Can I Love Her? (Part I)

Image

Judul: Can I Love Her?

Author: Delianiaza

Genre: Romance, School Life, Chapter

Cast: Kim Jong in, Kang Yoojin (OC), Jung Sungha, and other.

Twitter: @Odel_ia

Sebelumnya, perkenalkan nama saya deliani J maaf jika ff bikinan saya kurang puas atau gimana, maklum saya masih awam soalnya J oiya, saya pake nama Sungha Jung disini sebagai tokoh yang gak seneng sama Jongin. Tapi bukan berarti saya gak suka sama Sungha Jung ya, saya masukin nama dia karena saya suka hihi. Bagi yang belum tau, Sungha Jung itu gitaris muda asal korea J bisa di search ko hehe. Satu lagi, saya juga sengaja pake nama asli mereka kecuali Suho dan Kris. Gapapa kan? Hihi J Jangan lupa RCL ya ^^

Can I Love Her?

Part I

SIANG ITU aku dan teman-teman ku akan pergi ke kantin. Tak sengaja kami melewati sebuah bangku di dekat taman sekolah. Tak ada yang special memang, tapi orang yang duduk di bangku itu yang membuat perhatian kami tertuju padanya. Aneh saja, jaman sekarang apa masih ada perempuan yang masih mau dibodohi oleh kekasihnya sendiri? di marah-marahi? Jaman sekarang derajatnya perempuan itu sudah sama dengan laki-laki.

“ya! Kau sedang apa berdiri disana? Kau ingin menyaksikan film gratis itu? Hey, ayolah. Itu urusan mereka jangan ikut campur.” Sahut Suho salah satu temanku yang berada tidak jauh di tempatku berdiri menyaksikan pasangan itu ah lebih tepatnya laki-laki yang sedang membentak pacarnya sendiri.

“eo? Aniya.” Jawabku tersadar lalu berlari menyusul mereka yang sedang berdiri menunggu. “aku hanya heran saja dengan perempuan itu, mau saja dia di bentak-bentak oleh pacarnya. Ckck.” Tambahnya.

“aigoo, kalian ini seperti anak gadis saja. Berdiri di tengah jalan sambil bergosip. Lebih baik kalian rubah gender saja menjadi perempuan.” Ucap Chanyeol salah satu teman dekatku. Dia orangnya memang frontal. Tapi itu pun hanya dijadikan lelucon saja, untuk mencairkan Susana.

“Pletak! Kau sama saja dengan mereka, yeol. Kajja, perutku sudah berontak ingin diisi. 20 menit lagi bel masuk.” Sahut Kris menengahi, dia adalah salah satu teman dekatku yang paling dewasa di antara kami semua. Entah kenapa dia bisa seperti itu, mungkin karena dia yang paling tua diantara kami semua jadi dia merasa harus bertanggung jawab atas kami. Kami pun berlalu meninggalkan pasangan itu dan pergi ke kantin.

*Yoojin side*

AKU hanya bisa menundukan kepalaku mendengar semua ucapan Sungha oppa. Entah kenapa 2minggu terakhir ini dia selalu memarahiku. Aku tidak tahu letak kesalahanku di mana. Masalah kecil selalu saja dia besar-besarkan. Ya Tuhan, ada apa sebenarnya dengan Sungha oppa? Batin Yoojin.

oppa keumanhae! niga nahante eotteohke geureol su ini?(oppa hentikan! Bagaimana bisa kau lakukan ini padaku?) aku pacarmu sendiri oppa.” Ucapku memotong ucapan Sungha oppa yang sedang memarahiku gara-gara aku tidak membawakan bekal makan siangnya.

”ya! Kau sudah berani sekarang? Ck, siapa yang mengajari, eoh?” tanya Sungha oppa dengan nada melecehkan.

nege seobseobhada oppa (aku kecewa padamu oppa). Dulu oppa tidak seperti ini, tapi kenapa sekarang oppa menjadi begini? Oppa selalu saja memarahiku walaupun itu Cuma masalah kecil. Apa yang sebenarnya terjadi padamu oppa? Apa aku punya salah padamu, oppa?” jawabku sambil menangis. Aku tak peduli semua siswa yang sedang di taman ini melihat tingkah kami berdua.

“kau tidak menyadarinya? Hah, kau terlalu malu-malu. Aku tak suka. Aku kira kau akan berubah, tapi ternyata tidak. Sudahlah, lebih baik kita sudahi saja hubungan kita ini.” Jawabnya lalu pergi meninggalkanku yang masih terduduk menangis di bangku taman sekolah.

*Jongin’s side*

“ya, apa yang sedang kau pikirkan? Cepat habiskan makananmu, lima menit lagi bel masuk berbunyi.” Sahut Chanyeol tiba-tiba menyadarkan lamunanku.

“aku masih memikirkan gadis yang di taman tadi.” Jawabku sembari memasukkan makanan kedalam mulutku.

“aigoo, tak usah terlalu di pikirkan. Dia bukan siapa-siapamu. Lagi pula, kau tak ada hubungannya dengan pasangan itu, kan? Kau tak usah ikut campur dengan urusan pasangan itu jika kau tak mau kenapa-kenapa.” jawab Kyungsoo dengan raut wajah serius. Kyungsoo adalah teman satu bangku ku dan dia yang paling dekat denganku.

“memangnya kenapa? Ada apa dengan pasangan itu?” tanya Suho yang merasa tertarik dengan arah pembicaraan kami.

“kalian tidak tahu? Kalian benar-benar tidak tahu siapa laki-laki itu?” tanya balik Kyungsoo membuat semua penasaran.

“ya! Cepat katakan!” ucap Kris sembari menjitak kepala Kyungsoo yang ternyata tertarik dengan obrolan ini.

“hoho, kau tertarik Mr. Wu? Baiklah, dia Jung Sung-Ha atau biasa di sapa Sungha Jung. Dia gitaris muda yang sudah terkenal saat ini. Dan kalian tahu? Dia sangat di segani oleh semua anak laki-laki di sekolah ini. Karena apa? Karena dia tidak akan segan melawan siapa saja yang berani kepadanya, meskipun anak itu adalah paling pintar dalam hal bertarung karena dia punya banyak bodyguard yang siap melayaninya. Dan ayah dia adalah donator tertinggi di sekolah ini.” Jawab Kyungsoo panjang lebar dengan raut wajah seperti seorang gadis yang sedang bergosip ria dengan teman-temannya.

“dan jaeneun nallariya (dia itu playboy)” tambahnya sedikit berbisik.

jinjjaro? (benarkah?) apa yang kau maksud donator tertinggi itu tuan Jung Woojung?” tanya Yeol sedikit kaget.

“tentu saja. Memangnya siapa lagi?” jawab Kyungsoo.

“bukankah jika seorang laki-laki playboy itu wajar ya? Lihat saja Yeol, dia bahkan mempunyai 5 pacar sekaligus.” Sahut Jongin dengan wajah polosnya itu sambil mengarahkan dagunya kearah Chanyeol. Sedangkan Yeol hanya bisa diam saja mendengar namanya disebut itu. Karena itu memang kenyataannya.

“menurut anak-anak gadis, dia –Sungha– itu bukan playboy biasa. Dia hanya akan memacari seorang gadis yang benar-benar lugu dan lemah. Tapi tetap saja banyak gadis yang mendekati dia. Aigoo, apa mereka –para gadis– itu buta? Tidak bisakah kalian lihat kami yang lebih keren daripada lelaki itu? Aish.” Rutuk Kyungsoo.

“ya! Kau ini laki-laki apa perempuan? Jiwa tukang gosipmu itu semakin hari semakin bertambah besar. Aku kira kau hanya pandai memasak saja, ternyata pandai bergosip juga. Aigoo.” Sahut Suho kesal setelah memukul kepala Kyungsoo itu. Kyungsoo memang pandai bergosip, tapi tetap tak mengurangi ketampanannya itu.

KRING!!!

“sudah sudah! Kalian ini selalu saja mempermasalahkan Kyungsoo yang senang bergosip. Lebih baik kita ke kelas saja, bel masuk sudah berbunyi.” Lerai Kris sang penengah.

-jam pulang sekolah-

*Author’s side*

KINI tinggal Yoojin seorang yang ada di dalam kelas. Ia sedang membereskan buku-bukunya yang masih ada di atas mejanya. Yoojin pun bergegas meninggalkan kelasnya yang kini sudah kosong.

Ketika sedang berjalan di koridor sekolah yang sepi, tiba-tiba ada seseorang yang sedang berlari dengan cepat dan Yoojin tidak menyadarinya. Orang itu juga tidak menyadari jika ada Yoojin yang sedang berjalan lesu sambil menunduk itu. Dan akhirnya orang yang berlari itu pun menabrak Yoojin.

eo, jeosonghamnida. Gwaenchanayo? (oh, maaf. Kau tidak apa-apa?” tanya orang itu setelah membantu membereskan bukunya dan buku orang itu yang jatuh berserakan. Orang itu tak henti-hetinya membungkukkan badannya beberapa kali tanda meminta maaf.

aniyo, gwaenchanayo. (tidak, aku baik-baik saja) pernisi.” Jawabnya lalu pergi meninggalkan orang itu.

***

JONGIN berlari menyusuri koridor sekolah sendirian. Dia sengaja di tinggalkan oleh teman-temannya karena masih enak tertidur setelah jam pelajaran selesai. Mereka sudah berusaha membangunka Jongin, tapi tetap saja ia tak mau bangun dan akhirnya dia di tinggal pulang.

Saking buru-buru nya Jongin, ia tak sempat melihat jalan di depannya karena sibuk membetulkan tali tasnya yang tak mau betul juga sehingga ia menabrak seseorang yang sedang berjalan.

*Jongin’s Side*

BRUG!

Semua buku yang ada di dalam tas Jongin dan yang sedang di pegang oleh orang itu pun berserakan.

jeosonghamnida. Gwaenchanayo? (maaf. Kau tidak apa-apa?)” tanyaku setelah selesai membereskan buku milikku dan miliknya yang berserakan di lantai koridor sekolah.

anio.gwaenchanayo. (tidak, aku tidak apa-apa) permisi.” Jawabnya lalu pergi meninggalkanku. Tunggu! Bukannya itu gadis yang ada di taman tadi? Maksudku yang duduk di bangku taman bersama Sungha.

“jamkkanman yo. Ya! (tunggu sebentar. Hey!” panggilku pada gadis itu yang sudah berjalan cukup jauh di depanku.

ne? (iya?) kau memanggilku?” jawabnya setelah memutarkan badannya menghadapku. Aku pun berlari kecil ke tempat dia dimana berdiri.

“bukankah kau gadis yang duduk di taman bersama Sungha tadi?” tanyaku hati-hati agar tidak melukai perasaannya. Dia terdiam sejenak dan menunduk. Lalu menjawab. “ne. waeyo? (iya. Memangnya kenapa?)” jawabnya tersenyum. Senyum yang dipaksakan keluar.

eotteohge doelkkayo? (apa yang terjadi?) itu pun jika kau tak keberatan.” Tanyaku lebih hati-hati. Bisa saja kan dia tiba-tiba menamparku dan bilang ‘kau ini bukan siapa-siapa dan tidak ada hubungannya dengan hubungan kami jadi tidak usah ikut campur.’ Entah kenapa tiba-tiba aku jadi ingin tahu yang sebenarnya terjadi dalam hubungan mereka. Padalah aku tidak kenal gadis ini dan Sungha sebelumnya.

aniyo. Gwaenchanayo. (tidak, tidak apa-apa.) hubungan kami baik-baik saja. Yang kau lihat tadi hanya masalah kecil biasa yang terjadi di setiap pasangan kekasih.” Jawabnya sambil tersenyum manis. Kali ini benar-benar manis. Sepertinya dia pintar sekali menyembunyikan sesuatu.

aah..geurae. (aah…begitu). Kau kelas berapa? Kenapa baru pulang sekarang?” ucapku. Ah benar-benar ini, jiwa keingintahuanku yang sangat besar ini muncul lagi. Aish.

“aku kelas 11-D. kau sendiri?” tanyanya. Benar-benar singkat.

jinjja? (benarkah?) aku kelas 12-B. aku kira kau sekelas dengan Si Play- maksudku Sungha. Hehe.” Jawabku sedikit canggung. Hampir saja aku kelepasan menjaga ucapanku ini. Aigoo. ‘Jongin babo.’ Rutukku dalam hati.

aniyo. (tidak) baiklah, aku permisi seonbae. (senior)” ucapnya lalu membungkukkan badannya 90 derajat. Aigoo, aku kira hoobae (junior) yang seperti dia sudah tak ada. Ckck.

jamkkanman! (tunggu) kita pulang bersama. Kau tak keberatankan?” tawarku.

ne?aah..a..aniyo. gwaenchana. (iya? Aah..ti..tidak. tidak apa-apa).” Jawabnya sedikit kaget. Mungkin ini terlalu cepat untuk dekat dengannya. Tapi mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagiku untuk bisa menjauhkannya dari ‘Si Playboy cap Senar Gitar’ itu. Kekeke.

“tidak baik perempuan pulang sore sendirian, setidaknya ada seseorang yang menemaninya.” Ucapku. Kulihat raut wajahnya tambah berubah, sepertinya dia ketakutan. “tenanglah, aku tidak akan macam-macam padamu.” Tambahku.

Dia terdiam, kulihat dia menggerakkan kepalanya ke kanan dank e kiri bermaksud mencari seseorang mungkin. “aigoo kau tak usah takut. Kajja.” Ucapku lalu reflex memegang tangan gadis itu dan membawanya ke halte bus dekat sekolah.

-halte bus-

*Yoojin’s side*

Dugeun dugeun dugeun. Aigoo, kenapa tiba-tiba aku merasa gugup ketika dia mengenggam tanganku. Tapi bagaimanapun juga dia tak sopan terhadapku karena sudah memegang tanganku sembarangan. Aku bahkan tidak kenal dengan seonbae yang satu ini. Tapi entah kenapa, rasanya nyaman ketika dia menggenggam tanganku.

“aigoo, mianhae aku sudah lancang memegang tanganmu padahal kita baru kenal.” Ucap pria itu dan buru-buru melepaskan genggamannya dari tanganku.

“ne?” jawabku yang masih belum mengerti kenapa dia mengucapkan kata ‘kenal’ padahal kami belum mengetahui nama masing-masing.

“eo? Aigoo aku lupa memperkenalkan diriku. Aku Jongin. Kim Jongin. Tapi teman-temanku biasa memanggilku’kkamjong’ karena kulitku yang agak gelap ^^” ucapnya seraya tersenyum bangga memperkenalkan dirinya dan menyebut dirinya gelap.

“aku Kang Yoojin. Senang bertemu denganmu, seonbae.” Jawabku seraya membungkukkan badanku tanda menghormati yang lebih tua.

“kau tinggal dimana?” tanyanya.

“rumahku tidak jauh. Aku naik bus A. Ah, busku datang. Permisi.” Jawabku lalu membungkukkan badanku. Untung bus tujuanku cepat datang, kalau tidak mungkin aku sudah mati karena canggung.

“ah sayang sekali busku berbeda denganmu. Baiklah, sampai jumpa besok.” Katanya seraya tersenyum. Aku pun naik bus tujuanku.

-keesokan harinya-

*Author’s side*

PAGI ini Jongin berjalan menyusuri koridor sekolahnya dengan hati yang senang. Ia berjalan masuk menuju kelas nya sambil bersiul. Semua teman-temannya sedang berkumpul membicarakan Jongin yang pasti akan marah besar karena di tinggal pulang sendirian kemarin.

“hai teman-teman. Bagaimana kabar kalian? Pagi ini sangat cerah bukan?” sapa Jongin ceria sementara teman-temannya hanya memasang wajah ada-apa-dengan-dia.

“kau..kau tidak marah Jong?” takut-takut Chanyeol bertanya pada Jongin. Jika Jongin sudah marah, wah bahaya sekali.

“marah? Marah kenapa? Orang-orang berkata jika kita sering marah kita akan cepat tua.” Jawabnya tanpa sedikitpun menghilangkan wajah cerianya ini.

“ya Kkamjong! Apa kau sakit?” tanya Suho sembari memegang kening Jongin yang kemudian tangan itu di tepis oleh Jongin.

“kau ini apa-apaan, hyeong! Aku sehat-sehat saja.” Ucapnya dengan wajah ceria nya yang masih setia terpasang diwajahnya.

“lalu apa yang terjadi sehingga kau bisa seperti ini? Kau juga tak biasanya memanggil Suho dengan sebutan ‘hyeong’.” Tanya Kris. Jongin memang yang paling muda diantara mereka. Walau hanya berbeda satu tahun dengan teman-temannya.

“kalian masih ingat dengan gadis yang bersama Sungha di taman kemarin? Ternyata dia cantik sekali. Ya Tuhaaan.” Seru Jongin bahagia. Bibirnya sama sekali belum berhenti mengembang.

“masalah gadis ternyata.” Ujar Kyungsoo yang sedari tadi diam.

“kau bertemu dengan dia dimana?” tanya Chanyeol yang mulai tertarik dengan kisah asmaranya Jongin.

“kemarin aku bertemunya di sekolah lalu pulang bersama. Bukankah itu keren hyeong? Haha.” Jawab Jongin ceria.

“berhentilah memanggil kami ‘hyeong’ itu menggelikan, Jong.“ ujar Chanyeol. Jongin memang selalu memanggil teman-temannya dengan sebutan ‘heyong’ jika ia sedang senang saja atau hal-hal tertentu yang mengharuskannya memanggil mereka dengan sebutan ‘hyeong’

“kalian pulang bersama? Bagaimana bisa?” tanya Kyungsoo sementara Suho dan Kris hanya menjadi pendengar yang tenang saja.

“baiklah, Yeol. Kali ini aku tidak akan marah kepada kalian semua karena meninggalkanku sendirian kemarin. Aku ingin berterima kasih karena kalian telah meninggalkanku.” Jawab Jongin. “kemarin aku tak sengaja menabrak dia di koridor yang sedang berjalan ketika aku sedang berlari karena takut tertinggal dengan kalian. Dan dari kejadian itu lah aku tahu dia haha.” Tambahnya.

“siapa nama dia? Dan kelas mana dia?” tanya Suho yang ternyata mulai semakin tertarik.

“namanya Kang Yoojin. Dia anak kelas 11-D.” jawabnya pasti.

“mwo? Jadi dia hoobae kita?” tanya Kyungsoo.

“yeap.”

KRING!!

“aish kenapa belnya harus berbunyi sekarang?” rutuk Chanyeol.

***

“selamat pagi anak-anak.” Sapa Shin songsaengnim. Guru fisika terbaik di sekolah kami ini.

“selamat pagi songsaengnim.” Jawab seluruh siswa yang ada di dalam kelas.

“baiklah sekarang letakkan tugas kalian diatas meja masing-masing.” Ujar Shin songsaengnim.

“eo? Aigoo bagaimana ini? Aku belum mengerjakannya. Oy Jongin-ie, kau sudah mengerjakannya?” tanya Chanyeol yang tampak khawatir karena tugasnya belum di kerjakan.

“tentu saja. Semalam aku sangat semangat sekali mengerjakan tugas ini ^^” jawab Jongin sembari memperlihatkan buku tugasnya.

“ya ya ya. Aku pinjam buku tugas mu sebentar ya.” Ucap Chanyeol langsung merebut buku itu dari tangan Jongin.

“nado.” Ucap Suho yang duduk di sebelah Chanyeol.

“ckck baiklah tapi kalian harus cepat sebelum Shin songsaengnim datang ke meja ku untuk memeriksa tugas. Kalian sudah mengerjakannya?” tanya Jongin pada Kris dan Kyungsoo.

“aku mengerjakannya di tempat lesku kemarin hehe.” Jawab Kyungsoo.

“tentu saja.” Jawab Kris. Mana mungkin seorang Kris Wu tidak mengerjakan tugas yang di beri songsaengnim apalagi ini tugas fisika, salah satu pelajaran akademik favoritnya selain kimia dan matematika. Ckck.

            Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk. Mungkin hanya petugas kesiswaan yang mendata kehadiran siswa pikir semua anak di kelas. Tapi dugaan mereka salah.

“eo, kau Oh Sehun? Mari masuk.” Ucap Shin songsaengnim yang terdengar ramah.

“sehun? Nugunya? (siapa?)” terdengar beberapa siswa yang bertanya-tanya pada teman-temannya.

“nah anak-anak, kita kedatangan siswa baru hari ini. Sehun-ah, silahkan perkenalkan dirimu.” Ucap Shin songsaengnim.

“annyeonghaseyo. Jeoneun Oh Sehun ibnida. Bangapseumnida. (nama saya Oh Sehun, senang bertemu dengan kalian.) mohon bimbingannya.” Ucapnya seraya membungkungkkan badannya yang tinggi itu.

“ya, di lebih tinggi dari mu Jong.” Bisik Kyungsoo pada Jongin yang duduk di sebelahnya. “ya, kau! Awas saja jika kau memintaku mengajarkanmu bermain bola, aku tak akan mau.” Jawab Jongin pura-pura marah yang hanya di jawab oleh sebuah tawaan oleh Kyungsoo.

“nah Sehun-ah, kau mau duduk dimana? Disini ada dua bangku yang kosong. Di paling ujung kanan kau bisa duduk dengan Tae-Hwan atau kau ingin duduk di paling ujung kiri dengan Kris?” tawar Shin songsaengnim pada Sehun.

“oy, kau duduk denganku saja! Jika kau duduk dengan Kris kau akan tidak aman. Teman-temannya sangat aneh, asal kau tahu.” Sahut Tae-Hwan tiba-tiba membuat seluruh siswa menatap padanya.

“ya! Kita tidak seperti apa yang dia bicarakan.” Timpal Chanyeol tak mau kalah.

“sudah-sudah. Kalian ini, apa kalian tidak malu bertengkar di depan siswa perempuan? Apalagi disini ada siswa baru yang harus kalian beri contoh.” Ucap Shin saem menengahi. “baiklah, sekarang kau boleh duduk. Tinggal kau pilih ingin duduk dimana.”

“ne, kamsahabnida songsaengnim.” Ucap Sehun seraya membungkukkan badannya lalu berjalan menuju tempat duduk. Dan dia memilih duduk dengan Kris.

annyeong,Sehun ibnida. Neo? (hai, namaku Sehun. Kau?)” ucap Sehun pada Kris sembari menyodorkan tangannya pada Kris bermaksud untuk berkenalan.

nae ireumeun Wu Yi Fan. (namaku Wu Yi Fan). Jawab Kris ketika membalas jabatan tangan Sehun. Setelah jabatan tangan mereka terlepas, Sehun masih terlihat kebingungan. Mungkin dia bingung dengan nama Kris yang lebih condong ke nama orang-orang China.

Beberapa jam kemudian bel tanda istirahat berdering.

“hari ini, sampai disini dulu. Kita lanjutkan saja di pertemuan yang akan datang.” Ucap songsaengnim.

“ne, songsaengnim.” Jawab semua siswa.

Setelah songsaengnim meninggalkan kelas, banyak atau hampir semua siswi mendatangi meja Sehun. Mereka tak hanya ingin berkenalan dengan laki-laki itu, tapi juga tertarik akan ketampanannya.

“Sehun-ah, perkenalkan namaku Hyujin, Kim Hyujin.” Ucap salah satu gadis yang paling dekat dengan Sehun.

“ya ya! Biarkan dia istirahat dan menikmati sekolah ini dahulu.” Ucap Yeol tiba-tiba dan membubarkan kerumunan gadis itu.

“oy jerapah! Memangnya kau manager dia apa?” tanya salah satu gadis yang kebetulan berdiri disamping Yeol. Yeol memang selalu dipanggil jerapah oleh teman-teman sekelasnya karena tinggi badannya yang tinggi itu.

“ani, lalu kau! Memangnya kau siapa dia? Lihat! Dia bahkan sampai berkeringat karena kerumunan kalian.” Balas Yeol tak mau kalah.

“ck sudah-sudah. Kalian ini bukannya memberi contoh yang baik pada murid baru. Baiklah, kau akan kuantar berkeliling sekolah ini selama waktu istirahat.” Ucap Kris memisahkan antara gadis-gadis yang ingin berkenalan dengan Sehun dengan Yeol.

“kau, kau, kau, dan kau. Kalian pergilah ke kantin. Aku yakin perut kalian sudah memberontak minta diisi.” Ucapnya pada Yeol, Kyungsoo, Suho dan Jongin lalu pergi membawa Sehun meninggalkan kelas.

“ya! Kau jerapah! Kau mau bawa kemana Sehun kami?” sahut anak gadis lainnya yang memanggil Kris dengan sebutan “Jerapah” juga.

*Yoojin’s Side*

Sekarang sudah waktunya istirahat makan siang. Biasanya aku dan Sungha oppa selalu menghabiskan waktu istirahat kami di taman. Tentunya dengan bekal yang selalu kubawakan padanya. Tapi berbeda sekarang, setelah kejadian kemarin mungkin Sungha oppa sudah tak memperdulikanku lagi. Aku merasa bersalah padanya. Ya Tuhan! Aku tak boleh menangis.

“Yoojin-ah, kau mau ke kantin, tidak?” tanya Min-ah teman sebangku ku. “Yoojin-ah, kau tidak apa-apa?” tanyanya lagi kali ini sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“ne? ani, kau duluan saja.” Jawabku yang tersadar dari lamunanku.

“kau tidak apa-apa?” tanyanya sekali lagi.

ani, gwaenchanayo. (tidak, aku tidak apa-apa). Kau duluan saja.” Jawabku dengan senyum tipis yang kupasang.

Tiba-tiba ada seseorang yang berjalan kea rah mejaku. Siapa dia? Sepertinya dia bukan anak kelas 11. Tunggu, bukankah dia salah satu temannya Sungha oppa? Astaga, ada apa dia datang ke kelasku?

“kau Yoojin, kan?” tanyanya.

“ne, seobanim.” Jawabku agak kaget.

“err..kau ditunggu Sungha ditaman. Di bangku taman tempat biasa kau duduk bersamanya. Secepatnya.” Ucapnya lalu pergi meninggalkan kelasku.

Beruntung sekali semua siswa yang ada di kelas ini sedang tak ada di kelas semua. Jika ada, pasti sekarang mereka sedang menatapku dengan tatapan penuh tanya.

Aku pun segera pergi ke taman sekolah untuk menemui Sungha oppa. Ada apa sebenarnya Sungha oppa mencariku? Apa aku punya salah lain padanya? Ada ataupun tidak, maksud apapun yang akan disampaikan Sungha oppa, aku harus segera meminta maaf padanya atas kejadian kemarin.

Sesampainya ditaman, kulihat ada Sungha oppa yang sudah duduk di bangku taman tempat biasa. Kulihat, dia sedang memegang sesuatu dan pandangannya mengarah ke bawah. Menunduk.

“oppa.” Ucapku setelah tiba dihadapannya.

eo wasseo. (kau sudah datang). Kukira kau tak akan datang mengingat apa yang telah kuperbuat padamu kemarin. Duduklah, ada yang ingin ku bicarakan padaku.” Jawabnya. Dia agak terlihat berbeda hari ini.

“o..oppa, mianhae. Aku minta maaf atas kejadian kemarin. Karena kesalahanku lupa membawakanmu bekal, kau jadi marah padaku.” Ucapku tertunduk. Ari mataku sudah berada di ujung mataku. Aku tak boleh menangis.

“ani.” Ucapnya lalu mengenggam kedua tanganku yang bebas dengan kedua tangannya yang sebelumnya memegang sebuah benda. “aku yang salah, aku yang terlalu kekanakan. Maafkan aku Yoojin-ah. Aku sadar, aku sangat membutuhkanmu.” Tambahnya sembari menatap mataku lekat-lekat. Kutatap juga matanya sembari mencari kebohongan yang ada di matanya, tetapi nihil. Kurasa dia tulus kali ini.

“ne, oppa.” Jawabku tersenyum lalu dia memelukku erat. Hangat.

“uljima, kecantikanmu akan memudar jika kau menangis.” Ucapnya dengan tetap memelukku erat.

*Jongin’s side*

Dasar gadis-gadis aneh, baru lihat laki-laki setampan Sehun saja sudah seperti singa yang kelaparan, ckck. Untung ada Kris yang membawa Sehun pergi, jika tidak, Sehun sudah habis oleh gadis-gadis itu.

Krrrk. Ah perutku. Lapar.

“ya! Cepat kita ke kantin, perutku sudah memberontak sedari tadi.” Ucapku memotong pembicaraan Yeol, Suho dan Kyungsoo.

“baiklah, baiklah.” Jawab Kyungsoo.

Kami pun pergi meninggalkan kelas dan pergi menuju kantin sekolah. Ketika melewati taman sekolah, kulihat Yoojin –gadis yang kuajak berkenalan kemarin– sedang duduk dibangku taman bersama Sungha. Apa mereka berpacaran lagi? Aah Maldo andwae (tidak mungkin).

“ya Jong! Bukankah itu gadis yang dimarahi oleh Sungha kemarin?’ tanya Suho sembari menunjuk dua sejoli itu.

“hmm mungkin.” Jawabku tak acuh.

“ya lihat! Mereka berpelukan!” ucap Yeol sambil menunjuk Sungha dan Yoojin dengan suara lumayan keras.

“ya babo! Turunkan tanganmu dan pelankan suaramu. Lihat, orang-orang jadi menatap kearah kita.” Ucap Kyungsoo tepat di dekat daun telinga Yeol dengan suara rendah.

Aku yang mendengar bahwa mereka sedang berpelukan hanya bisa berdiri mematung tanpa berani melihat kearah mereka. Shock. Ya, sangat kaget sekali. Bagaimana tidak, kemarin mereka bertengkar hebat, masa sekarang mereka bisa berpelukan? Tapi, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Lagi pula, aku bukan siapa-siapanya mereka.

Memang sejak kejadian Yoojin di marahi Sungha kemarin, aku sudah bersimpati padanya. Dan setelah menabraknya kemarin, aku sadar. Aku menyukainya.

Mungkin hanya seseorang yang bisa menyukai Yoojin dari jauh.

To Be Continued

Hayo loh, gimana nih? Apakah Jongin akan diam saja? Apakah teman-temannya akan diam saja dan tak membantu Jongin yang sedang patah hati? Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada Yoojin dan Sungha? Apakah ada maksud tersendiri dari sikap Sungha yang tiba-tiba berubah?

Kita liat aja nanti, oke J jangan lupa RCL nya ya ^^ annyeong!!

Another Love Story (Part 1)

Cast                 :  -Megan Lee

-Sungha Jung

-And the others

Genre               :    -Romance,  Sad,  Love Story

Disclaimer       :      Mian  kalo  banyak  typo ato  kesalahan  lainnya J Cast milik Tuhan dan ImageLekeluarganya  masing-masing 🙂 aku Cuma minjem doang 😀

Aku gamau basa basi lagi, langsung aja ya guys, mian kalo jelek ato gak suka maklum masih amatir hehe 😀

#Meggy POV

Hai,  perkenalkan namaku  Megan Lee, aku siswa kelas X di SMA terrnama di Seoul. Teman-temanku biasa memanggilku dengan nama Meggy. Aku memang murid yang tidak terlalu terkenal di sekolah ini, tapi aku mempunyai kemampuan menyanyi yang baik dan aku termasuk anggota dari Paduan Suara di sekolah ini.

Ada satu hal yang yang mungkin tidak diketahui oleh orang banyak dan hanya di ketahui oleh teman-teman terdekatku saja. Yup, itu benar kalau aku memamg menyukai Sungha oppa. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan nama itu. Dia adalah gitaris berbakat kebanggaan negeri ku ini. Bahkan dia sudah terkenal sampai mancanegara.

Dia atau orang-orang sering memanggilnya Sungha itu terkenal dengan sifat dinginnya terhadap perempuan. Dia hanya dekat dengan teman-teman lelakinya saja. Dia juga seorang sunbae-ku, jadi aku harus putar otak buat ngedeketin dia kkk~ bukan aku saja yang menyukai dia, banyak sekali anak perempuan yang menyukainya, suatu hari pernah ada seorang anak perempuan yg secara terang-terangan memberinya sebatang coklat tapi dengan lancang dia menolaknya, apa yang seperti itu pantas disebut baik?

#Author Pov

~Sungha’s House~

“eomma, aku berangkat” ucap seorang lelaki dengan suara khasnya yang berat.

“apa kau tidak ingin sarapan dulu? Eomma sudah buatkan roti lapis untukmu” jawab sang ibu itu.

“mian eomma, aku buru-buru sekali, aku ada keperluan mendadak disekolah, oia tolong sampaikan kepada Min-Ah kalo aku berangkat duluan. Aku pergi eomma” ucap lelaki itu.

“Nae, kau hati-hati ya nak” jawab ibu itu sambil melambaikan tangannya.

Lelaki itu adalah Jung Sung Ha atau lebih akrab dipanggil Sungha Jung, dia sengaja berangkat lebih awal dan beralasan ada urusan karena dia tak ingin mengantarkan adiknya itu. Min-Ah itu adik perempuan dia satu-satunya. Alasan dia tidak mau mengantarkannya bukan karena dia tak menyayanginya melainkan dia malas kalau sudah berhadapan dengan teman-teman adiknya itu yang cerewet.

~Meggy’s House~

“oh kau sudah bangun rupanya, ayo sarapan dulu, Eomma sudah siapkan telur mata sapi kesukaanmu sayang” ucap sang ibu ramah.

“nae eomma” ucap meggy ceria, “eomma, aku boleh meminta sesuatu?” sambungnya ketika sudah duduk di meja makan yang berhadapan dengan ibunya.

“nae jagi, katakanlah”

“eomma, aku ingin menjadi penyanyi” ucap Meggy

“nae? Eo, kau kan baru kelas X jagi, kau sebaiknya belajarlah yang giat dulu” jawab sang ibu bijak, rupanya permintaan anaknya tadi membuatnya sedikit kaget.

“baiklah eomma” jawab Meggy lesu.

*SKIP*

@School

“Annyeong Meggy ^^ kau kenapa? Sepertinya kau sedang tidak semangat hari ini” sapa Ji Eun pada Meggy.

“Ah annyeong Ji Eun-ssi, aku tidak apa-apa, kau tidak usah khawatir”

“baiklah, apakah kau sudah berbicara pada Eomma mu tentang keinginan mu untuk menjadi penyanyi?” tanya Ji-Eun.

“tadi pagi aku sudah mengatakannya pada eomma ku, tapi seprtinya eomma ku belum memberiku izin” jawab Meggy tak semangat

“kenapa kau tidak coba pada appa mu itu?”

“kau kan tahu, appa ku sedang berada di luar negeri dan dia tidak bisa dihubungi untuk saat ini”

“ah benar juga”

*SKIP-istirahat*

#Author  Pov

“ya DongJoon-ah! Ayo cepat kita ke kantin, perutku sudah tak sabar mendapatkan makanan!” teriak sungha di telinga DongJoon sahabatnya. Begitulah sungha, selalu tidak sabaran.

“nae nae nae sebentar, aku sedang menyalin dulu, kau duluan saja Sungha-ah”

“hhh arasseo -,-“

~Kantin~

“Aish, tumben sekali ni kantin rame, biasanya gak terlalu rame” keluh Sungha

Tiba-tiba saja Hyura datang menghampirinya yang tengah berdiri sendiri seperti orang kebingungan. Hyura itu murid paling terkenal di sekolah ini, tidak ada satu orang pun yang tidak mengenalnya. Dia merupakan anak dari ketua yayasan sekolah ini, pantas jika dia berkuasa dan banyak di segani oleh semua murid, kecuali sungha.

“annyeong oppa, tumben kau sendiri? Dimana temanmu yang satu itu?” tanya Hyura heran.

“bukan urusanmu” jawab sungha dingin.

“ya, oppa! Kenapa kau selalu dingin kepada semua perempuan?” tanya Hyura kembali, kali ini dia menaikan satu tingkat nvolume suaranya.

“sudah kubilang bukan urusanmu, sudah sana kau pergi!” bentak sungha lagi lalu pergi meninggalkan kantin. Tanpa Hyura sadari, semua murid yang berada di kantin sekarang sedang menatapnya dengan heran.

“apa kalian lihat-lihat, huh?” tanya Hyura ketus. Hyura pun pergi meninggalkan kantin itu.

@Meggy’s Class

“Meggy, ayo kita kantin, aku sudah lapar” pinta Ji-Eun

“ah mian Ji Eun-ssi, aku harus menemui Miss Sarah dan  Mr. Kim di ruang kesenian” jawab Meggy sekenanya. Miss Sarah dan Mr. Ricko adalah guru music di sekolah ini.

“Baiklah, aku pergi sendiri, annyeong”

“sekali lagi mian Ji Eun-ssi”

“Nae, gwanchanayeo J”

#Meggy  Pov

Aku jadi merasa bersalah pada Ji-Eun, tapi aku juga harus menemui dua guru kesayanganku itu. Sudahlah taka pa, paling juga dia marah hanya sebentar. Kulirik jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 10.05 waktu setempat. Ah aku harus cepat-cepat jika tak ingin dimarahi oleh mereka. Aku pun berlari meninggalkan kelas dan tiba-tiba…

BRUKK

“aww” rintihku sambil memegangi lututku yang kesakitan

“ya! Apa kau tidak punya mata, huh?” bentak laki-laki itu. Ah aku rasa aku mengenali suara laki-laki itu. Aku pun mendongakan kepalaku agar aku bisa lebih jelas melihat laki-laki itu.

“jeosonghamnida oppa, aku buru-buru” kataku sambil membungkukkan badanku

“cih, aku tidak butuh kata maafmu, sana minggir” bentak dia sambil menendang bukuku yang berjatuhan di lantai dan berlalu. Ku lihat semua murid yang sedang berada di koridor menatapku dengan rasa iba.

Aku pun bangkit dan kembali berjalan sambil menundukkan kepalaku karena malu. Aku yakin, da seperti itu karena merasa jengkel oleh ulahku yang tak sengaja menabraknya.

Tak memakan waktu lama aku pun sampai di depan ruang kesenian. Perlahan kubuka gagang pintu ruangan itu. Ku lihat Miss Sarah dan Mr. Kim sedang menyelasaikan sebuah lagu.

“ah kau sudah datang Meggy, kenapa kau  terlambat sekali?” tanya Miss Sarah

“Jeosonghamnida Miss, tadi aku harus menyelasaikan beberapa tugas dari songsaenim” jawabku asal.

“ah gwaenchanayo, cepat kemarilah ada yang ingin kami bicarakan denganmu” pinta Mr. Kim

“nae, kamsahamnida Miss, Mr”

Aku pun masuk dan memilih duduk di sebelah Miss Sarah. Mereka berdua memang guru music sekolah ini, tapi mereka mempunyai tugas masing-masing. Miss Sarah mengajar semua murid tentang olah vocal sedangkan Mr. Kim mengajar semua murid tentang music insrtumental. Aku memang bukan murid kesayangannya Mr. Kim, tapi beliau sangat baik kepadaku.

“nah, sebentar lagi kan akan dilaksanakan festival musim semi di Seoul. Kami memintamu kesini karena kami ingin kau bernyanyi untuk perwakilan sekolah kami di festival tersebut” kata Miss Sarah memulai pembicaraan

“tapi Miss, aku takut eomma ku akan melarangku untuk bernyanyi di festival tersebut” keluhku

“soal eomma mu kau tenang saja Meggy, Miss yakin eomma mu pasti akan mengizinkanmu untuk bernyanyi karena ini permintaan sekolah”

“dan jika eomma mu melarangmu, kami yang akan meminta izin kepada eomma mu agar kau bisa bernyanyi di festival itu” tambah Mr. Kim

“Jinjjayo? Baiklah jika itu kemauan Miss dan Mr” jawabku senang. Sungguh, mereka berdua memang guru yang sangat baik.

“tapi kau tidak akan bernyanyi sendirian Meggy” ucap Mr. Kim kembali

“lantas, aku akan bernyanyi dengan siapa Mister?” tanyaku penasaran

“haha kau tidak usah cemas Meggy, dia tidak akan bernyanyi bersamamu melainkan menemanimu diatas panggung?” ucap Miss Sarah menambahkan dengan penekan pada kalimat ‘menemanimu’.

“aku masih belum mengerti Miss, Mister” jawabku sembari memasang wajah seolah meminta penjelasan

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dan yang datang adalah…

“Kau memanggilku mister?” tanyanya dengan suara beratnya yang  khas

“eo wasseo, nae aku memang memanggilmu, kenapa kau lama sekali?” tanya Mr. Kim

“ah jeosonghamnida mister, tadi ada seorang yeoja yang menabrakku saat aku akan kembali ke kelas untuk mengambil buku-buku ku” jawabnya sambil melihatku sinis dan penekanan pada kalimat ‘yeoja’ dan ‘menabrak’

“gwaenchanayeo sungha-ssi. Oia, miss akan memperkenalkanmu pada hoobae mu ini, ayo Meggy” pinta miss.

“nae miss, annyeonghasseyeo sunbae-nim, jeoneun Megan Lee imnida” ucapku sambil membungkuk seraya memperkenalkan diriku

“Jung Sung Ha imnida” balasnya singkat

Huh, kalau dia bukan sunbae ku dan bukan permintaan kedua guru ku ini, aku tidak akan mau bernyanyi didampingi dia. Tapi di sisi lain, ini juga kesempatan untukku agar lebih dekat dengan dia, yeay kkk~

“nah, kami memanggilmu karena ada yang ingin kami bicarakan denganmu sungha-ssi” ucap Mister.

“nae, katakanlah Mister” Sungha oppa selain dingin dia juga kadang tidak terlalu sopan kepada guru, walaupun begitu semua guru sangat menyukainya. Mereka begitu karena prestasi Sungha oppa yang sangat bagus.

“begini, kau tau kan kalau sebentar lagi aka nada acara festival musim semi di Seoul?” tanya Miss

“nae, aku tahu itu Miss, lantas apa yang harus lakukan untuk festival itu?”

“kami ingin kau menemani Meggy bernyanyi di atas panggung itu” tambah Mr. Kim

“MWO???”

#Sungha Pov

“Annyeonghasseyeo sunbae-nim, jeoneun Megan Lee imnida” ucap yeoja itu yang ternyata baru ku ketahui bernama Megan Lee atau yang sering dipanggil Miss Sarah Meggy.

“Jung Sung Ha imnida” jawabku ketus

“nah, kami memanggilmu kesini karena ada yang ingin kami bicarakan denganmu SUngha-ssi” ucap Mister memulai pembicaraan.

“Nae, katakanlah Mister” jawabku ketus. Aku bingung dengan semua guru yang ada disini, mereka sudah tahu jika setiap kali ditanya oleh mereka pasti aku akan menjawabnya dengan malas atau ketus, tapi tetap saja mereka menyukai ku.

“begini, sebentar lagi kan akan ada festival musim semi di Seoul” ucap Miss Sarah

“lantas kalian ingin aku berbuat apa?” tanyaku malas-malasan.

“kami ingin kau menemani Meggy bernyanyi diatas panggung” tambah Mr. Kim dan penekanan dalam kalimat ‘menemani’

“MWO???”

“haha kau tidak usah kaget Sungha-ssi. Bukannya kau sudah sering tampil di atas panggung?” tanya Miss Saraha tiba-tiba

“tapi Miss, aku TIDAK BISA BERNYANYI” ucap ku berapi-api dan penekanan dalam kalimat ‘tidak-bisa-bernyanyi’

“kau santai saja lah nak, kami tidak akan menyuruhmu bernyanyi tapi kami ingin kau mengiri Meggy bernyanyi dengan iringan gitarmu” jelas Mr. Kim

“tapi kenapa harus dengan yeoja aneh ini Mister?” tanya ku sebal sedangkan yeoja aneh itu hanya bisa menunduk saja, cih

“itu sudah keputusan kami dan keputusan ketua yayasan kita semua Mr. Lee Jae Dong” jawab Miss Sarah dengan penuh kesabaran.

“sudah sudah, ini sudah jadi keputusan kita bersama dan tidak bisa di ganggu gugat. Pertemuan kita kali ini sampai disini dulu karena sebentar lagi kalian harus masuk kelas. Dan kita akan bertemu lagi hari Rabu untuk latihan perdana kita. Semua setuju?” tanya Mr. Kim memastikan

“Nae” jawabku serempak bersama dengan yeoja aneh itu dan Miss Sarah.

“sekarang kalian berdua boleh meninggalkan ruangan ini” pinta Miss Sarah

“Nae, annyeonghasseyeo Miss, Mister” ucap kami bersamaan, cih

#Author Pov

“Ya! Kenapa hari ini aku sial sekali. Sudah tidak sempat makan siang, bertabrakan dengan yeoja aneh seperti dia dan sekarang Miss Sarah dan Mister Kim menyuruhku untuk sepanggung dengan dia, cih” keluh Sungha

“mianhae oppa. Mian atas semua kesalahanku tadi sehingga membuatmu menjadi sial hari ini” ucap Meggy sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.

“sudahlah, aku tidak ingin melihat muka mu” Sungha pun pergi berbelok menuju daerah kelas XI

“aah Tuhan sabarkanlah hambaMu ini, semoga dia tidak melakukan hal yang bodoh saat festival nanti” keluhku di sepanjang koridor menuju daerah kelas X.

~Sungha’s Class~

“yo, darimana saja kau? Aku cari kau di kantin tidak ada, dari ujung sekolah sebelah timur sampai ujung sekolah sebelah barat aku cari-cari tapi kau tidak ada” keluh Dong Joon

“ya ya ya! Kau tidak usah melebih lebihkan aku tau kau daritadi hanya makan di kantin dan mendekati anak-anak perempuan” jawab Sungha. Teman Sungha yang satu itu memang terkenal playboy dan selalu melebih-lebihkan suatu masalah.

“lantas, kau darimana selama istirahat tadi?” tanyanya penasaran

“aku tadi habis dari ruang kesenian”

“menemui Mister Kim dan Miss Sarah?” tebaknya

“iya” jawabnya singkat

“dasar Si Raja Kutub, temannya sendiri juga jadi korban sifat dinginnya dia cih”

Sungha lebih memilih diam daripada menanggapi ocehan sahabatnya itu. Jika ditanggapi, urusannya bisa nyerempet kemana saja. Entah itu masalah perempuan, masalah makanan, sampai masalah ibunya pun pasti akan dia ceritakan. Tak lama kemudian masuklah seorang guru kedalam kelasnya sehingga mampu membuat ocehan Dong Joon berhenti ‘sesaat’.

~Meggy’s Class~

‘untung saja aku tidak terlambat masuk kelas’ batin Meggy. Meggy pun melangkahkan kakinya masuk kedalam kelas dan duduk di bangkunya yang bersebelahan dengan Ji Eun.

“Ji Eun-ssi, mianhae soal yang tadi, kau tidak marah kan?” tanya ku hati-hati pada Ji Eun

“haha sudahlah Meggy tidak apa-apa, lagian aku bisa pergi ke kantin bersama teman yang lain” jawab Ji Eun santai

“Jinjjayo?” tanya Meggy tak percaya

“tentu saja Meggy sayang” Meggy pun lalu memeluk sahabat nya itu

“tadi kudengar kau ada masalah ya sama Sungha oppa?” tanya Ji Eun penuh selidik

“nae, tidak apa-apa ko. Aku Cuma tidak sengaja menabraknya saja”

“apa? Kau menabrak dia ketika dia sedang berjalan? Ya! Orang tidak bersalah kenapa kau tabrak?”

“aku tidak sengaja Ji Eun-ssi, sungguh” ucapku sungguh-sungguh

“syukurlah, kalau sampai terdengar oleh Hyura semuanya bisa gawat” ucap Ji Eun berapi-api

“sudahlah jangan di perpanjang” jawab Meggy

*SKIP pulang sekolah*

BRAKK tiba-tiba saja sebuah tangan menggebrak meja Meggy. Si empunya meja pun terkaget-kaget tak terkecuali semua murid yang ada di kelas tersebut.

“kau apakan Sungha oppa ku, huh?” tanyanya penuh selidik. Yap, dia adalah Lee Hyu Ra anak pemilik dari yayasan ini.

“aku tidak melakukan apapun kepada Sungha oppa, eonnie”

“BOHONG, kau tadi sengaja kan menabrak Sungha oppa?” tanyanya lagi

“sungguh aku tidak sengaja eonnie, aku tidak berbohong” aku Meggy

“awas saja kalau kau berbohong, kau akan berhadapan denganku gadis kampung!” ucapnya lagi sambil menekankan pada kalimat “gadis-kampung”

Hyura dan ‘dayang-dayang’nya pun pergi meninggalkan kelas Meggy. Sungguh tadi adalah hal yang paling menakutkan yang pernah di alami Meggy. Lebih menakutkan dari sifat dinginnya Sungha.

“gwaenchanayeo?” tanya Ji Eun memastikan

“nan gwaenchana” jawab Meggy lalu pergi meninggalkan Ji Eun dan semua teman sekelasnya yang masih kebingungan atas sikap yang dilakukan oleh Hyura dan teman-temannya itu.

Meggy pun pergi meninggalkan sekolahnya. Dia tak habis pikir dengan apa yang telah di lakukan oleh Hyura dan teman-temannya terhdapanya. Itu sama saja dengan tindakan ‘Bullying’. Dia bisa saja melaporkannya kepada pihak kesiswaan yang ada di sekolah itu. Tapia pa daya, saat ini dia sedang berhadapan dengan seorang anak pemilik yayasan sekolah ini.

Meggy pun berjalan gontai menuju halte bus. Tak seperti biasanya halte ini sepi. Meggy masih memikirkan tentang kejadiannya tadi di kelas, dia masih takut jika suatu saat nant Hyura dan teman-temannya akan melakukan tindakan yang lebih jauh dari ini.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan halte bus itu, Meggy memang berasal dari keluarga berada, namun Meggy tidak sesombong Hyura. Meggy sudah tau siapa yang ada di dalam mobil tersebut. Dia adalah kakak satu-satunya Meggy, Lee Hyo Rin. Hyorin pun membukakan kaca mobilnya agar bisa melihat jelas Meggy.

“ayo cepat masuk, eomma sudah menunggu kita di rumah. Katanya aka nada acara pertemuan istri dan keluarga dari sahabat-sahabat lama appa” ucap Hyorin setengah berteriak di dalam mobil.

“eo, kenapa begitu mendadak eonnie?”

“sudahlah cepat naik!”

“nae eonnie”

*SKIP*

#Meggy Pov

Aku pun sudah siap dengan gaun warna putih selututku dan eonnie dengan gaung merah mudanya yang lucu. Kami berdua pun langsung turun menemui eomma dan appa kami. Ternyata dibawah sudah banyak sahabat appa yang datang. Tapi, ada sesuatu yang membuatku penasaran. Sepertinya aku mengenali siapa lelaki yang sedang berada di tengah keluarganya itu. Dia seperti Sungha oppa, tapi tidak mungkin appa mengenali kedua orangtuanya. Setahuku kedua orangtuanya adalah pemain music instrumental berbakat bukan pengusaha atau apapun yang berbau urusan perkantoran.

“Meggy, Hyorin, kalian tunggu disana bersama anak-anak dari sahabat appa ya. Pesta anak-anak berbeda dengan pesta orang dewasa kkk~” ucap appa ku sedikit bercanda

“ya appa! Aku sudah dewasa” komplen Hyorin eonnie

“sudahlah eonnie, kajja” ajakku kemudian

~Taman Belakang~

Pesta untuk anak-anak memang sengaja di adakan di taman belakang rumah kami agar terkesan lebih terbuka. Kurasakan tenggorokanku yang mulai kering dan merasa haus.

“eonnie, aku ambil minuman sebentar ne”pintaku

“nae, ambilkan untukku satu ya Meggy”

“nae eonni” ucapku sambil berlalu.

Aku pun mengambil minum di tempat minum yang sudah di sediakan. Ketika aku akan mengambil minum, tiba-tiba…

“Sungha oppa..”

To Be Continued

Makin gak nyambung kan? Jelek kan? Gimana menurut kalian? Jika kalian suka, dengan amat sangat memohon tolong tinggalkan jejak kalian, baik itu like ataupun sebuah komentar. Tapi lebih baik dua-duanya sih kekeke~