunjuk muka Chanyeol yang ada di hadapannya karena sudah tak bisa menahan amarahnya lagi pada Chanyeol.

“sudahlah Yeol, tidak bisakah untuk kali ini saja kalian tidak bertengkar? Kau ingin membantu Jongin, kan?” sahut Kris tiba-tiba menengahi pertengkaran antara Chanyeol dan Jong-Min dan hanya di jawab oleh keterdiaman mereka berdua. “dank au juga Jongmin-ah, jangan selalu kau tanggapi celotehan Chanyeol ini, arra?” tambahnya pada Jong-Min berusaha lebih lembut dan hanya di jawab oleh Jong-Min dengan anggukan lemah.

“yaaa…lihat bahk..” belum selesai Chanyeol berbicara mulutnya sudah di bekap oleh Suho. “berhentilah bersikap kekanak-kanakan, dengarkan saja apa yang sedang di rencanakan oleh Kyungsoo.” Ucap Suho berbisik pada Chanyeol dan menekankan setiap perkataannya.

“arra, arrayo!” jawab Chanyeol kesal setelah berusaha menyingkirkan tangan Suho yang menempel di mulut Chanyeol itu.

*Normal side*

‘Haaah *sigh* sekeras apapun aku melupakan dia tetap saja bayangan wajahnya selalu muncul di kepalaku. Babo babo babo, lupakan dia! Lebih baik aku tidur saja di kelas, mataku agak lelah karena menonton pertandingan  bola semalam.’  Batin Jongin dan tetap meneruskan langkahnya hingga menuju kelasnya yang lumayan jauh dari kantin.

Ia terus melangkah kan kakinya melewati koridor-koridor kelas sambil bersiul, berharap dengan siulannya itu ia bisa melupakan gadis itu. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti ketika seseorang di belakangnya menepuk pundak lelaki itu.

“excuse me, can I ask something to you?” tanya seseorang yang menepuknya yang ternyata adalah seorang perempuan.

‘Siapa dia? Apakah dia murid baru? Lagi? Astaga, apa sekolah ini kekurangan murid? Banyak sekali anak baru. Tapi, sepertinya gadis ini bukan warga Korea. Wajahnya tak terlihat seperti orang barat, wajah gadis itu Asia sekali. Kulitnya tak terlalu putih seputih orang Korea, putih agak kekuning-kuningan (kuning langsat maksudnya). Matanya bulat tak seperti orang Korea kebanyakan dan hidungnya mancung. Juga rambutnya yang hitam lebat dan panjang.’  Batin Jongin seraya melihat gadis yang ada di hadapannya itu dari ujung kaki sampai ujung rambutnya.

“hello? Sorry?” ucap gadis itu sambil melambai-lambaikan sebelah tangannya di depan wajah Jongin dan membuat lamunannya tersadar.

“ah, yes? There’s something I can help?” jawab Jongin kikuk. ‘untung aku bisa berbahasa Inggris, yaah meskipun sedikit. Terimakasih appa karena kau telah mengajarkan anakmu ini berbahasa Inggris sejak dini. Keke.’ Tambahnya dalam hati.

“can I ask something to you?” tanya gadis itu dengan bahasa Inggrisnya yang fasih.

“ah, of course.” Jawab Jongin singkat. “where’s the teacher’s room?” tanya gadis asing itu.

“oh, you just need to follow a straight path corridor. And there’s a T-junction, turn to the right. nah you can see there is an office. sorry, but can you speak Korean? (kau hanya perlu jalan lurus mengikuti koridor ini. Disana ada pertigaan, belok ke arah kanan. nah kau bisa melihat disana ada kantor. maaf, tapi bisakah kamu berbicara dalam bahasa Korea?)” jelas Jongin panjang lebar dengan aksen Inggrisnya yang hampir sempurna.

“oh, ‘kamsahamnida’. that’s all I can. By the way, your English is very good J (hanya itu yang saya bisa. ngomong-ngomong, bahasa Inggris mu sangat bagus)” jawabnya lalu membungkukan badannya dan pergi meninggalkan Jongin yang masih menatap kepergiannya.

“ckckck, akan sangat susah jika dia bersekolah disini. Meskipun sekolah ini sekolah internasional, masih saja ada siswa yang kurang fasih berbahasa inggris.” Ucap Jongin pada dirinya sendiri lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju kelasnya.

*Meanwhile in canteen*

“kau kenal dengan gadis yang bernama Kang Yoojin? Seperti apakah dia orangnya?” tanya Kyungsoo dengan mimic serius.

“tentu saja. Dia teman dekatku, wae?” jawab Jong-Min dengan wajah datar.

“asal kau tahu, oppa mu itu menyukai dia.” Sahut Chanyeol tiba-tiba dengan wajahnya yang sebisa mungkin di buat datar.

“mwo? Mworago? (apa katamu?) oppa tak bisa menyukai dia. Dia sudah memiliki pacar dan kalian juga pasti tahu siapa dia.” Jawabnya.

“tak bisakah kau membantu oppa mu, eoh? Apa kau tak sayang padanya?” tanya Suho mulai menaikan suaranya. “tahan, kau tak perlu bersikap segitunya terhadap Jong-Min, dia masih belum paham.” Kris menambahkan.

“memangnya apa yang sedang kalian rencanakan, eoh? Kalian bermaksud mendekatkan Jongin oppa dan Yoojin? Haaah, ani ani ani. Tak boleh, meskipun Yoojin teman dekatku aku tak akan mebiarkan kalian mendekatkan Jongin oppa dan dia. Aku tak ingin oppa menjadi perusak hubungan orang lain dan aku juga tak ingin menyakiti hati Yoojin. Selamat tinggal.” Jawab Jong-Min panjang lalu pergi meninggalkan mereka berlima.

“failed. Kita gagal, man.” Ucap Suho pasrah.

kokjongma (tidak usah khawatir). Aku akan berusaha membujuk dia agar dia bisa membantu Jongin.” Sahut Sehun tiba-tiba dan membuat mereka berempat melongo.

“baiklah. Kami percayakan padamu.” Ucap Kyungsoo dengan sedikit senyuman yang mengembang di bibirnya dan mereka pun kembali ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi.

*at Classroom*

“Jong-in dimana? Bukannya dia ada disini?” tanya Suho ketika sudah menjatuhkan pantatnya di atas kursinya.

“molla. Ah saem datang.” Sahut Kyungsoo.

“Morning, class. Today, we have a new student.” Sahut Mario, salah satu guru bahasa Inggris di sekolah ini.

“ah, sekarang pelajarang bahasa Inggris? Aish, aku lupa membawa tugasku. Eh, tadi apa yang dikatakannya? Dia selalu bicara dengan cepat.” Ucap Chanyeol berbisik pada Suho.

“ck, babo. Hari ini kita kedatang murid baru. Lagi.” Jawab Suho dengan penekanan pada kata ‘Lagi.’

“okay, Hana silahkan masuk.” Ucap saem mempersilahkan siswa yang bernama Hana itu masuk ke kelas. “nah, silahkan perkenalkan dirimu.” Tambahnya seraya merangkul pundak Hana.

“Annyeonghaseyo, my name is Hana Candrawati Ayu. I’m from Indonesia.” Ucap gadis yang bernama Hana itu memperkenalkan dirinya.

“err..saem.” sahut salah satu siswa sambil mengacungkan tangannya tinggi-tinggi.

“ne, Kyung-san. Ada apa?” tanya Mario pada siswa yang bertanya tadi. “apa hanya kelas kita yang sangat kekurangan siswanya? Hari ini saja sudah ada dua siswa baru yang masuk ke kelas kami.” jawab siswa yang bernama Kyung-san itu.

“I don’t know. Ini semua Kepala Sekolah yang mengatur J” jawab Mario lagi. “nah, baiklah Hana. Silahkan duduk. Ah, satu-satunya kursi yang kosong hanya di depan Kris. Kau tak apa jika duduk di barisan anak laki-laki?” tanya Mario pada Hana yang masih berdiri di sampingnya.

“aku taka pa J thanks.” Jawabnya lalu pergi ke tempat duduknya yang berada di depan Kris.

Selang beberapa waktu, ketika Mario sedang asik mengajar tiba-tiba terdengan suara pintu kelas di ketuk oleh seseorang.

“itu pasti Jongin.” Bisik Chanyeol pada Suho.

Dugaan Chanyeol ternyata benar, ketika Mario membuka pintu kelas terdapat Jongin sedang berdiri sambil mengatur napasnya yang tak beraturan.

“Jongin, why are you late? you know what time it is?” tanya Mario pada Jongin dengan raut wajah kesal yang di buat-buat.

“sorry mister. I had met a new student who asked about the teacher’s room where.” Jawab Jongin tertunduk.

“okay, I forgive you for this time.” Ucapnya lalu menyuruh Jongin masuk ke dalam kelas.

“thanks, mister.” Jawab Jongin lalu beerjalan menuju tempat duduknya. Tetapi ketika dia akan duduk di kursinya, dia terheran melihat gadis yang duduk di depan bangku Kris.

“tunggu, kau yang bertanya padaku tadi, bukan? Ya! Gara-gara kau aku jadi terlambat seperti ini!” bentak Jongin pada gadis yang bernama Hana itu.

“Jongin! What are you doing? Sit down!” bentak Mario pada Jongin karena membuat kegaduhan. “but, mister…” sela Jongin. “sit down!” bentak Mario lagi. Akhirnya Jongin menuruti perintah salah ssatu guru favoritnya itu sedangkan Hana hanya diam tertunduk merasa bersalah.

*2 jam kemudian*

“okay, sampai bertemu besok. Kelas di tutup.” Ucap Mario mengakhiri kelasnya lalu pergi meninggalkan kelas itu.

Dan semua siswa yang ada di dalam kelas itu pun berhamburan keluar tanpa ada yang mau berkenalan terlebih dahulu dengan Hana. Ah, kecuali Kris dan teman-temannya.

“oy anak baru, kau tak pulang?” tanya Jongin pada anak baru itu.

“ssh, kau bisa tidak berbicara lebih sopan? Kau sungguh berbeda dengat kau yang kutemui di koridor -__-“ jawab Hana kesal dan tetap sibuk membereskan buku-bukunya ke dalam tasnya tanpa melihat Jongin sama sekali.

“sudah..sudah. mau pulang bersama? Itu pun jika kau mau.” Tawar Kris pada Hana.

“ah, ani gwaenchana. Kalian duluan saja. Aku masih harus mengurus beberapa hal dengan wali kelas. Sampai jumpa besok, aku duluan.” Jawabnya lalu pergi meninggalkan Kris dan juga teman-temannya.

“wah, dia baik sekali dengan Kris, haha.” Kyungsoo sambil bertepuk tangan. “ Tapi, aku agak sedikit kasihan terhadapnya.” Tambahnya.

“kenapa kenapa kenapa?” ucap Chanyeol.

“tadi pagi, ketika Sehun masuk kelas dan mulai memperkenalkan dirinya pada kami semua, kulihat semua mata anak perempuan tertuju padanya.” Ucap Kyungsoo mulai menceritakan. “yaa..hajima.” tambah Sehun merasa tak enak hati.

“tapi, ketika gadis itu masuk dan mulai memperkenalkan dirinya, semua mata dikelas ini termasuk anak laki-laki nya tidak memperhatikannya. Kurasa hanya kita saja yang memperhatikannya. Aku agak khawatir dia tak akan mempunyai teman di sekolah ini.” Lanjut Kyungsoo.

“cih, jangan-jangan kau suka padanya, eo?” tanya Jongin tiba-tiba dengan raut wajah tak suka.

“aniyaa..bukan itu maksudku. Itu hanya spekulasiku saja, Jjong. Kau jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu.” Jawab Kyungsoo.

“dia benar, Jjong. Kau aneh sekali hari ini, tadi pagi kau terlihat senang sekali dan sekarang? Kau benar-benar labil, Jjong.” Ucap Kris seraya menepuk pundahnya Jongin. “kajja, kalian lapar kan? Aku traktir kalian teppeokki hari ini, kajja.” Tambah Kris lalu melangkah pergi meninggalkan kelasnya.

“jinjjaaa???” koor Suho, Chanyeol dan Sehun berbarengan lalu pergi menyusul Kris keluar dari kelas.

“kajja, kau juga lapar, bukan? Tak usah dipikirkan kata-kata Kris tadi.” Ucap Kyungsoo menenangkan seraya menepuk bahu Jongin dan mengiringnya keluar kelas.

*kedai teoppeokki*

“kyaaaa, Kris gege jeongmal gomawo. Akhirnya aku makan teoppeoki juga.” Ucap Chanyeol senang.

“yaa..tak usah berlebihan Yeol. Bukannya baru kemarin kau makan teoppeokki bersamaku, eo?” ucap Suho yang merasa risih dengan Chanyeol.

“waah, ini enak sekali 😀 terimakasih Kris.” Sahut Sehun. “memangnya kau belum mencoba teoppeokki sama sekali di Busan, Hun?” tanya Jongin bingung. “aku pernah membelinya. Namun, rasa teoppokki disini jauh lebih lezat :D” jawabnya semangat dan hanya di jawab sebuah anggukan oleh semuanya.

“keundae, kenapa Chanyeol memanggilmu ‘Kris ge’?” tanya Sehun penuh penasaran. “gege sama dengan hyung jika di China. (kalo gak salah, maaf kalo salah yaw :Dv)” jawab Kris.

Ketika semuanya sedang menikmati teoppeokki dan kimbab di kedai yang berada tak jauh dari sekolah mereka, hanya Jongin saja yang tak begitu senang dan pendiam. Penyebabnya adalah, sudah pasti anak gadis yang bernama Kang Yoojin itu.

Tadi tak sengaja dia melihat kearah kedai jjajangmyeon yang tak berada tak jauh dari kedai tempat mereka makan teoppeokki. Dan tanpa sengaja juga dia melihat Yoojin dan Sungha di kedai itu sedang makan dengan mesranya.

Kau tak akan percaya hal ini, mereka bahkan sampai suap-suapan. Haha. Terlihat sangat jelas di kemarahan di wajah Jongin. Tanpa pikir panjang pun akhirnya dia melangkah menuju kedai jjajangmyeon itu. Untuk apa? Jelas saja untuk menghajar si “Playboy cap Senar Gitar itu”.

Kebingungan sudah jelas terlihat di wajah teman-temannya. Setelah membayar apa yang mereka makan, mereka beranjak mengikuti Jongin pergi.

BUKK!

ya! Ige myoya? Mwoaneungoya? (ya! Apa-apaan ini? Apa yang kau lakukan?)” sahut Sungha marah atas sikap Jongin yang tiba-tiba memukul wajahnya.

“sunbaenim.” Ucap Yoojin tak percaya.

“Jjong, tahan, tahan. Wae geurae? (kau kenapa?)” ucap Kris menenangkan sambil berusaha menangkap badannya Jongin.

“lepaskan aku, Kris. Aku ingin mengahajar dia. Lepaskan!” teriak Jongin berusaha melepaskan tangan Kris yang menahan badannya.

“Sunbaenim. Ada apa? Kenapa dengan Jongin sunbaenim? Kenapa dia tiba-tiba menghajar Sungha oppa? Apa Sungha oppa punya salah pada Jongin sunbaenim?” tanya Yoojin bingung pada Suho, Sehun, Kyungsoo dan Chanyeol yang juga kebingungan. Sudah pasti Yoojin juga terlihat sangat khawatir.

“aku juga tak tahu. Kau tenanglah.” Ucap Suho berusaha menenangkan situasi.

“argh..sh.” erang Sungha. Terlihat darah segar mengalir disudut bibirnya akibat pukulan yang di berikan Jongin tadi.

“oppa..gwaenchana?” tanya Yoojin pada Sungha ketika melihat keadaan Sungha. “gwaenchana. Kajja, lebih baik kita pergi saja dari sini.” Jawab Sungha lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan Yoojin.

Dan ketika itu juga Suho, Sehun, Kris, Kyungsoo dan Chanyeol mulai mengintrogasi Jongin kenapa dia sampai bisa melakukan hal yang buruk. Tentunya bukan di tempat umum seperti tadi, melainkan di rumah Kris. Seperti biasa, setiap pulang sekolah mereka memang selalu menyempatkan untuk ke rumah Kris terlebih dahulu. Ibaratnya rumah Kris itu adalah basecamp mereka.

“Ya! Mwoaneungoya? Kenapa kau melakukan hal seperti tadi? Apalagi itu tempat umum. Apa kau lupa? Dulu kita pernah berjanji untuk tidak pernah melakukan tindakan seperti itu, bukan?” Kris mulai mengintrogasi Jongin ketika mereka semua sudah berada di kamarnya Kris.

Jongin hanya diam. Menunduk.

“Jjong, kenapa kau melakukan hal seperti ini? Apa kau lupa dengan janji kita?” Kyungsoo juga ikut bertanya.

“ani, aku tak lupa.” Jawab Jongin pelan, masih menunduk.

“akhirnya kau membuka suara juga. Sebenarnya apa yang terjadi, Jong?” tanya Chanyeol.

“tak ada apa-apa.” Jawab jongin singkat. Masih menunduk.

“singkat sekali jawabanmu, Jong. Dulu juga bukankah kita sudah berjanji, jika kita ada masalah sekecil apapu, sebesar apapun, kita akan selalu saling berbagi, bukan? Apakah kau lupa juga dengan hal itu?” tanya Suho sambil melipat tangan di depan dadanya yang bidang.

“huh, mana mungkin aku lupa.” Jawabnya dengan senyum pahit.

“lalu jika kau tak lupa, kenapa kau pendam semua itu, Jong?” tanya Kyungsoo, kali ini dengan nada yang lebih lembut. “JIKA AKU BAGI DENGAN KALIAN, APA KALIAN BISA MENGATASINYA, EO?” teriak Jongin berusaha mengeluarkan seluruh amarahnya dengan berteriak.

“kau pikir kami tak bisa?” tanya Kris. “dwaesseo (tak perlu), lupakanlah. Aku harap kalian melupakan kejadian hari ini.” Jawab Jongin lalu beranjak dari kursinya hendak pergi namun ditahan oleh Suho.

“kau pikir semua masalah akan hilang begitu saja? Apa kau akan lepas tanggung jawab begitu saja atas perbuatanmu tadi? Kau pikir orang-orang yang tadi melihat kita tak akan menilai buruk kita terlebih sekolah kita melihat perbuatan kau tadi? Apa kau pikir Sungha tak akan membalasnya, eo?” Suho berusaha untuk menyadarkan Jongin.

“dwaesseo.” Ucapnya lalu melepaskan tangan Suho yang menempel di lengannya dengan keras. “aku bisa melakukannya sendiri.” tambahnya lalu berjalan menuju arah pintu kamar tapi terhenti ketika dia mendengar Sehun membuka mulutnya.

“aku memang tak tahu apa-apa tentang hal ini, tentang persahabatan kalian yang kurasa sangat keren. Tapi, apa yang dikatakan oleh teman-temanmu memang benar. Kau sangat beruntung mempunyai teman seperti mereka, ah sahabat maksudku. Seharusnya kau harus bersyukur memiliki sahabat seperti mereka, mereka sangat peduli padamu.” Ucap Sehun, ada jeda beberapa detik sebelum dia melanjutkan.

“ketika aku masih di Busan, aku juga pernah mengalami hal sepertimu. Tapi bedanya, tak ada teman ataupun sahabat yang peduli padaku. Mereka hanya peduli dengan uangku. Dulu aku sempat di bully di sekolah, dan aku dulu yakin aku bisa mengatasinya sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun. Tapi ternyata aku salah, aku tak bisa mengatasinya sendirian sampai aku meminta untuk pindah ke Seoul. Asal kau tahu, sekecil atau sebesar apapun masalah yang kau punya, kau tak akan pernah bisa mengatasinya sendirian.” Ucap Sehun panjang lebar. Sementara yang lain, hanya melihat Sehun dengan terheran-heran.

“jika kau tak tahu apa-apa dan kau tak mau di bully lagi, lebih baik kau diam saja anak baru.” Ucap Jongin lalu pergi meninggalkan mereka semua.

ya! Geu saekkiya! (ya! Si brengsek itu)” ucap Chanyeol dan beranjak dari kursinya hendak pergi namun ditahan oleh Kyungsoo. “biarkan saja. Kita lihat, apa dia bisa menyelesaikannya sendirian tanpa bantuan kita.” Sahut Kyungsoo, Chanyeol pun kembali duduk di tempatnya semula.

Keheningan melanda mereka semua. 1 menit, 2 menit, 3 menit tak ada yang memulai pembicaraan. Mereka semua terdiam. Kau bisa rasakan, suasanya sangat canggung. Tiba-tiba Kris menghampiri Sehun yang duduk diatas tempat tidur Kris.

“aku sungguh minta maaf atas perbuatan Jongin padamu tadi, aku harap kau tak memasukkan kata-kata Jongin tada ke dalam hati. Dia memang selalu seperti itu jika dia sedang marah.” Ucap Kris setelah duduk disamping Sehun dan disambut anggukan setuju oleh Kyungsoo, Suho, dan Chanyeol.

“gwaenchana. Aku harap aku juga bisa menjadi bagian dari kalian dan bisa membantu Jongin mengatasi masalahnya J” jawab Sehun dengan senyumannya yang terukir di bibir mungilnya itu.

“kau sudah menjadi bagian kami semua.” Ucap Suho.

To Be Contonued~

Kyaaa 😀 akhirnya selesai juga Part II nya 😀 semoga kalian suka ^^~